Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sebagian Besar Masyarakat Menolak Perppu, Pemerintah punya alasan kuat untuk Perppu Ormas?

Sebagian Besar Masyarakat Menolak Perppu, Pemerintah punya alasan kuat untuk Perppu Ormas?

16 Juli 2017 | Dibaca : 1043x | Penulis : Zeal

Seperti yang telah diketahui, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU) No 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang diterbitkan oleh pemerintah sangat sarat akan pro-kontra. Bahkan, cenderung tidak diharapkan oleh masyarakat. Hal ini cukup tergambar dari polling yang diangkat melalui media sosial, salahsatunya melalui media sosial twitter. Seperti polling yang diangkat oleh FSPMI KSPI ini yang menunjukkan bahwa sebanyak 93% dari responden tidak setuju dengan pemerintah berkaitan Perppu Pembubaran Ormas.

Bahkan, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, sempat menyatakan beberapa waktu lalu bahwa Perppu pembubaran ormas ini sebuah kesewenang-wenangan.

“Saya menilai isi Perpu ini adalah kemunduran demokrasi di negeri ini. Perpu itu membuka peluang bagi sebuah kesewenang-wenangan dan tidak sejalan dengan cita-cita reformasi,” tegasnya, Selasa (11/7/2017).

Namun, di tengah pro-kontra diterbitkannya , Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara. Mendagri berkilah bahwa penerbitan Perppu tersebut memiliki dasar hukum yang kuat.

"Pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk menerbitkan Perppu, yaitu aturan undang-undang yang tidak lagi memadai," kata Tjahjo di Jakarta, Sabtu.

Pada 12 Juli 2017, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengumumkan terbitnya Perppu 2/2017 untuk mencegah munculnya ormas yang bertentangan Pancasila dan UUD 1945. "Ada tiga pertimbangan utama pemerintah dalam menerbitkan Perppu. Pertama tindakan pemerintah telah sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-VII/2009 yang isinya antara lain dasar adanya keadaan yang membutuhkan atau keadaan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan UU," tambah Tjahjo.

Dengan demikian, menurut Tjahjo, perppu dapat diterbitkan jika kekosongan hukum tersebut tidak bisa diatasi dengan cara membuat undang-undang baru. "Aturan hukum yang ada belum memadai," ungkap Tjahjo.

Selanjutnya, proses penyusunan Perppu 2/2017 juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya pemerintah, ahli hukum, akademisi, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pihak lainnya. Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan bahwa Perppu 2/2017 tidak menyasar kepada suatu agama maupun organisasi tertentu.

***

Klaim pemerintah telah melibatkan banyak pihak, salah satunya disampaikan oleh Pramono Anung yang mengatakan pemerintah telah berkonsultasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Kami juga tentunya melakukan konsultasi dengan MK," katanya di Istana Bogor, Jumat (14/7/2017).

Namun, di hari yang sama, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Ketua MK, Arief Hidayat.

"Pemerintah sama sekali tidak pernah berkonsultasi dengan MK soal perppu itu. Kami tidak bisa memberikan pendapat hukum karena semua yang berpotensi menjadi perkara di MK tidak bisa dikonsultasikan dengan kami," ujar Arief kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

7 alasan mengapa Anda perlu melakukan plank setiap hari
17 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Plank adalah salah satu latihan paling efektif yang dapat Anda lakukan di rumah. Mereka tidak membutuhkan banyak waktu atau usaha dan Anda tidak perlu ...
Siapa Sangka, Hubungan Krisdayanti dan Kedua Anaknya Renggang
6 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Hubungan anak dan ibu biasanya memiliki kekuatan yang melebihi hubungan anak dan ayahnya. Hal itu sudah lumrah terjadi, pasalnya ibu ...
rokok
11 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memang, warna yang sering kita pakai akan membuat penilaian orang berbeda-beda. Beberapa warna akan membuat kita menjadi kurang menarik begitu ...
Obat Rumahan yang Aman digunakan Sebagai Pengganti Obat Kumur
23 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Obat kumur banyak digunakan untuk mengatasi masalah bau mulut. Namun ternyata obat kumur bisa meningkatkan risiko diabetes. Sebuah penelitian ...
Aksi Teror : Penembakan Jemaah di Masjid Inggris
21 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Aksi teror kembali lagi terjadi hari Jumat kemarin. Sebuah peluru mengenai seorang Jemaah yang sedang melaksanakan shalat Jumat di Masjid ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview