Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Prabowo Belum Ambil Sikap di Pilpres 2019 Karena Beberapa Pertimbangan

Prabowo Belum Ambil Sikap di Pilpres 2019 Karena Beberapa Pertimbangan

12 Maret 2018 | Dibaca : 93x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pemilihan Presiden RI untuk periode 2019-2024 sudah di depan mata. Tinggal hitungan beberapa bulan lagi pencalonan hingga penetapan calon di KPU akan tiba. Sudah dipastikan bahwa petahana Presiden RI Jokowi akan kembali maju dalam pemilihan presiden di periode 2019-2024 mendatang.

Hingga saat ini, calon terkuat lain yang menjadi saingan Jokowi tentu saja tidak namanya tidak asing lagi yakni Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum dari Parta Gerindra. Walaupun demikian, hingga saat ini Prabowo dan Partai Gerindra masih belum memutuskan siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Meskipun sejumlah pengurus Gerindra telah menyatakan dukungannya pada Prabowo untuk maju di Pilpres 2019.

Prabowo Subianto masih memiliki pertimbangan terkait keputusan untuk maju jadi Capres 2019-2014.

"Masih berpikir apakah dukungan partai ini masih cukup? Apakah rakyat masih menghendaki? Apakah rakyat masih mendukung? Apakah beliau sanggup mempunyai mengembang bangsa dengan masalah berat? Apakah beliau bisa membuat Indonesia kembali berjaya? Beliau masih berpikir," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani saat menghadiri acara deklarasi DPD Partai Gerindra DKI mendukung Prabowo jadi capres 2019 di lapangan bola Arcici, Jakarta Pusat, Minggu (11/3).

Dibalik keraguan tersebut, Muzani justru mengatakan bahwa dirinya sangat percaya akan elektabilitas Prabowo yang masih diyakininya bahwa Prabowo masih diinginkan oleh rakyat.

"Kita tidak malu sebagai partai yang didukung tukang ojek, penjual bakso, penjual tahu. Mereka yang akan meminta ke Pak Prabowo memimpin untuk orang miskin. Atas desakan ketua DPD, DPC Ranting dan seluruh kader. Kami akan menginformasikan ini ke Pak Prabowo. Pada waktu yang tepat beliau akan memberikan jawaban," ucap Muzani.

Pengamat Politik dari Unpad (Universitas Padjajaran) mengatakan bahwa Prabowo memiliki beberapa pertimbangan terkait hal itu. Salah satunya adalah dukungan partai dan biaya logistic. Ditambah karena Prabowo sudah kalah 2 kali dalam Pilpres.

"Jika Prabowo maju ada dua problem psikologis yang harus dihadapi partai kubu oposisi. Pertama Prabowo sudah dua kali kalah dalam pilpres. Ini bisa mengganggu psikologis pemilih, sosok sudah dua kali bertanding dalam Pilpres, ini bisa jadi problem. Kedua persoalan logistik, kita belum tahu persiapan Prabowo dalam konteks logistik. Di beberapa momen terakhir, Pak Prabowo mengeluh soal logistik," jelas Firman.

Seperti diketahui sebelumnya Jokowi merupakan calon terkuat hingga saat ini. Jokowi telah mendapatkan dukungan dari PDIP, Golkar, PPP, NasDem dan Hanura. Sementara kubu Prabowo, Gerindra dan PKS tengah menjajakan koalisi. Keduanya optimis akan berkoalisi di Pilpres 2019. Tapi soal nama capres dan cawapres, belum diputuskan.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
4 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Rangkaian safari Ramadhan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo di Yogyakarta diawali dengan kegiatan buka puasa bersama di Lanud Adisutjipto ...
Valentino Rossi Sangat Menyukai Balapan di Sirkut Sepang Malaysia
26 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia Valentino Rossi sukses merebut podium kedua pada balapan seri 16 MotoGP Australia yang berlangsung Minggu 22 Oktober ...
Lawan Ular Piton 7 Meter, Robert Dirawat di RS
3 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
  Seorang pria di Indragiri Hulu dirawat di rumah sakit setelah bergelut dengan ular piton sepanjang 7 meter. Ternyata korban memang sering menangkap ...
mudik lebaran
21 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mulai hari ini (Rabu, 21 Juni 2017) Kementrian Perhubungan mulai memberlakukan aturan untuk membatasi operasional mobil barang selama masa mudik ...
KPU Sumatera Utara Tetapkan Daftar Pemilih Tetap di Pilkada Sumut 2018
21 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menjelang 2 bulan pemilihan langsung kepala daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara menetapkan jumlah daftar pemilih tetap atau DPT di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis