Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Memori Untuk Mengingat Rangsangan Terurut yang Membedakan Manusia dari Hewan Lain

Memori Untuk Mengingat Rangsangan Terurut yang Membedakan Manusia dari Hewan Lain

1 Juli 2017 | Dibaca : 518x | Penulis : Rio Nur Arifin

Manusia memiliki banyak kemampuan kognitif yang tidak dimiliki hewan lain, seperti kemampuan bahasa, kemampuan berpikir, dan perencanaan. Terlepas dari perbedaan ini, bagaimanapun, sulit untuk mengidentifikasi secara spesifik kapasitas yang membedakan manusia dari hewan lain. Peneliti di City University of New York (CUNY) dan Stockholm University saat ini telah menemukan bahwa manusia memiliki ingatan yang jauh lebih baik untuk mengenali dan mengingat informasi sekuensial (terurut).

"Data yang kami sajikan dalam penelitian kami menunjukkan bahwa manusia telah mengembangkan kapasitas superior untuk memproses informasi sekuensial. Kami menyarankan agar ini bisa menjadi bagian penting dari teka-teki untuk memahami perbedaan antara manusia dan hewan lainnya," kata Magnus Enquist, kepala Pusat Studi Evolusi Budaya di Universitas Stockholm.

Dalam studi ini dilakukan pengumpulan data dari 108 percobaan pada burung dan mamalia yang menunjukkan bahwa spesies yang disurvei memiliki kesulitan dalam membedakan antara urutan rangsangan tertentu.

"Dalam beberapa percobaan, hewan harus mengingat orde di mana lampu hijau dan lampu merah dinyalakan. Bahkan perbedaan sederhana ini ternyata sangat sulit, dan kesulitannya meningkat dengan urutan yang lebih panjang. Sebaliknya, hewan bisa sebaik manusia dalam kebanyakan kasus di mana mereka harus membedakan antara rangsangan tunggal, bukan urutan," menurut Johan Lind, rekan penulis studi dan Associate Professor di Universitas Stockholm.

Mengenali urutan rangsangan adalah prasyarat dari banyak sifat manusia yang unik, misalnya bahasa, matematika, atau permainan strategis seperti catur. Setelah menetapkan bahwa hewan non-manusia memiliki masalah dalam membedakan rangsangan terurut, para peneliti mengajukan sebuah teori mengapa demikian.

"Kami menemukan bahwa keterbatasan kapasitas hewan non-manusia dapat dijelaskan dengan jenis memori sederhana yang tidak menunjukkan informasi berurutan dengan tepat. Dengan menggunakan model matematis, kami menunjukkan bahwa memori sederhana ini menjelaskan hasil dari percobaan hewan," ujar Stefano Ghirlanda, pemimpin utama penelitian sekaligus Profesor Psikologi di Brooklyn College dan CUNY Graduate Centre.

Penelitian ini dapat menjelaskan mengapa tidak ada hewan yang terlatih dalam bahasa dan berhasil menguasai aspek sekuensial bahasa, seperti perbedaan antara "anjing menggigit wanita" dan "wanita menggigit anjing". Para peneliti memiliki hipotesis bahwa beberapa waktu selama masa prasejarah manusia, kemampuan untuk mengenali dan mengingat suatu rangkaian rangsangan telah berevolusi, mendukung evolusi bahasa, perencanaan, dan penalaran tingkat bahasa.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Soal Kelompok Tertentu yang Politisasi Isu Rohingya, Kapolri Benar
7 September 2017, by Gatot Swandito
"Dari hasil penelitian itu bahwa isu ini lebih banyak dikemas untuk digoreng untuk menyerang pemerintah. Dianggap lemah," kata Kepala Polri Jenderal ...
Smartphone Ada di Lukisan Tua Ini, Mungkinkah Penjelajah Waktu?
29 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seorang pelukis Italia, Umberto Romano pada tahun 1937 membuat lukisan dengan judul "Mr Pynchon and the Settling of Springfield". ...
Persib Bandung Permalukan PSMS Medan Dikandangnya Sendiri
6 Juni 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Trend positif diperoleh Persib Bandung saat melawat ke kandang PSMS Medan dengan menaklukkan tuan rumah dengan skor cukup telak 3 - 0. Sebelumnya ...
Tak Capai Target Siap – siap Minum Air WC
5 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pada sebuah perusahaan pemasaran (marketing) target adalah harga mutlak yang harus di capai dalam setiap bulannya. Ada sebagian marketing atau ...
robin
29 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Di sebuah Asrama Mahasiswa di Bogor suatu hari kedatangan beberapa orang SPG yang cantik-cantik. Ketika sudah banyak mahasiswa yang berkerumun, salah seorang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab