Tutup Iklan
hijab
  
login Register
demo ahok

Idealisme Hangat Hangat Tahi Ayam

11 Mei 2017 | Dibaca : 4213x | Penulis : Tonton Taufik

Sebelum pemilihan:

Armando: "Mayoritas masyarat DKI adalah golongan masyarakat terdidik. Mereka adalah pemilih rasional. Mereka tidak akan terpengaruh oleh isu-isu agama."

Setelah pemilihan:

Armando: "57.9 persen masyarakat DKI GOBLOK semua!"

šŸ˜©

 

Sebelum hakim memutuskan:

Abu Janda: "Semua harus menerima keputusan hakim. Kita harus belajar dewasa sebagai warga negara. Ini negara hukum, Bung!"

Setelah hakim memutuskan:

Abu Janda: "Hakim b*ngsat! Negara apa ini? Pasti hakimnya disuap! Bebaskan Ahok sekarang juga. Dia tidak bersalah. Jusuf Kalla harus mundur dari kursi Wapres!"

šŸ˜„

 

Sebelum sidang berakhir:

Jelantik: "Itu yang demo-demo tanggal cantik apa pengangguran semua ya? Seharian demo kayak orang nggak punya kerjaan. Dasar kaum radikal intoleran!"

Dan dari kemarin sore hingga tadi malam, Jelantik termasuk salah satu demonstran yang menangis sambil memeluk tiang listrik di depan LP Cipinang. Membakar apa saja yang bisa dibakar, dan bersama teman-temannya berusaha merobohkan pagar bangunan LP. Dan akhirnya Ahok harus dipindahkan karena keamanannya terancam oleh pendukungnya sendiri.

 

***

 

Armando, Abu Janda, dan Jelantik, adalah gambaran 42% masyarakat kita yang idealismenya bisa berubah-ubah secara drastis, tergantung mood mereka. Perubahannya tidak lagi hitungan tahun. Idealisme mereka bisa berubah dalam hitungan detik.

Mereka begitu mudah mencap orang lain yang tidak sepaham dengan mereka sebagai golongan radikal, anti pancasila, tidak taat hukum, intoleran, dan label-label negatif lainnya. Padahal di satu sisi, mereka sendiri mempraktekkan semua secara vulgar.

Mereka juga yang dulu menangis terisak-isak ketika pemerintahan SBY menaikkan BBM bersubsidi sebesar 500 rupiah, ketika pemerintah saat itu tidak lagi mampu menanggung beban subsidi BBM akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia. Mereka mengutuk SBY sebagai vampir penghisap darah rakyat.

Lalu ketika pemerintahan berganti, kemudian mereka berbalik menjadi golongan yang mengutuk orang-orang yang menangis ketika pemerintah menghapus hampir semua subsidi, sebagai golongan masyarakat manja dan pemalas.

Begitulah. Harap maklum. Yang waras ngalah!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bang Yos: Pasangan Anies-Sandi Memiliki Sikap Rendah Hati
19 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengunjungi Sutiyoso atau Bang Yos di Cibubur, Jakarta Timur, Senin (19/6). ...
Berikut Ini Lowongan Kerja BUMN Konstruksi
2 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Apakah Anda tertarik untuk bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti tahapan proses ...
Mertuaā€¦.? Takutā€¦? Tenang atasi Dengan Ini
1 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Menikah adalah suatu kewajiban dan kebahagiaan yang tiada tara apabila kita menikah dengan pilihan kita seseorang yang kita sayangi. Namun kadang ...
Ceramah Amin Rais Bernada Politis di Balai Kota Memunculkan Kontroversi
25 April 2018, by oteli w
Ceramah Amin Rais Bernada Politis di Balai Kota Memunculkan Kontroversi Pada hari Selasa (24/4/2018), Mantan Ketua MPR Amien Rais menyampaikan sambutan ...
Teknik Pemindaian Dapat Membantu Menentukan Waktu Stroke
18 Mei 2018, by Slesta
Teknik pemindaian MRI yang baru dapat membantu dokter untuk lebih baik ketika seseorang mengalami stroke dan apakah obat penghancur gumpalan darah akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab