Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kini, Tingkatkan Kreativitas dan Belajar Coding Lebih Penting dari Belajar Bahasa Inggris

Kini, Tingkatkan Kreativitas dan Belajar Coding Lebih Penting dari Belajar Bahasa Inggris

13 Oktober 2017 | Dibaca : 472x | Penulis : Rindang Riyanti

Di era perkembangan teknologi dan globalisasi seperti saat ini, banyak orang yang belajar bahasa Inggris agar mahir berkomunikasi dengan seluruh orang di dunia.

Tapi rupanya di era digital, belajar coding dianggap lebih penting.

Hal tersebut diungkapkan CEO Apple Tim Cook saat sesi video interview dengan laman Kombini.

Meski durasi video tersebut cukup singkat, tapi sejumlah informasi diungkap oleh orang nomor satu di perusahaan pembuat iPhone itu.

Dalam sesi interview itu Cook menjelaskan bahwa Apple memiliki latar belakang kreatif sejak Mac pertama di buat. Tim yang terlibat dalam penciptaan Mac tidak hanya insinyur dan ilmuan komputer, tapi juga musisi dan artis.

CEO Apple itu juga menjelaskan dampak aplikasi mobile dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang dicontohkannya adalah belajar gitar dulu cukup susah. Tapi sekarang bisa dilakukan dengan mudah lewat aplikasi.

Saat bicara soal programing, Cook mengatakan bahwa pemuda Prancis baiknya belajar coding ketimbang bahasa Inggris. Karena bahasa memprograman bisa menjangkau lebih banyak orang di dunia.

"Saya bukan tidak membolehkan orang belajar bahasa Inggris, tapi lewat bahasa memprograman kita bisa mengekspresikan diri ke tujuh miliar orang di dunia," katamya.

Cook pun berharap coding dapat masuk dalam kurikulum sekolah di seluruh dunia. Karenanya Apple membuat bahasa pemprograman semudah mungkin agar dapat dipelajari oleh siapapun.

Saat ini Apple memiliki bahasa Swift yang mudah dipelajari seperti mudahnya menggunakan perangkat Apple. "Ini bahasa pemprograman yang semua orang butuhkan. Bukan hanya untuk mereka yang mahir ilmu komputer, tapi untuk semua orang," tegasnya.

Tapi di atas semua itu, Cook menitik beratkan pada kreatifitas.

Karena coding hanyalah alat untuk mewujudkan itu.

"Kreativitas berada di jok depan, sementara teknologi di jok belakang. Tapi kita harus mengkombinasikan keduanya. Ini akan menjadi sesuatu yang powerfull sekarang," tandasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Harga Komoditas Cabai Mengalami Penurunan, Bawang Putih Naik Rp 2000
26 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampag.com - Pekan terakhir Maret 2018, harga bahan pangan utama komoditas cabai mengalami penurunan harga. Bukan hanya cabai merah, cabai keriting dan ...
Klarifikasi Pemprov Aceh Terkait Isu Hukum Pancung
17 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diberitakan di beberapa media, sebelumnya mengenai isu diberlakukannya hukum pancung di Aceh. Terkait informasi yang beredar tersebut Kepala Bidang ...
5 Kebiasaan Ini Bantu Kamu Lebih Baik di Tempat Kerja
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiap orang memiliki kebiasaan masing-masing yang tentunya berbeda dengan orang lain. Ada yang baik, ada juga kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ...
Pasangan Ganda Campuran Tontowi dan Liliyana tidak Turun di Hongkong Open Super Series 2017
22 November 2017, by Admin
Tampang.com - Sebanyak tiga wakil ganda campuran Pelatnas PBSI dipastikan turun pada Hong Kong Open Super Series 2017. Mereka adalah Praveen Jordan/Debby ...
Dengan Desain Futuristik, Perpustakaan di Tiongkok Ini Menjadi yang Terkeren di Dunia
18 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perpustakaan umumnya memiliki penampilan dan kesan kuno. Namun, tak dipungkiri juga ada perpustakaan yang berarsitektur megah. Berbeda dengan ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab