Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Noiva do Cordeiro, Desa yang Hanya Dihuni Kaum Wanita

Noiva do Cordeiro, Desa yang Hanya Dihuni Kaum Wanita

11 Agustus 2017 | Dibaca : 1427x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Di sebelah utara Rio De Janeiro, Brasil, terdapat sebuah desa yang hanya dihuni oleh kaum wanita. Desa tersebut bernama Noiva do Cordeiro. Untuk pergi kesana, perjalanan ditempuh selama 6 jam dari Rio. Desa ini berada di daerah perbukitan dan terisolasi. Serta pasokan listrik dan internet masih terbatas

 

Desa ini dihuni oleh 600 wanita yang berparas cantik, badan proporsional, dengan rambut tergerai indah. Desa ini telah ada sejak tahun 1890-an.

 

Pertama kali dihuni oleh perempuan muda bernama Maria Senhorinha de Lima dan keluarganya yang dikucilkan oleh gereja Katolik setempat karena dituduh berbuat zina.

Ternyata, tuduhan tersebut terjadi lantaran Maria dipaksa menikah oleh orang yang tidak dicintainya dan pergi meninggalkan suaminya. Karena hal itu, pihak keluarga suami menuduhnya sebagai wanita pezina dan akhirnya diusir.

Dia kemudian melangsungkan hidup dengan cara berkebun yang terus dilakukan sebagai mata pencaharian selama ini. Para ibu-ibu dan gadis menaruh hiba kepada Maria. Mereka pun satu per satu meninggalkan rumah dan membuat desa sendiri, bergabung dengannya. Hingga kini, desanya terus dihuni.

Pada tahun 1940, seorang pendeta datang dan menikahi gadis setempat. Dia memberlakukan peraturan ketat bagi wanita seperti dilarang memotong rambut, bermain musik dan masih banyak lagi. Kehadiran pendeta juga membuat lebih banyak laki-laki masuk ke desa.

Setelah si pendeta meninggal, para wanita disana memberontak dan memberlakukan aturan bahwa hanya wanita yang berkuasa di Noiva do Cordeiro. Para laki-laki yang telah mempersunting gadis setempat pun tidak diizinkan tinggal di sana.

Laki-laki yang menikahi wanita disini disuruh untuk bekerja diluar dan hanya diperbolehkan mengunjungi sekali dalam sepekan. Dalam keseharian, para wanita bekerja sebagai petani, berkebun, berternak susu dan pengrajin pakaian.

Mereka bahagia dan hidup seperti masyarakat biasa pada umumnya. Mereka juga mempersilahkan siapa saja datang, termasuk turis laki-laki datang ke desa

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Jitu Atasi Jenuh dengan Pekerjaan Kantor
24 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Melakukan aktivitas atau pekerjaan yang sama setiap hari di kantor tentunya bukan hal yang aneh jika merasa jenuh dan lelah. Saat rasa jenuh dan ...
Tim Hukum Majelis Azzikra Ultimatum Pembuat Video Penghina Ustadz Arifin Ilham
25 Mei 2017, by Zeal
Tim hukum Majelis Azzikra, Sentul mengultimatum pembuat video yang dinilai melecehkan keyakinan umat Islam dan materi dakwah Ustaz Arifin Ilham. Pembuat video ...
Fakta Penting Tentang Hubungan Seks Saat Haid
6 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Banyak orang bilang dan becerita bahwa saat wanita mendapati tamu bulanan atau biasa disebut menstruasi atau haid, disarankan tidak melakukan ...
THR Membantu Menaikkan Indeks Keyakinan Konsumen RI
7 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Berdasarkan data yang bersumber dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Mei 2018 telah mencapai 125,1 yang dinilai ...
Mobil Tabrak 5 Sepeda Motor Karena Nyetir Sambil Gendong Anak
19 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kecelakaan karambol terjadi di Jalan Raya Mijen tepat sebelum Kantor Kecamatan Mijen pada hari Senin (19/6/2017). Kecelakaan ini melibatkan satu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview