Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Masyarakat Pedalaman Kalimantan minta Pesawat MAF tetap Beroperasi

Masyarakat Pedalaman Kalimantan minta Pesawat MAF tetap Beroperasi

27 November 2017 | Dibaca : 1045x | Penulis : Admin

Tampang.com – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, mengaku malu karena hampir setiap tahun masalah ‘klasik’ terkait izin penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) menjadi hal yang diributkan. 

Hal tersebut menurutnya wajib menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan. 

Saat ini, kata bupati, mobilisasi barang dan orang ke wilayah perbatasan dan pedalaman sangat susah. Karena, frekuensi layanan penerbangan yang melayani pedalaman dan perbatasan berkurang semenjak MAF tidak terbang. 

Tidak hanya masyarakat, dirinya sebagai kepala daerah pun kesusahan untuk bepergian ke pedalaman dan perbatasan untuk kegiatan pembangunan. 

“Kan persoalan kita sekarang mobilisasi orang, barang dan jasa. Artinya jasa pelayanan kepada masyarakat. Saat ini saya ke perbatasan susah, kalau saya pakai tiket maskapai yang ada selain MAF, kasihan masyarakat tidak dapat tiket,” ungkapnya, Sabtu (25/11) di rumah jabatan Bupati Malinau. 

Menurutnya, kalau pemerintah daerah harus mencarter pesawat selain MAF tentu harus membayar mahal, karena maskapai lain murni ambil untung dan tidak seperti MAF yang tujuannya memang misi pelayanan. Apalagi saat keadaan penurunan pendapatan saat ini. 

 “Kalau saya terbang, kasian masyarakat tertahan untuk terbang. Terus saya paksakan ke perbatasan, tidak nyaman bagi saya. Lalu kalau saya tidak pergi, pekerjaan pemerintah gak jalan,” katanya dilematis.

Ia berharap pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengambil kebijakan khusus terkait penerbangan MAF. 

Karena, tegas bupati, yang menggunakan jasa MAF bukan hanya di Malinau, tidak hanya orang Dayak, tidak hanya orang perbatasan, tapi semua rakyat Indonesia yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, katanya lagi, pejabat pemerintah dari gubernur sampai pejabat terendah sudah pernah pakai jasa MAF. 

“Bagi saya, bukan masalah masyarakat marah, tidak. Tapi malu kita. Malu rasanya kita. Kenapa, perbatasan di negara tetangga tenang-tenang, tapi di perbatasan kita ribut sekali,” ungkapnya prihatin. 

Ia pun meminta pemerintah pusat untuk tetap melanjutkan penerbangan MAF dan tidak memberlakukan kebijakan pembekuan atau mengganti jadi niaga. Kecuali, kalau di Kaltara sudah terbangun jalan yang bagus untuk menghubungkan dari perbatasan dan pedalaman atau ada jasa penerbangan yang mampu melayani seperti MAF, baru kebijakan itu diberlakukan. 

Masyarakat pasti bertanya-tanya kenapa dulu MAF bisa melayani penerbangan, kenapa sekarang tidak bisa. Bupati pun meminta kebijakan diambil jangan disamakan dengan Jakarta yang kapanpun mau berangkat bisa karena ada banyak penerbangan. 

“Di sini ada yang mau melayani penerbangan, kenapa kita buat susah,” ucapnya dengan nada kesal. 

Ia pun menganggap kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) keliru, kebijakan tersebut menyakitkan rakyat sendiri.

“Ya mudahan-mudahan ini kebijakan tidak sengaja lah. Tapi kalau sengaja, ini sangat keterlaluan. Marilah kita berpikir ini untuk negara, sekali lagi saya katakan negara. Catat dengan tegas pak. Ini soal pemerintah soal negara. Jangan remehkan ini, kami pemerintah di daerah ini ingin negara terhormat di perbatasan,” tegasnya. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

RI Kuasai Saham Freeport, RI Disorot Dunia
15 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Salah satu hal yang menjadi sosortan dunia adalah kemampuan RI untuk menguasai Freeport. Kini, RI telah menguasai 51 persen saham Freeport. ...
Stop Meniup Makanan Panas!
23 Juli 2017, by Dika Mustika
Pernahkah merasa sangat lapar dan tak sabar ingin makan sesuatu? Tunggu dulu! Ternyata menyantap makanan, ada aturan tertentu, khususnya dalam menyantap ...
sholat di awal waktu
4 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Ternyata anjuran tersebut sangat luar biasa....... Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan ...
Antisipasi Peredaran Narkoba, Unnes Adakan Tes Urin Maba
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk melakukan tes urin terhadap ribuan ...
pantai menganti
13 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Pantai Menganti adalah hamparan pasir putih berpadu dengan birunya air laut. Pantai ini dikelilingi bukit hijau dan tebing alam yang menjulang tinggi. Pantai ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview