Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Memori Untuk Mengingat Rangsangan Terurut yang Membedakan Manusia dari Hewan Lain

Memori Untuk Mengingat Rangsangan Terurut yang Membedakan Manusia dari Hewan Lain

1 Juli 2017 | Dibaca : 481x | Penulis : Rio Nur Arifin

Manusia memiliki banyak kemampuan kognitif yang tidak dimiliki hewan lain, seperti kemampuan bahasa, kemampuan berpikir, dan perencanaan. Terlepas dari perbedaan ini, bagaimanapun, sulit untuk mengidentifikasi secara spesifik kapasitas yang membedakan manusia dari hewan lain. Peneliti di City University of New York (CUNY) dan Stockholm University saat ini telah menemukan bahwa manusia memiliki ingatan yang jauh lebih baik untuk mengenali dan mengingat informasi sekuensial (terurut).

"Data yang kami sajikan dalam penelitian kami menunjukkan bahwa manusia telah mengembangkan kapasitas superior untuk memproses informasi sekuensial. Kami menyarankan agar ini bisa menjadi bagian penting dari teka-teki untuk memahami perbedaan antara manusia dan hewan lainnya," kata Magnus Enquist, kepala Pusat Studi Evolusi Budaya di Universitas Stockholm.

Dalam studi ini dilakukan pengumpulan data dari 108 percobaan pada burung dan mamalia yang menunjukkan bahwa spesies yang disurvei memiliki kesulitan dalam membedakan antara urutan rangsangan tertentu.

"Dalam beberapa percobaan, hewan harus mengingat orde di mana lampu hijau dan lampu merah dinyalakan. Bahkan perbedaan sederhana ini ternyata sangat sulit, dan kesulitannya meningkat dengan urutan yang lebih panjang. Sebaliknya, hewan bisa sebaik manusia dalam kebanyakan kasus di mana mereka harus membedakan antara rangsangan tunggal, bukan urutan," menurut Johan Lind, rekan penulis studi dan Associate Professor di Universitas Stockholm.

Mengenali urutan rangsangan adalah prasyarat dari banyak sifat manusia yang unik, misalnya bahasa, matematika, atau permainan strategis seperti catur. Setelah menetapkan bahwa hewan non-manusia memiliki masalah dalam membedakan rangsangan terurut, para peneliti mengajukan sebuah teori mengapa demikian.

"Kami menemukan bahwa keterbatasan kapasitas hewan non-manusia dapat dijelaskan dengan jenis memori sederhana yang tidak menunjukkan informasi berurutan dengan tepat. Dengan menggunakan model matematis, kami menunjukkan bahwa memori sederhana ini menjelaskan hasil dari percobaan hewan," ujar Stefano Ghirlanda, pemimpin utama penelitian sekaligus Profesor Psikologi di Brooklyn College dan CUNY Graduate Centre.

Penelitian ini dapat menjelaskan mengapa tidak ada hewan yang terlatih dalam bahasa dan berhasil menguasai aspek sekuensial bahasa, seperti perbedaan antara "anjing menggigit wanita" dan "wanita menggigit anjing". Para peneliti memiliki hipotesis bahwa beberapa waktu selama masa prasejarah manusia, kemampuan untuk mengenali dan mengingat suatu rangkaian rangsangan telah berevolusi, mendukung evolusi bahasa, perencanaan, dan penalaran tingkat bahasa.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Timnas U-22 Unggulli Timor Leste
20 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pertandingan sepak bola TiM Nasional Indonesia U-22 melawan Tim dati Timor Leste yang berlangsung di Stadion Majlis Perbandaran Selayan,minggu ...
Berikut Ini Kebiasaan yang Harus Anda Hindari agar Terhindar dari Perut Buncit
24 Juli 2018, by oteli w
Berikut Ini Kebiasaan Yang Harus Anda Hindari Agar Terhindar Dari Perut Buncit Penyebab perut buncit sangat banyak. Penyebab-penyebab tersebut terkadang ...
Wisata : Pantai Berbisik & Pantai Urutan 10 Dunia
16 Maret 2018, by oteli w
Wisata : Pantai Berbisik & Pantai Urutan 10 Dunia  Nias (bahasa Nias Tanö Niha) adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau ...
Soal 5 Syarat Kontrak Politik Demokrat, Begini Kata Ketua DPP NasDem
13 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Terkait lima syarat yang diajukan oleh Partai Demokrat dalam kontrak politik pada capres ataupun cawapres yang akan mereka dukung, Ketua DPP Partai Nasdem Irma ...
Resiko Anak yang Terlahir dari Orangtua dengan Usia Sangat Muda dan Tua
3 Mei 2018, by Slesta
Anak-anak yang dilahirkan dari orang tua yang berusia sangat muda dan tua mungkin berisiko lebih tinggi untuk kerentanan perkembangan, sebuah laporan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite