Tutup Iklan
hijab
  
login Register
sri bintang pamungkas

Perbedaan Antara Melawan Soeharto dan Melawan Ahok

26 April 2017 | Dibaca : 3101x | Penulis : Tonton Taufik

Oleh: Sri Bintang Pamungkas

Ketika Jaksa menjemput aku dari Rutan Kejaksaan untuk membawaku ke Cipinang awal Mei 1997 itu, aku hardik dia dan suruh pulang dia, karena tidak memberitahuku sebelumnya. Tiga hari kemudian baru aku dijemput lagi dan dibawa ke Lapas Cipinang untuk menjalani vonis 2 tahun 10 bulan penjara. Aku dipidana karena menghina dan menyebut Soeharto sbg Diktator.

Setiap Senin aku dijemput mobil tahanan dari Cipinang menuju Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menghadiri sidang Dakwaan Subversif dengan ancaman hukuman seumur hidup. Gara-gara Mendirikan partai, Menantang Soeharto untuk Pilpres, Menolak Soeharto menjadi Capres Tunggal dan Menyiapkan Tatanan Baru bagi NKRI. 

Dalam sidang hari pertama aku sempat meminta Hakim Ketua bersumpah tidak pernah jual-beli vonis, tapi Hakim tidak peduli. Pengacara Adnan Buyung Nasution meminta maaf atas kelakuanku. Aku juga sempat meminta JPU diganti, karena dia tidak lain adalah Jaksa Penyidik yg pernah berusaha memukul mukaku sewaktu aku menolak di-BAP. Setelah sidang ditunda 3 minggu,  JPU benar-benar diganti atas persetujuan Jaksa Agung.

Selama itu, sebagai terdakwa aku sama sekali tidak pernah DIBORGOL!!. Para petugas Lapas dan polisi semua baik dan ramah kepadaku. Dalam hati, mereka mendukung perlawananku kepada Soeharto. 

Lain sekali dengan yang terjadi pada Jamran dan Rijal, terdakwa dalam Kasus Penghinaan dan Kebencian terhadap Ahok, yang sidangnya sedang berjalan hari-hari ini, juga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pergi-pulang dari Lapas Cipinang, selama sebulan terakhir ini, dua kali sidang dalam seminggu, kedua tangan mereka berdua DIBORGOL...sungguh kurang ajar!

Saya sempat marah kepada seorang Jaksa waktu jedah sidang. Si Jaksa membela diri dengan mengatakan itu urusan Jaksa Tinggi. Saya ganti menjawab, bahwa para Jaksa itu satu korps, yang juga mengirim Terdakwa ke Cipinang. 

Saya pun mendesak pengacara untuk meminta kepada Majelis Hakim agar pemborgolan yang tidak berperikemanusiaan itu diakhiri. Para Terdakwa itu adalah intelektual, sarjana, belum terbukti bersalah dan bukan Pembunuh pula! 

Saya perhatikan Hakim Ketuanya cukup ramah,  demikian juga JPU-nya,  tapi sangat mungkin hati nurani mereka telah beku terbeli oleh keangkuhan Ahok. Sama seperti JPU dalam sidang-sidang Ahok, yang menuntut Ahok bebas. Tidak mungkin kalau mereka tidak tahu soal pemborgolan itu! 

Soeharto memang diktator... Penjara-penjara penuh dengan mereka yang melawannya. Tetapi kenapa Ahok, si Mulut Kotor,  Penista Agama,  Penantang Tuhan, Pelanggar HAM dan lain-lain itu, bisa membikin para Penegak Hukum menjadi tunduk tidak berdaya... Mungkin mereka bisa dibeli...seperti yang biasa terjadi dalam Mafia Peradilan!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PKI
12 Mei 2017, by Gatot Swandito
Tudingan para pendukung Ahok yang menyebut TNI berencana makar kepada Presiden Jokowi sedikit banyaknya mirip-mirip dengan pola Partai Komunis Indonesia (PKI). ...
Lego Star Wars: Microfighters, Game dengan Kualitas Musik, Sound Efek, dan Visual Keren
16 Juli 2018, by Maman Soleman
Melihat dari judulnya kamu pasti sudah tahu bahwa game ini diadaptasi dari kisah Star Wars dengan sentuhan lego. Cara bermain Lego Star Wars sama dengan Abyss ...
Pilgub Jabar 2018: Nasib Dedi Mulyadi Serupa dengan Yance
14 September 2017, by Gatot Swandito
Sejak 2016, baliho-baliho yang memampang foto Dedi Mulyadi sudah bermunculan di sejumlah titik di Jawa Barat. Sekitar setahun sebelumnya, sejumlah akun media ...
Cara Mengatasi Keputihan yang Kental, Cokelat, Berbau, dan Gatal
17 Januari 2018, by Maman Soleman
Ada berbagai macam keputihan, yang normal dan tidak normal. Jika lendirnya tidak berbau dan tidak gatal, berarti normal karena wanita secara normal memiliki ...
Hujan? Berkegiatan di Rumah Saja!
1 Desember 2017, by Dika Mustika
Pernahkah merasa kecewa karena di akhir pekan ingin berpiknik ria, namun ternyata cuaca sedang tidak kondusif jika kita beraktivitas di luar rumah? Padahal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab