Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

29 Januari 2018 | Dibaca : 274x | Penulis : Zeal

RESHUFFLE telah mengambil dua posisi strategik politik PBNU, akan mengubah politik PBNU. Reshuffle itu yang terakhir di kekuasaan Presiden Jokowi yang berakhir 2019.

Tak ada lagi kue kekuasaan ke depan. Kalau kau tak kebagian di reshuffle itu, ya tak kebagian.

Tadinya, salah satu personil Wantimpres ialah KH Hasyim Muzadi. Pada rezim SBY, kursi ini ditempati KH Makruf Amin yang kini Rois Aam PBNU. Beberapa bulan lalu, Mbah Hasyim mangkat, kursi itu kosong. Maka PBNU mengajukan KH Achmad Bagja untuk menggantikan Mbah Hasyim. Sudah di-acc oleh Presiden Jokowi, sudah fixed, tapi nama Achmad Bagja raib. Saya lihat di-replace dengan Agum Gumelar. Itu satu.

Kedua, Ketum Muslimat NU yang menjabat Mensos, Khofifah Indar Parawansa dan jadi Cagub Jatim, diganti Idrus Markham. Sekalipun Khofifah naik karena ia Timses Pilpres Jokowi, namun ia adalah struktur Banom PBNU. Ketika digantikan Idrus Markham yang pernah jadi pengurus IPNU dan PMII, tapi jauh beda. Idrus tak memiliki hubungan apapun dengan PBNU, melainkan dengan Golkar. Pertukaran Khofifah dengan Idrus bagi PBNU adalah menukar marmut dengan tikus.

Posisi politik Wantimpres sangat penting bagi PBNU. Saya adalah anggota Pansus RUU DPP (Dewan Pertimbangan Presiden) tahun 2004. UU DPP kemudian lebih populer dengan nama Wantimpres yang pada Orde Baru adalah Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Ini adalah badan eksekutif garis ke samping, yang memberikan masukan kepada presiden. DPP adalah badan yang menampung masalah strategis masyarakat yang disampaikan langsung kepada presiden. Itu memastikan bahwa masalah masyarakat beroleh penanganan langsung dari Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan.

Penipu

Itu reasonnya, betapa PBNU merasa ditipu dan dimalingi ketika ia digusur dari DPP.  PBNU kalah dengan Jan Darmadi yang mewakili komunitas gambler. Sudah pesong. Keniscayaannya ke depan, PBNU mereposisi dirinya terhadap rezim Jokowi. Pertama, kepentingan strategis PBNU tak mampu dilindungi oleh Presiden Jokowi.

Kedua, komitmen PBNU dengan Presiden Jokowi wanprestasi yang mestinya take and give, minimal tidak ditipu seperti itu. Selama ini PBNU telah bersedia menjadi bemper ketika Jokowi diserang 17 ormas Islam, baik di 411 maupun 212, sehingga PBNU dimusuhi. Jokowi membalas susu dengan tuba.

Ketiga, dengan digusurnya PBNU dari Wantimpres untuk mewakili dan menyampaikan aspirasi 92 juta umat nahdliyin, menunjukkan PBNU di rezim Jokowi hanya pelengkap penderita yang sebelumnya penafsir dan penyampai wahyu rakyat.

Keempat, PBNU dilecehkan. Rois Aam dan Ketum PBNU hanya disuruh menjaga Pancasila versi Rezim Jokowi, disuruh berkelahi dengan 17 Ormas Islam, dikandangin di UKP PIP yang derajatnya hanya unit di pemerintahan. Itu pelecehan luar biasa![***]

sumber: rmol.co

Penulis adalah Anggota Komisi III DPR 2004 - 2009; Wasek Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pebiliar Putri Cirebon Sabet Emas di Kejurnas Biliar Cikarang
27 November 2017, by Admin
Tampang.com – Nony Kristyanti Andilah kembali memancangkan namanya di kancah olahraga biliar nasioal. Pebiliar putri Kota Cirebon itu baru-baru ini ...
Hindari Memesan Makanan Ini Saat di Restoran
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Berikut kumpulan rekomendasi dari koki terkenal di dunia tentang hidangan mana yang sebaiknya Anda hindari. Salmon Sushi Kami mendapat kabar buruk bagi ...
5 Pekerjaan Sampingan dengan Modal Minim Tapi Untung Banyak
13 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Zaman yang semakin canggih dan terus berkembang menuntut kita harus bisa melakukan apapun dalam segala hal. Termasuk dalam hal menghasilkan uang. ...
Zinedine Zidane Perpanjang Kontrak dengan Real Madrid ??
11 Januari 2018, by Retno Indriyani
Zinedine Zidane yang saat ini menjadi pelatih Real Madrid belum memastikan apakah dirinya akan memperpanjang kontrak kerja sama tersebut atau tidak. Mengenai ...
Tak Hanya Pintar, Ini Rahasia Sukses Musk
12 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu miliarder paling sukses di dunia adalah Elon Musk. Di usia 46 tahun, Musk berhasil mendirikan perusahaan otomotif Tesla, yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih