Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
fahira idris

Fahira Idris: Calon Senator Diseleksi DPRD, Ide Konyol dan Melecehkan

27 April 2017 | Dibaca : 2001x | Penulis : Tonton Taufik

Tampang.com - Jakarta, 27 April 2017, Mengemukanya wacana calon senator atau calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan diseleksi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelum dipilih langsung oleh masyarakat pada pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) antara DPR dan Pemerintah dikecam banyak pihak. Usulan yang menurut Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu ini dilatarbelakangi oleh kerisauan terhadap kondisi DPD, dianggap bukan hanya keluar konteks tetapi juga tidak ada korelasinya sama sekali.

“Bakal calon senator diseleksi DPRD itu ide paling konyol dan juga melecehkan institusi DPD karena baik secara filosofis, sosiologis, dan yuridis, wacana ini sama sekali bertolak belakang dengan agenda reformasi dan sistem ketatanegaraan yang hendak kita bangun. Jika DPR dan Pemerintah tetap ngotot meloloskan ide ini, saya orang pertama yang akan gugat aturan calon senator harus diseleksi DPRD ke MK,” tukas Senator Jakarta Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (27/4). 

Kerisauan terhadap kondisi DPD yang menjadi latar belakang munculnya wacana ini juga dianggap Fahira mengada-ngada dan tidak beralasan. Karena isu utama soal DPD saat ini bukan proses pemilihannya yang harus mengumpulkan KTP dukungan warga, tetapi bagaimana memantapkan penguatan peran DPD agar bisa meringankan beban dan tugas yang diemban DPR sehingga kinerja parlemen lebih maksimal. 

“Yang patut kita khawatirkan itu kinerja DPR yang tidak pernah capai target prolegnas. Yang kita patut kita risaukan banyaknya oknum anggota DPR yang terjerat kasus korupsi. Yang harus kita pikirkan bersama bagaimana parpol mampu menjadi yang terdepan mengkampanyekan penyadaran antikorupsi dan antipolitik uang kepada semua kadernya. Kenapa DPD belum maksimal, karena perannya tak kunjung dikuatkan. Masalahnya disitu,” tegas Wakil Ketua Komite III DPD ini. 

Fahira mengingatkan, salah satu sebab besarnya gelombang penolakan saat UU Pilkada sempat memutuskan bahwa kepala daerah dipilih DPRD (kemudian dibatalkan lewat Perppu) adalah selain mengingkari kedaulatan rakyat, bertentangan dengan konstitusi juga diyakini akan menyemai praktik politik uang. Menyeleksi calon senator oleh DPRD bukan hanya sebuah langkah mundur jauh ke belakang, tetapi juga sebuah ide yang tidak inovatif sama sekali.

“Anggota DPD tidak akan mungkin terpilih jika mereka tidak punya basis massa yang kuat dan mengakar di daerah yang mereka wakili. Kami tidak akan jadi calon senator jika kami tidak dapat restu langsung dari rakyat yang rela memberikan dukungannya lewat KTP. Kami punya ikatan emosional langsung dengan konstituen di daerah kami masing-masing. Proses meminta dukungan langsung inilah yang menjadi substansi hadirnya DPD agar dia bisa berdiri di semua golongan tidak tersekat kepentingan parpol. Jadi saya berharap baik Pansus RUU Pemilu dan Pemerintah bisa bijak dalam melihat ini,” pungkas Fahira. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Badan Sehat dengan Minum Jus Pare Jahe Tiap Pagi, Ini Manfaat Lengkapnya
11 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di pagi hari yang baik untuk kesehatan kamu. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi jus di pagi hari. Jika ...
kebahagiaan sejati
2 Juli 2017, by Dony Prattiwa
Kawan... Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama. Ketika kita membawa tas atau ...
Dampak ( + ) dan  (- ) dari Perkembangan Teknologi dan Zaman
24 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Perkembangan teknologi dan segala dampaknya adalah hal yang nggak bisa kita hindari. Kalo diperhatiin sih, perkembangan teknologi sebenernya ...
Heboh Isi Surat Lowongan Kerja RSUD Tarakan yang Ternyata Hoax
4 November 2017, by Admin
Tam*ang.com  – Jagat dunia maya di masyarakat Tarakan dihebohkan dengan beredarnya surat keputusan Wali Kota Tarakan, tentang penetapan ...
Ternyata, ini Arti Garis Kuning dan Putih di Jalanan, Kamu Udah Tau?
27 Februari 2018, by Zeal
Sering kali ketika melintasi jalanan, kita melihat garis putih dan kuning di aspal. Namun kita tidak tahu apa arti dari garis tersebut. Kebanyakan dari kita ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab