Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Masyarakat Pedalaman Kalimantan minta Pesawat MAF tetap Beroperasi

Masyarakat Pedalaman Kalimantan minta Pesawat MAF tetap Beroperasi

27 November 2017 | Dibaca : 579x | Penulis : Admin

Tampang.com – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, mengaku malu karena hampir setiap tahun masalah ‘klasik’ terkait izin penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) menjadi hal yang diributkan. 

Hal tersebut menurutnya wajib menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan. 

Saat ini, kata bupati, mobilisasi barang dan orang ke wilayah perbatasan dan pedalaman sangat susah. Karena, frekuensi layanan penerbangan yang melayani pedalaman dan perbatasan berkurang semenjak MAF tidak terbang. 

Tidak hanya masyarakat, dirinya sebagai kepala daerah pun kesusahan untuk bepergian ke pedalaman dan perbatasan untuk kegiatan pembangunan. 

“Kan persoalan kita sekarang mobilisasi orang, barang dan jasa. Artinya jasa pelayanan kepada masyarakat. Saat ini saya ke perbatasan susah, kalau saya pakai tiket maskapai yang ada selain MAF, kasihan masyarakat tidak dapat tiket,” ungkapnya, Sabtu (25/11) di rumah jabatan Bupati Malinau. 

Menurutnya, kalau pemerintah daerah harus mencarter pesawat selain MAF tentu harus membayar mahal, karena maskapai lain murni ambil untung dan tidak seperti MAF yang tujuannya memang misi pelayanan. Apalagi saat keadaan penurunan pendapatan saat ini. 

 “Kalau saya terbang, kasian masyarakat tertahan untuk terbang. Terus saya paksakan ke perbatasan, tidak nyaman bagi saya. Lalu kalau saya tidak pergi, pekerjaan pemerintah gak jalan,” katanya dilematis.

Ia berharap pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengambil kebijakan khusus terkait penerbangan MAF. 

Karena, tegas bupati, yang menggunakan jasa MAF bukan hanya di Malinau, tidak hanya orang Dayak, tidak hanya orang perbatasan, tapi semua rakyat Indonesia yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, katanya lagi, pejabat pemerintah dari gubernur sampai pejabat terendah sudah pernah pakai jasa MAF. 

“Bagi saya, bukan masalah masyarakat marah, tidak. Tapi malu kita. Malu rasanya kita. Kenapa, perbatasan di negara tetangga tenang-tenang, tapi di perbatasan kita ribut sekali,” ungkapnya prihatin. 

Ia pun meminta pemerintah pusat untuk tetap melanjutkan penerbangan MAF dan tidak memberlakukan kebijakan pembekuan atau mengganti jadi niaga. Kecuali, kalau di Kaltara sudah terbangun jalan yang bagus untuk menghubungkan dari perbatasan dan pedalaman atau ada jasa penerbangan yang mampu melayani seperti MAF, baru kebijakan itu diberlakukan. 

Masyarakat pasti bertanya-tanya kenapa dulu MAF bisa melayani penerbangan, kenapa sekarang tidak bisa. Bupati pun meminta kebijakan diambil jangan disamakan dengan Jakarta yang kapanpun mau berangkat bisa karena ada banyak penerbangan. 

“Di sini ada yang mau melayani penerbangan, kenapa kita buat susah,” ucapnya dengan nada kesal. 

Ia pun menganggap kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) keliru, kebijakan tersebut menyakitkan rakyat sendiri.

“Ya mudahan-mudahan ini kebijakan tidak sengaja lah. Tapi kalau sengaja, ini sangat keterlaluan. Marilah kita berpikir ini untuk negara, sekali lagi saya katakan negara. Catat dengan tegas pak. Ini soal pemerintah soal negara. Jangan remehkan ini, kami pemerintah di daerah ini ingin negara terhormat di perbatasan,” tegasnya. 

 

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ternyata Posisi Tidur Ungkapkan Profesi Kamu
24 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagaimana posisi ketika kamu tidur? Terlentangkah? atau menyamping? Posisi tidur ini ternyata mampu ungkapkan kepribadian kamu. Lebih ...
kecepatan cahaya
3 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Pada tahun 2015, tim ilmuwan Skotlandia mengumumkan bahwa mereka telah menemukan cara untuk memperlambat kecepatan cahaya. Dengan mengirimkan foton dalam ...
alvaro morata
11 Juni 2017, by Tonton Taufik
Kemungkinan besar, Senin besok, Manchester United (MU) akan mendapatkan Alvaro Morata dengan nilai transfer fee £64.1 juta. MU sangat membutuhkan striker ...
Dua Pembalap Tim Suzuki Ecstar Gagal Mendapatkan Poin di MotoGP Malaysia
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Tim Suzuki Ecstar mengalami hasil yang buruk ketika melakukan balapan di Sirkuit Sepang Malaysia pada pergelaran seri ke 17 MotoGP 2017. Dua pembalapnya gagal ...
Relawan Selendang Putih Deklarasi Gatot Nurmantyo Sebagai Capres 2019
24 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setelah dua nama yang hampir sudah bisa dipastikan maju sebagai capres di pemilu 2019, kini nama Gatot Nurmantyo yang sejak beberapa waktu terakhir masuk dalam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab