Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kualitas Beras asal Jawa masih Disukai Masyarakat di Kalimantan

Kualitas Beras asal Jawa masih Disukai Masyarakat di Kalimantan

2 November 2017 | Dibaca : 636x | Penulis : Admin

Tampang.com -  Meski beras produksi petani Kalbar dinyatakan surplus, beberapa distributor mengakui masih menjual beras yang didatangkan dari Jawa. Kualitasnya mengalahkan beras lokal. 

Seperti disebut oleh Ali. Salah seorang distributor beras di Pasar Mawar, Pontianak, itu mengatakan beras yang dia jual kebanyakan didatangkan dari Jawa. “(Selain kualitas, red), kondisi berasnya lebih cantik yang dari Jawa, kalau di sini (beras lokal) masih di bawah lah,” ungkap Ali, 

Tak hanya itu, ia mengungkap, hasil gilingan petani lokal belum begitu rapi. Masih terdapat banyak kulit padi di beras yang diambilnya dari petani lokal.

Pedagang beras lainnya, Valentinus, memaparkan hal yang sama. Kata dia, beras lokal kebanyakan berjenis beras pera serta memiliki tekstur warna yang berbeda dengan beras Jawa.

“Beras lokal ini kalau dimasak kebanyakan jadi keras,” bebernya.

Sedangkan A Kok, pedagang beras di pasar yang sama, mengakui lebih banyak menjual beras asal Jawa karena jenisnya yang lebih bervariasi. Dan beras Jawa masih jadi habbit (kebiasaan) untuk dikonsumsi para pelanggannya.

“Hanya orang tertentu saja yang cari (beras lokal). Orang kebanyakan lebih suka beras Jawa, mungkin sudah kebiasaan masyarakat sini konsumsi beras Jawa,” ujar A Kok.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kalbar, Heronimus Hero menuturkan, pola petani pascapanen yang menumpuk gabah menjadi salah satu faktor turunnya kualitas beras lokal Kalbar. “Ditumpuk dua-tiga hari baru giling kualitasnya akan turun, karena enzimatis dari kegiatan fisiologis gabah pascapanen itu tetap berlangsung, itu yang tidak baik,” papar Hero.

Dikatakannya, pola tersebut masih dilakukan oleh sebagian besar petani Kalbar. Penurunan kualitas dapat dilihat dari perubahan warna putih menjadi coklat pada beras. Pun menjadi keras, kemudian gampang pecah.

“Pola seperti ini memang harus kita rombak, memberikan informasi ke masyarakat bahwa yang bagus itu, begitu panen langsung rontok dan jemur,” jelasnya.

Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor kenapa beras di luar negeri seperti Thailand berkualitas bagus. “Kalau kita ini kan masih banyak faktor, seperti penguasaan teknologi, pemahaman tentang arti benih pascapanen, dan peralatan masih kurang,” aku Hero.

Sebenarnya, ia mengatakan, Indonesia telah memiliki mesin tani Combine Harvester yang mampu membantu petani lokal saat pascapanen.  Selain beras bisa digunakan untuk mengolah jagung. 

“Tapi memang harganya agak lumayan, kalau kecil mungkin seratus juta rupiah, kalau yang sedang dua ratus juta rupiah, yang besar tiga ratus juta rupiah,” ungkapnya.

Nah, yang bisa dilakukan petani secara mandiri adalah mengolah padi pascapanen dengan cara yang tepat. Bisa saja menggunakan alat pedal thresher yang harganya lebih murah.

“Paling mahal lima belas juta, itu bisa membantu merontokkan gabah,” pungkas Hero. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

6 Tips Menjadi Karyawan Teladan di Tempat Kerja
25 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Karyawan yang memiliki reputasi baik, kinerja baik, dan prestasi yang baik di perusahaan adalah karyawan yang disukai atasan. Karyawan semacam di atas ...
xavi
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mantan pemain Barcelona Xavi Hernandez tak bosan-bosan untuk memuji mantan rekannya di Barcelona Lionel Messi. Xavi percaya kehebatan Messi tidak ...
4 Cara Ini Buat Tidur Kamu Cepat Lelap
10 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Aktifitas harian yang padat dan melelahkan membuat kita ingin istirahat secepatnya. Namun, biasanya hal ini tak semudah yang dipikirkan. Sebagian ...
Cetak 33 Gol dari 11 Pertandingan, Juventus Jadi Klub Tersubur di Liga Italia Seri A 2017/2018
4 November 2017, by Rachmiamy
Juventus memulai Liga Italia Seri A musim 2017/2018 dengan hasil cukup memuaskan. Hingga pekan ke sebelas, La Vecchia Signora berada di posisi ketiga klasemen ...
tunda pekerjaan
14 Mei 2017, by Fikri Faturrahman
Diberi waktu jeda satu minggu untuk mengerjakan tugas, tapi dikerjainnya adalah satu hari sebelum deadline, ini fakta? Fakta! Saya pun sering mengalami hal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview