Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

29 Januari 2018 | Dibaca : 363x | Penulis : Zeal

RESHUFFLE telah mengambil dua posisi strategik politik PBNU, akan mengubah politik PBNU. Reshuffle itu yang terakhir di kekuasaan Presiden Jokowi yang berakhir 2019.

Tak ada lagi kue kekuasaan ke depan. Kalau kau tak kebagian di reshuffle itu, ya tak kebagian.

Tadinya, salah satu personil Wantimpres ialah KH Hasyim Muzadi. Pada rezim SBY, kursi ini ditempati KH Makruf Amin yang kini Rois Aam PBNU. Beberapa bulan lalu, Mbah Hasyim mangkat, kursi itu kosong. Maka PBNU mengajukan KH Achmad Bagja untuk menggantikan Mbah Hasyim. Sudah di-acc oleh Presiden Jokowi, sudah fixed, tapi nama Achmad Bagja raib. Saya lihat di-replace dengan Agum Gumelar. Itu satu.

Kedua, Ketum Muslimat NU yang menjabat Mensos, Khofifah Indar Parawansa dan jadi Cagub Jatim, diganti Idrus Markham. Sekalipun Khofifah naik karena ia Timses Pilpres Jokowi, namun ia adalah struktur Banom PBNU. Ketika digantikan Idrus Markham yang pernah jadi pengurus IPNU dan PMII, tapi jauh beda. Idrus tak memiliki hubungan apapun dengan PBNU, melainkan dengan Golkar. Pertukaran Khofifah dengan Idrus bagi PBNU adalah menukar marmut dengan tikus.

Posisi politik Wantimpres sangat penting bagi PBNU. Saya adalah anggota Pansus RUU DPP (Dewan Pertimbangan Presiden) tahun 2004. UU DPP kemudian lebih populer dengan nama Wantimpres yang pada Orde Baru adalah Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Ini adalah badan eksekutif garis ke samping, yang memberikan masukan kepada presiden. DPP adalah badan yang menampung masalah strategis masyarakat yang disampaikan langsung kepada presiden. Itu memastikan bahwa masalah masyarakat beroleh penanganan langsung dari Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan.

Penipu

Itu reasonnya, betapa PBNU merasa ditipu dan dimalingi ketika ia digusur dari DPP.  PBNU kalah dengan Jan Darmadi yang mewakili komunitas gambler. Sudah pesong. Keniscayaannya ke depan, PBNU mereposisi dirinya terhadap rezim Jokowi. Pertama, kepentingan strategis PBNU tak mampu dilindungi oleh Presiden Jokowi.

Kedua, komitmen PBNU dengan Presiden Jokowi wanprestasi yang mestinya take and give, minimal tidak ditipu seperti itu. Selama ini PBNU telah bersedia menjadi bemper ketika Jokowi diserang 17 ormas Islam, baik di 411 maupun 212, sehingga PBNU dimusuhi. Jokowi membalas susu dengan tuba.

Ketiga, dengan digusurnya PBNU dari Wantimpres untuk mewakili dan menyampaikan aspirasi 92 juta umat nahdliyin, menunjukkan PBNU di rezim Jokowi hanya pelengkap penderita yang sebelumnya penafsir dan penyampai wahyu rakyat.

Keempat, PBNU dilecehkan. Rois Aam dan Ketum PBNU hanya disuruh menjaga Pancasila versi Rezim Jokowi, disuruh berkelahi dengan 17 Ormas Islam, dikandangin di UKP PIP yang derajatnya hanya unit di pemerintahan. Itu pelecehan luar biasa![***]

sumber: rmol.co

Penulis adalah Anggota Komisi III DPR 2004 - 2009; Wasek Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Inilah 3 Olahraga Ekstrem dengan Biaya Sangat Mahal. Apa Saja?
21 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang pasti menginginkan untuk memiliki tubuh yangs ehat dan kuat. Ya, olahraga menjadi suatu pilihan yang tept untuk mendapatkan ...
robin
29 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Di sebuah Asrama Mahasiswa di Bogor suatu hari kedatangan beberapa orang SPG yang cantik-cantik. Ketika sudah banyak mahasiswa yang berkerumun, salah seorang ...
 Perjalanan Andres Iniesta Bersama Tim Nasional Spanyol Sepertinya Akan Berakhir Pada Tahun 2018
14 Oktober 2017, by Rachmiamy
Andres Iniesta merupakan salah satu pemain yang sangat setia pada klubnya. Hampir sepanjang karier sepakbola Iniesta dihabiskan bersama Barcelona. Iniesta ...
4 Masalah yang akan Terjadi jika Kita Malas Bersihkan Make Up
25 November 2017, by Rachmiamy
Make up merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari wanita. Sebagian wanita bahkan merasa kurang percaya diri jika harus tampil tanpa make up. Namun, ...
Trump : Tidak ada Kesepakatan Semikonduktor yang Didukung China
14 September 2017, by Slesta
 Presiden Donald Trump telah memblokir pengambilalihan perusahaan semikonduktor A.S. oleh investor yang didukung China - beberapa bulan setelah Lattice ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab