Tutup Iklan
hijab
  
login Register
PT Waskita Mengaku Lalai Dalam Kecelakaan Kerja Instraktur

PT Waskita Mengaku Lalai Dalam Kecelakaan Kerja Instraktur

23 Februari 2018 | Dibaca : 666x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Hanya dalam dalam kurun waktu beberapa bulan saja sudah belasan terjadi kasus kecelakaan kerja pada proyek pembangunan infrastruktur jalan layang hingga pemerintah terpaksa mengeluarkan instruksi menghentikan sementara pekerjaan proyek dengan struktur layang tersebut.

Seperti diberitakan baru-baru ini terjadi lagi kasus kecelakaan kerja pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dari sejumlah kasus terungkap girder yang digunakan memiliki ukuran non-standar.

Dirut Operasi II PT Waskita Karya, Nyoman Wiriya Adnyana menjelaskan ukuran sebuah ukuran standar sebuah girder yakni 40 m. Untuk girder tersebut telah ada standar prosedur operasional yang ditetapkan pada saat pemasangan atau errection.

Namun, untuk girder non standar, perlu ada penyesuaian lain pada saat melakukan pemasangan. Nyoman mengaku bahwa ada kelalaian dalam proses pemasangan girder non standar tersebut.

"Misalnya, kita lalai memperhitungkan kecepatan angin. Kalau dulu girder-nya standar, kecepatan angin barangkali tidak terlalu signifikan. Kalau sekarang karena girder tidak standar," ucap Nyoman saat diskusi bertajuk Penghentian Sementara Konstruksi Layang di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Seperti pada saat pekerjaan overpass Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Girder yang digunakan memiliki panjang 51,6 meter. Meskipun posisi girder sudah terpasang, namun lantaran posisinya kurang sentris,menimbulkan eksentrisitas.

"Itu karena dia berada pada posisi tidak center, dan ini bisa terguling. Ini adalah proses saat dia dikasih bracing,"  ucapnya.

Insiden serupa terjadi saat pemasangan girder pada proyek Tol Pasuruan-Probolinggo. Nyoman menyebut, tim pelaksana telah belajar dari pengalaman pemasangan girder  pada Tol Bocimi, agar girder non standar tidak lagi dipasang di atas pukul 17.00 WIB.

Rupanya, ketika dilakukan pemasangan girder keempat terjadi eksentrisitas. Hal itu disebabkan adanya kelonggaran pada dudukan girder.

Meski sudah dipasang bearing pad, dia akhirnya terpuntir hingga menyentuh girder ketiga dan menimbulkan efek domino pada girderkedua dan pertama.

Sementara pada insiden pemasangan jembatan penyeberangan orang (JPO) Tol Pejagan-Pemalang, Nyoman menjelaskan bahwa girder yang memiliki panjang 50,8 meter itu sebenarnya telah diletakkan pada dudukan masing-masing.

Namun ternyata ada selisih tinggi pada dudukan, sehingga menimbulkan daya dorong berbeda antara titik satu dengan titik lain.

"Jadi ini masih dipegang oleh alat, ini (sisi lain) juga sama. Tapi ini melorot yang menimbulkan eksentrisitas, sehingga terjadi patahan," tutup Nyoman.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pahami Perbedaan 3 Jenis Malware yang Mengintai Sistem Komputer Anda!
15 September 2017, by Zeal
Tampang - Sudah dibahas sebelumnya bahwa malware merupakan program jahat berisikan kode-kode dengan bahasa pemrograman tertentu yang sengaja dibuat untuk ...
game sepanjang masa
23 April 2017, by Ayu
Menjadi game yang akan terus dinanti oleh para penggunanya merupakan hal penting untuk diperhatikan oleh perusahaan yang membuat game. Maka dari itu, kali ini ...
gayung
20 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Senin, 17 Juli 2017 merupakan hari dimana peristiwa siram air yang berujung pada laporan ke pihak kepolisian. Peristiwa ini terjadi di Desa ...
Lawan Persipura, Pelatih Persib Benahi Lini Tengah
6 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Persib Bandung akan menghadapi lawan berat Persipura Jayapura, besok, Minggu ( 7 Mei 2017  ) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Modal ...
5 Penyakit Ini dapat Sembuh dengan Rutin Minum Air Putih
18 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Rupanya, fakta mengenai air putih adalah air yang terbaik tidaklah salah. Hal ini dilandaskan pada beberapa penyakit yang dapat mereda bahkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab