Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!

29 Januari 2018 | Dibaca : 339x | Penulis : Zeal

RESHUFFLE telah mengambil dua posisi strategik politik PBNU, akan mengubah politik PBNU. Reshuffle itu yang terakhir di kekuasaan Presiden Jokowi yang berakhir 2019.

Tak ada lagi kue kekuasaan ke depan. Kalau kau tak kebagian di reshuffle itu, ya tak kebagian.

Tadinya, salah satu personil Wantimpres ialah KH Hasyim Muzadi. Pada rezim SBY, kursi ini ditempati KH Makruf Amin yang kini Rois Aam PBNU. Beberapa bulan lalu, Mbah Hasyim mangkat, kursi itu kosong. Maka PBNU mengajukan KH Achmad Bagja untuk menggantikan Mbah Hasyim. Sudah di-acc oleh Presiden Jokowi, sudah fixed, tapi nama Achmad Bagja raib. Saya lihat di-replace dengan Agum Gumelar. Itu satu.

Kedua, Ketum Muslimat NU yang menjabat Mensos, Khofifah Indar Parawansa dan jadi Cagub Jatim, diganti Idrus Markham. Sekalipun Khofifah naik karena ia Timses Pilpres Jokowi, namun ia adalah struktur Banom PBNU. Ketika digantikan Idrus Markham yang pernah jadi pengurus IPNU dan PMII, tapi jauh beda. Idrus tak memiliki hubungan apapun dengan PBNU, melainkan dengan Golkar. Pertukaran Khofifah dengan Idrus bagi PBNU adalah menukar marmut dengan tikus.

Posisi politik Wantimpres sangat penting bagi PBNU. Saya adalah anggota Pansus RUU DPP (Dewan Pertimbangan Presiden) tahun 2004. UU DPP kemudian lebih populer dengan nama Wantimpres yang pada Orde Baru adalah Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Ini adalah badan eksekutif garis ke samping, yang memberikan masukan kepada presiden. DPP adalah badan yang menampung masalah strategis masyarakat yang disampaikan langsung kepada presiden. Itu memastikan bahwa masalah masyarakat beroleh penanganan langsung dari Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan.

Penipu

Itu reasonnya, betapa PBNU merasa ditipu dan dimalingi ketika ia digusur dari DPP.  PBNU kalah dengan Jan Darmadi yang mewakili komunitas gambler. Sudah pesong. Keniscayaannya ke depan, PBNU mereposisi dirinya terhadap rezim Jokowi. Pertama, kepentingan strategis PBNU tak mampu dilindungi oleh Presiden Jokowi.

Kedua, komitmen PBNU dengan Presiden Jokowi wanprestasi yang mestinya take and give, minimal tidak ditipu seperti itu. Selama ini PBNU telah bersedia menjadi bemper ketika Jokowi diserang 17 ormas Islam, baik di 411 maupun 212, sehingga PBNU dimusuhi. Jokowi membalas susu dengan tuba.

Ketiga, dengan digusurnya PBNU dari Wantimpres untuk mewakili dan menyampaikan aspirasi 92 juta umat nahdliyin, menunjukkan PBNU di rezim Jokowi hanya pelengkap penderita yang sebelumnya penafsir dan penyampai wahyu rakyat.

Keempat, PBNU dilecehkan. Rois Aam dan Ketum PBNU hanya disuruh menjaga Pancasila versi Rezim Jokowi, disuruh berkelahi dengan 17 Ormas Islam, dikandangin di UKP PIP yang derajatnya hanya unit di pemerintahan. Itu pelecehan luar biasa![***]

sumber: rmol.co

Penulis adalah Anggota Komisi III DPR 2004 - 2009; Wasek Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Dia 6 Tipe Pria yang Wajib Dihindari
31 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memiliki pasangan tentunya menjadi salah satu tujuan yang ingin kita dapatkan. Namun, untuk mendapatkan pasangan yang tepat tentunya kita harus ...
Luar Biasa.....Listrik dari Pohon Kedongdong
10 Mei 2017, by herline
Sebuah penemuan yang sangat membanggakan bagi Indonesia dengan terciptanya ide genius dari seorang remaja asal Langsa, Aceh. Adalah Nufal Rizki, seorang ...
Yuk Mengenal Gelato yang Lembut dan Kaya Rasa!
11 Juli 2018, by Maman Soleman
Gelato masuk ke dalam golongan es krim, tetapi berasal dari Italia. Racikannya pun kurang lebih sama, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Es krim memiliki ...
5 Cara Alami Hilangkan Bekas Jerawat yang Membandel
7 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Jerawat merupakan musuh setiap orang terutama bagi para wanita. Sudah banyak cara untuk mengobati jerawat, namun yang paling menjengkelkan adalah kalau jerawat ...
5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Tubuh Gampang Terserang Penyakit
27 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Memiliki banyak uang memang membuat banyak orang bahagia. Namun uang tidak akan berarti jika tubuh sering sakit-sakitan. Menjaga kesehatan juga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab