Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Dinilai tidak Manusiawi saat Grebek Pesta Gay, Polisi : Kami Lakukan Sesuai Standar

Dinilai tidak Manusiawi saat Grebek Pesta Gay, Polisi : Kami Lakukan Sesuai Standar

23 Mei 2017 | Dibaca : 1084x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian pada pesta seks gay di salah satu ruko di Kawasan Kelapa Gading pada hari minggu ( 21-5-2017 ) banyak yang menilai kurang manusiawi. Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan, menilai tindakan polisi dalam melakukan penggerebekan ini kurang manusiawi dan melanggar privasi ratusan orang dalam pesta tersebut. "Peserta seks yang digerebek dibawa ke Polsek Jakarta Utara dalam keadaan telanjang dan berpakaian seadanya. Foto dan video yang sudah tersebar bisa menanamkan kebencian masyarakat" kata Ricky saat jumpa pers di Gedung LBH Menteng, Jakarta Pusat.

Menanggapi kritikan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan " Saat dilakukan pemeriksaan, ada yang mengatakan bahwa yang diamankan diperlakukan tidak baik, itu bohong dan tidak benar" bantah Argo. Argo juga menjelaskan bahwa para pria peserta seks yang jumlahnya 141 ini sebelum dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara semuanya mengenakan busana tidak seperti yang diberitakan orang bahwa mereka banyak yang telanjang.

Masalah makan juga, Argo menjelaskan "Kita beri makan, kita beri fasilitas mereka untuk istirahat, untuk duduk juga, semua terekam CCTV kalau ada yang bilang mereka tidak dikasih makan, itu tidak benar".

Untuk pemeriksaan urine dan HIV, pihak kepolisian memang melakukan hal tersebut karena sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Dimana setiap dilakukan razia atau penggerebekan di tempat hiburan selalu diadakan tes ini karena untuk mengetahui apabila ada diantara peserta seks ini yang menggunakan narkoba atau terjangkit HIV. 

Baca : Penggerebekan Pesta Seks Sesama Jenis : Ancaman Hukumannya Berat, tapi tetap saja ada yang Nekat.

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine, 126 pria peserta seks ini dibebaskan karena terbukti tidak ikut serta dalam melakukan pelanggaran, sementara 15 orang lainnya masih ditahan pihak kepolisian. 10 orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu 4 orang pengelola ruko, 4 orang penari striptis dan 2 orang pengunjung yang sedang ikut menari saat penggerebekan terjadi. Sementara 5 orang lainnya diamankan karena positif menggunakan narkoba.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rusia Menyebabkan 'kekacauan cyber-space', kata mantan bos GCHQ
10 Juli 2017, by Slesta
Pemerintah Rusia merupakan ancaman bagi demokrasi, kata mantan direktur GCHQ, Robert Hannigan. Ada "jumlah yang tidak proporsional dari kekacauan di ...
hand robot
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah tim peneliti dari University of Houston telah melaporkan sebuah terobosan dalam elektronika yang berfungsi sebagai kulit buatan, yang memungkinkan ...
Kesepian yang Meluas Membunuh Orang Dan Kita Perlu Memulai Mengambil Langkah Serius
13 Agustus 2017, by Slesta
Periset memperingatkan bahwa kesepian dan isolasi sosial menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih besar daripada masalah obesitas yang banyak ...
BNN
23 Mei 2017, by Zeal
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), menilai ada keterlibtan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam penyebaran narkoba di ...
Ini Kriteria Terpenting Dalam Mencari Pasangan Hidup
1 Maret 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Walau kesuksesan bergantung pada tekad dan pola pikirmu, suami atau istri sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. Mereka yang memiliki ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite