Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peneliti: Pengalihan Lahan di Sumatera Pengaruhi Perubahan Iklim

Peneliti: Pengalihan Lahan di Sumatera Pengaruhi Perubahan Iklim

31 Oktober 2017 | Dibaca : 364x | Penulis : Rindang Riyanti

Dalam beberapa dekade terakhir, area hutan yang luas di Sumatera, Indonesia telah tergantikan oleh perkebunan kelapa sawit dan karet. Penelitian baru, yang diterbitkan dalam jurnal Geosciences Union Eropa Biogeosciences, menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan ini meningkatkan suhu di wilayah ini. Pemanasan dapat mempengaruhi tanaman dan hewan dan membuat bagian-bagian negara lebih rentan terhadap kebakaran hutan.

Tim peneliti internasional, yang dipimpin oleh Clifton Sabajo dan Alexander Knohl dari Universitas Göttingen di Jerman, telah menerbitkan sebuah studi baru yang menunjukkan bahwa perluasan kelapa sawit dan tanaman keras lainnya di Sumatra membuat wilayah ini lebih panas. "Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi tanaman keras seperti perkebunan kelapa sawit dan karet tidak hanya mempengaruhi keanekaragaman hayati dan menyimpan karbon, namun juga memiliki efek pemanasan, menambah perubahan iklim," kata Knohl, seorang profesor bioklimatologi.

Tim mempelajari perbedaan suhu permukaan untuk berbagai jenis tutupan lahan, seperti hutan, lahan tebang habis, dan tanaman keras, di provinsi Jambi, Sumatra.

Mereka menemukan bahwa lahan yang tebang habis, yang terutama digunakan untuk pertanian, mencapai 10 ° C lebih hangat daripada suhu hutan.

Perkebunan kelapa sawit sekitar 0,8 ° C lebih hangat dari pada suhu hutan, sementara perkebunan kelapa sawit muda 6 ° C lebih hangat.

Secara keseluruhan, suhu permukaan rata-rata pertengahan pagi di provinsi Jambi meningkat sebesar 1,05 ° C. Beberapa penyebab pemanasan ini adalah hasil dari perubahan iklim, namun beberapa merupakan konsekuensi langsung dari perubahan penggunaan lahan.

"Efek pemanasan yang kuat yang kami tunjukkan untuk provinsi Jambi dapat menjadi indikasi perubahan suhu permukaan darat di wilayah lain Indonesia di masa depan yang akan mengalami transformasi lahan menuju perkebunan kelapa sawit," tulis para ilmuwan dalam penelitian ini. Menurut para peneliti, pemerintah Indonesia berencana untuk secara substansial memperluas produksi kelapa sawit di negara ini, karena permintaan untuk produk ini meningkat di seluruh dunia. Hal ini, menurut para peneliti, akan berkontribusi pada perubahan iklim.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pria yang Menikah Hidup Lebih Lama Dibandingkan Melajang? Ini Alasannya
8 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam menjalani hidup bagi pria, manakah yang lebih baik, pria yang sudah menikah atau tetap melajang? Menurut sebuah data statistik, pria ...
Setelah Menikah dengan Engku Emran, Bella akan Pindah ke Malaysia?
9 September 2017, by Rachmiamy
Artis cantik Laudya Cynthia Bella akhirnya resmi menikah dengan pengusaha asal negeri Jiran Malaysia, Engku Emran. Pernikahan Bella dan suaminya tersebut ...
hoki
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Rekor dunia untuk pertandingan hoki terlama baru saja pecah di Buffalo, New York. Pertandingan amal ini bertujuan untuk membantu mengumpulkan donasi untuk ...
Mata Indah Bola Pingpong, Begini Cara Merawatnya!
29 April 2018, by Maman Soleman
Masih ingat kan, pepatah "dari mata turun ke hati". Sebelum kamu kehilangan kesempatan seperti itu, buruan deh, rawat mata kamu baik-baik. Buat kamu ...
Sime Vrsaljko: Meski Gagal Jadi Juara, Kroasia Tetap Dikenang Sepanjang Masa
16 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Final Piala Dunia 2018 yang dilangsungkan di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Minggu (15/07/2018) pukul 22.00 WIB telah usai. Prancis menang atas Kroasia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab