Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Noiva do Cordeiro, Desa yang Hanya Dihuni Kaum Wanita

Noiva do Cordeiro, Desa yang Hanya Dihuni Kaum Wanita

11 Agustus 2017 | Dibaca : 1229x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Di sebelah utara Rio De Janeiro, Brasil, terdapat sebuah desa yang hanya dihuni oleh kaum wanita. Desa tersebut bernama Noiva do Cordeiro. Untuk pergi kesana, perjalanan ditempuh selama 6 jam dari Rio. Desa ini berada di daerah perbukitan dan terisolasi. Serta pasokan listrik dan internet masih terbatas

 

Desa ini dihuni oleh 600 wanita yang berparas cantik, badan proporsional, dengan rambut tergerai indah. Desa ini telah ada sejak tahun 1890-an.

 

Pertama kali dihuni oleh perempuan muda bernama Maria Senhorinha de Lima dan keluarganya yang dikucilkan oleh gereja Katolik setempat karena dituduh berbuat zina.

Ternyata, tuduhan tersebut terjadi lantaran Maria dipaksa menikah oleh orang yang tidak dicintainya dan pergi meninggalkan suaminya. Karena hal itu, pihak keluarga suami menuduhnya sebagai wanita pezina dan akhirnya diusir.

Dia kemudian melangsungkan hidup dengan cara berkebun yang terus dilakukan sebagai mata pencaharian selama ini. Para ibu-ibu dan gadis menaruh hiba kepada Maria. Mereka pun satu per satu meninggalkan rumah dan membuat desa sendiri, bergabung dengannya. Hingga kini, desanya terus dihuni.

Pada tahun 1940, seorang pendeta datang dan menikahi gadis setempat. Dia memberlakukan peraturan ketat bagi wanita seperti dilarang memotong rambut, bermain musik dan masih banyak lagi. Kehadiran pendeta juga membuat lebih banyak laki-laki masuk ke desa.

Setelah si pendeta meninggal, para wanita disana memberontak dan memberlakukan aturan bahwa hanya wanita yang berkuasa di Noiva do Cordeiro. Para laki-laki yang telah mempersunting gadis setempat pun tidak diizinkan tinggal di sana.

Laki-laki yang menikahi wanita disini disuruh untuk bekerja diluar dan hanya diperbolehkan mengunjungi sekali dalam sepekan. Dalam keseharian, para wanita bekerja sebagai petani, berkebun, berternak susu dan pengrajin pakaian.

Mereka bahagia dan hidup seperti masyarakat biasa pada umumnya. Mereka juga mempersilahkan siapa saja datang, termasuk turis laki-laki datang ke desa

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kalah Di Pilkada DKI, PDIP tidak akan jadi Oposisi Anies-Sandi
11 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Partai yang kalah dalam sebuah pemilihaan baik Presiden, Gubernur sampai Bupati dan Walikota, biasanya akan menempatkan diri sebagai partai yang ...
yusril ihza mahendra
15 Juli 2017, by Tonton Taufik
PERPU NO. 2 TAHUN 2017 LEBIH  LEBIH KEJAM DARI PENJAJAH BELANDA, ORLA DAN ORBA Oleh Yusril Ihza Mahendra Masih banyak warga masyarakat dan bahkan ...
Masih Ragu untuk Menikah? Baca Dulu 5 Hal ini!
16 April 2017, by Zeal
Anda sudah punya calon? Tapi belum berani menikah karena terlalu banyak memikirkan ini dan itu? Baca 5 hal  berikut: 1. Resepsi Bukan Rukun ...
BEI : Investor Tidak Yakin Investasi di Indonesia, BI dan Pemerintah Turun Tangan
30 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Kondisi rupiah saat ini mengalami depresiasi. Hal itu dapat berdampak kepada berbagai bidang , yang salah satunya adalah terkait ...
Studi: Tidak Ada Metode yang Terbukti Mencegah Penyakit Alzheimer
21 Desember 2017, by Slesta
Ilmu kedokteran telah gagal membuktikan bahwa terapi, terapi atau latihan otak dapat membantu mencegah demensia seperti penyakit Alzheimer, sebuah tinjauan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview