Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Perbedaan Usia Pengaruhi Kepuasaan Pernikahan

Perbedaan Usia Pengaruhi Kepuasaan Pernikahan

20 Agustus 2017 | Dibaca : 499x | Penulis : Rindang Riyanti

Pria dan wanita melaporkan kepuasan perkawinan yang lebih besar dengan pasangan yang lebih muda, namun kepuasan itu memudar seiring berjalannya waktu dalam perkawinan dengan selisih usia yang signifikan antara para rekanan. Hal ini merupakan temuan penelitian University of Colorado Boulder yang baru.

Temuan yang meneliti data ribuan rumah tangga Australia ini juga menunjukkan bahwa perkawinan dengan kesenjangan usia yang besar kurang kuat dalam menghadapi kemerosotan ekonomi dibandingkan dengan rekan mereka yang berusia serupa.

Penelitian ini baru-baru ini dipublikasikan secara online di Journal of Population Economics.

Mungkin yang tidak mengejutkan, temuan tersebut menunjukkan bahwa pria melaporkan kepuasan perkawinan lebih besar saat dipasangkan dengan pasangan yang lebih muda, terutama di tahun-tahun awal pernikahan. Tapi kebalikannya juga benar.

"Kami menemukan bahwa pria yang menikah dengan istri yang lebih muda adalah orang yang paling puas, dan pria yang menikah dengan istri yang lebih tua paling tidak puas," kata Terra McKinnish, seorang profesor ekonomi di CU Boulder dan rekan penulis studi baru. "Wanita juga sangat tidak puas saat mereka menikah dengan suami yang lebih tua dan sangat puas jika mereka menikah dengan suami yang lebih muda."

Namun, kepuasan awal itu mengikis dengan cepat, setelah 6-10 tahun menikah dengan pasangan dengan selisih usia yang besar di antara pasangan.

"Seiring waktu, orang-orang yang menikah dengan pasangan yang jauh lebih tua atau lebih muda cenderung memiliki penurunan kepuasan pernikahan yang lebih besar dari waktu ke waktu dibandingkan dengan mereka yang menikahi pasangan yang berusia sama," kata McKinnish, yang juga merupakan rekan peneliti. Di Institut Ekonomi Buruh (IZA) di Jerman.

Salah satu mekanisme untuk penurunan ini adalah bagaimana perbedaan usia antara pasangan mempengaruhi kemampuan pasangan untuk merespons guncangan ekonomi negatif, seperti kehilangan pekerjaan, kata McKinnish.

"Kami melihat bagaimana pasangan menanggapi guncangan negatif dan khususnya, jika mereka mengalami kejutan ekonomi yang buruk atau memburuknya keuangan rumah tangga mereka," katanya. "Kami menemukan bahwa ketika pasangan memiliki perbedaan usia yang besar, mereka cenderung mengalami penurunan kepuasan pernikahan yang jauh lebih besar bila dihadapkan pada kejutan ekonomi daripada pasangan yang memiliki perbedaan usia sangat kecil."

Penjelasan yang mungkin untuk ini, kata McKinnish, adalah bahwa pasangan usia lanjut lebih sinkron pada keputusan hidup yang mempengaruhi kedua pasangan (memiliki anak-anak, kebiasaan belanja umum) dan karenanya mungkin lebih siap untuk menyesuaikan diri dengan kejutan finansial negatif. Sebaliknya, goncangan finansial yang tak terduga dapat menyebabkan ketegangan dan ketidakcocokan yang mendasar pada pasangan dengan jurang umur yang lebih besar.

Temuan ini didasarkan pada data survei Rumah Tangga, Penghasilan dan Dinamika Tenaga Kerja di Australia (HILDA), sebuah studi yang dimulai pada tahun 2001. Sampel perwakilan nasional pada awalnya terdiri dari 7.682 rumah tangga yang berisi 19.914 individu dan peserta disurvei ulang setiap tahun Dengan pertanyaan yang mengukur berbagai aspek kepuasan hidup.

Wang-Sheng Lee, seorang profesor ekonomi di Deakin University di Australia dan rekan peneliti di IZA, turut menulis penelitian ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Belajar Menikmati Hidup dari Kisah Semangkuk Mie Ayam...
11 Juni 2018, by Dika Mustika
Pernahkah kamu merasa sangat menginginkan sesuatu, namun kamu (seakan) menahan untuk tidak memenuhi keinginanmu tersebut.  Menahan, menunda, atau ...
Penuaan Dini? Ini Tips Awet Muda & Memperlambat Penuaan
5 Mei 2017, by Ayu
Siapapun pasti menginginkan tubuh yang selalu sehat, bugar dan muda. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Mulai dari diet ...
Obat Herbal Batu Ginjal Yang Berkhasiat
8 Juli 2018, by Maman Soleman
Salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia adalah batu ginjal. Penyakit ini ditimbulkan oleh timbunan garam dan mineral yang ...
Mobil Tangki Pertamina Senggol Trailer, Terguling, Bensin Tumpah ke Jalan
19 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Telah terjadi kecelakaan hebat di ruas Tol Tangerang-Merak Km 42, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada hari Jum’at (19/5/2017) pada pukul 04.00 ...
DPRD Bandung Barat Pertanyakan Kinerja dan Produktifitas Tenaga Kerja Kontrak Pemkab Bandung Barat
16 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Legislator Bandung Barat meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi kinerja pegawai honorer atau tenaga kerja kontrak (TKK) di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview