Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Hati-Hati Lemak di Perut Sebabkan Kanker!

Hati-Hati Lemak di Perut Sebabkan Kanker!

27 Agustus 2017 | Dibaca : 333x | Penulis : Rio Nur Arifin

Sebuah penelitian baru membuat dua penemuan penting: pertama, berkaitan dengan bagaimana sel-sel berubah menjadi tumor ketika "dibantu" oleh protein tertentu, dan kedua, penemuan ini menunjukkan bahwa sumber protein tersebut mungkin terletak pada lemak perut yang menumpuk.

Penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Oncogene ini dipimpin oleh Jamie Bernard, asisten profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University di East Lansing. Penulis pertama studi ini adalah Debrup Chakraborty, seorang mahasiswa postdoctoral di laboratorium Prof. Bernard.

Sebuah badan penelitian menunjukkan bahwa lemak meningkatkan risiko kanker. Namun sedikit yang diketahui tentang bagaimana lemak mempengaruhi proses dimana sel non-kanker berubah menjadi kanker.

"Meskipun ada beberapa kemajuan dalam mengobati kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien, jumlah kasus baru terus meningkat," kata Prof. Bernard.

Begitu pula obesitas. Saat ini, 38 persen orang di Amerika Serikat diperkirakan mengalami obesitas, dan tingkat tersebut diperkirakan mencapai 42 persen pada tahun 2050.

"Penting untuk memahami penyebab kanker sehingga kita bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengurangi jumlah kasus kanker dengan menggunakan modifikasi diet atau intervensi terapeutik," kata Prof. Bernard.

Secara khusus, penting untuk meneliti secara lebih mendalam efek lemak visceral, atau jaringan adiposa viseral (PPN), pada perkembangan kanker.

Lemak visceral adalah lemak yang menyimpan beberapa organ vital di dalam perut, seperti hati, pankreas, dan usus. Sebaliknya, lemak subkutan adalah lemak yang tersimpan tepat di bawah kulit.

Protein FGF2 yang ditemukan di lemak perut bisa menggerakkan kanker.

Para peneliti menemukan bahwa PPN menghasilkan faktor pertumbuhan fibroblas-2 (FGF2) dalam jumlah yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan lemak subkutan.

Selain itu, dengan menggunakan uji proliferasi, para ilmuwan mengungkapkan bahwa FGF2 mendorong sel epitel kulit dan mammae yang "sudah rentan terhadap protein" untuk berubah menjadi sel kanker.

Prof. Bernard dan tim juga mengambil sampel jaringan PPN dari wanita yang telah menjalani histerektomi dan menemukan bahwa ketika jaringan lemak memiliki sekresi protein FGF2 yang lebih tinggi, lebih banyak sel yang kemudian membentuk tumor kanker saat ditransplantasikan ke tikus.

"Ini akan menunjukkan bahwa lemak dari kedua tikus dan manusia dapat membuat sel non-tumorigenik dengan ganas berubah menjadi sel tumorigenik," kata Prof. Bernard.

Mengacu pada kelebihan berat badan sebagai faktor risiko kanker, Prof. Bernard mengatakan, "Studi kami menunjukkan bahwa indeks massa tubuh, atau BMI, mungkin bukan indikator terbaik."

"Ini adalah obesitas perut, dan bahkan lebih khusus lagi, tingkat protein yang disebut faktor pertumbuhan fibroblas-2 yang mungkin menjadi indikator yang lebih baik untuk risiko sel menjadi kanker."

Namun faktor risiko kanker lainnya tidak boleh diabaikan.

Ke depan, Prof. Bernard dan rekannya berencana mencari senyawa yang bisa menghentikan efek FGF2 dan menghambat terbentuknya tumor kanker.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menjadi Pencicip Air, Pria Ini Mampu Menghasilkan Rp 500 Juta Setahun
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Martin Riese, pria asal Los Angeles, Amerika Serikat ini ternyata memiliki pekerjaan yang tak kalah unik. Dia menjadi pencicip spesialis air ...
Tips Mudah Hilangkan Bau Prengus pada Daging Kambing
31 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Daging kambing memang banyak diminati orang terutama diolah dengan cara di sate. Lebaran Idul Adha besok sangat identik dengan olahan daging ...
Cacat Protein Sebabkan Cacat Intelektual
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Kecacatan intelektual sering disebabkan oleh mutasi yang merusak gen. Akibatnya, gen yang dimaksud bertindak dengan cara yang sama sekali berbeda. Periset dari ...
DPR : Catatan Fraksi PKB untuk Sri Mulyani Terkait Target RAPBN 2019
28 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam rangka mengevaluasi pencapaian keuangan RI, DPR telah menggelar rapat paripurna bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri MUlyani ...
Modus Penipuan dengan Mengaku Keponakan Polri, Wanita Ini Diciduk Polisi
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Seorang wanita bernama Titin Hendiko melakukan praktik penipuan dengan kedok mengaku sebagai keponakan Kapolri. Satu per satu kejahatannya mulai ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab