Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Peneliti: Pengalihan Lahan di Sumatera Pengaruhi Perubahan Iklim

Peneliti: Pengalihan Lahan di Sumatera Pengaruhi Perubahan Iklim

31 Oktober 2017 | Dibaca : 303x | Penulis : Rindang Riyanti

Dalam beberapa dekade terakhir, area hutan yang luas di Sumatera, Indonesia telah tergantikan oleh perkebunan kelapa sawit dan karet. Penelitian baru, yang diterbitkan dalam jurnal Geosciences Union Eropa Biogeosciences, menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan ini meningkatkan suhu di wilayah ini. Pemanasan dapat mempengaruhi tanaman dan hewan dan membuat bagian-bagian negara lebih rentan terhadap kebakaran hutan.

Tim peneliti internasional, yang dipimpin oleh Clifton Sabajo dan Alexander Knohl dari Universitas Göttingen di Jerman, telah menerbitkan sebuah studi baru yang menunjukkan bahwa perluasan kelapa sawit dan tanaman keras lainnya di Sumatra membuat wilayah ini lebih panas. "Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi tanaman keras seperti perkebunan kelapa sawit dan karet tidak hanya mempengaruhi keanekaragaman hayati dan menyimpan karbon, namun juga memiliki efek pemanasan, menambah perubahan iklim," kata Knohl, seorang profesor bioklimatologi.

Tim mempelajari perbedaan suhu permukaan untuk berbagai jenis tutupan lahan, seperti hutan, lahan tebang habis, dan tanaman keras, di provinsi Jambi, Sumatra.

Mereka menemukan bahwa lahan yang tebang habis, yang terutama digunakan untuk pertanian, mencapai 10 ° C lebih hangat daripada suhu hutan.

Perkebunan kelapa sawit sekitar 0,8 ° C lebih hangat dari pada suhu hutan, sementara perkebunan kelapa sawit muda 6 ° C lebih hangat.

Secara keseluruhan, suhu permukaan rata-rata pertengahan pagi di provinsi Jambi meningkat sebesar 1,05 ° C. Beberapa penyebab pemanasan ini adalah hasil dari perubahan iklim, namun beberapa merupakan konsekuensi langsung dari perubahan penggunaan lahan.

"Efek pemanasan yang kuat yang kami tunjukkan untuk provinsi Jambi dapat menjadi indikasi perubahan suhu permukaan darat di wilayah lain Indonesia di masa depan yang akan mengalami transformasi lahan menuju perkebunan kelapa sawit," tulis para ilmuwan dalam penelitian ini. Menurut para peneliti, pemerintah Indonesia berencana untuk secara substansial memperluas produksi kelapa sawit di negara ini, karena permintaan untuk produk ini meningkat di seluruh dunia. Hal ini, menurut para peneliti, akan berkontribusi pada perubahan iklim.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan
16 Maret 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kata kucing –kucingan memang terlihat lucu, namun istilah itu di berikan buat mereka yang lari dari tanggung jawab yang ada. Dan istilah ...
Rutin Makan Talas Rebus Sebagai Camilan Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
27 Mei 2018, by Maman Soleman
Sebagai seorang pemain film, bintang video klip, bintang iklan dan model catwatk, Firrina harus menjaga berat badan agar penampilannya terlihat sempurna. ...
Psikopat
11 April 2017, by Retno Indriyani
Gangguan antisosial atau psikopat adalah gangguan komunikasi syaraf yang menyerang otak sehingga mengalami gangguan seperti sulit berkomunikasi, hilangnya rasa ...
Dua Mahasiswa Asal Malang Ini Buat Resto Berbahan Dasar Olahan Pisang
2 September 2017, by Rendy Caesario
Banyaknya jenis makanan yang bisa dihasilkan dari olahan buah pisang, membuat dua orang mahasiswa asal Malang membuka tempat makan yang mengkhususkan untuk ...
Bagaimana Kelanjutan BBM Satu Harga Disaat Pertamina Rugi 12 T
12 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru-baru ini menyebutkan bahwa PT Pertamina (Persero) telah menanggung kerugian dari penjualan bahan bakar minyak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman