Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Cerdaskan tentang Penarikan Pajak, Dirjen Pajak Berikan Kuliah Umum di Fisip UI

Cerdaskan tentang Penarikan Pajak, Dirjen Pajak Berikan Kuliah Umum di Fisip UI

16 Oktober 2017 | Dibaca : 519x | Penulis : Rindang Riyanti

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menjelaskan mengenai penarikan pajak dalam kuliah umumnya di FISIP UI. 

Di Indonesia, pajak dibutuhkan untuk pembangunan negara. Anggaran pendapatan belanja negara (APBN) mengandalkan pajak. Ken menjelaskan bahwa di Indonesia sudah dilakukan sejak dulu.

"Dulu orang Indonesia itu paling pelit bayar pajak, jadi penarikan memang harus sesuai dengan Undang-undang," kata Ken di Kuliah umum di FISIP UI, Depok, Sabtu (14/10/2017).

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa kontribusi pajak yang masuk ke kas negara digunakan untuk pembangunan negara secara gotong royong.

Selain itu, penerimaan pajak bisa dilakukan dari mana saja.

"Banyak orang yang menanyakan ke saya, pak kenapa handphone (HP) dikenakan pajak? Masak saya pakai HP saja kena pajak. Padahal kan semua orang pasti bayar pajak mulai dari PPn sampai PPh," tambah dia.

Dia menjelaskan, semua warga negara pasti bayar pajak. Mulai dari membeli air mineral sampai beli materai. Semua hal yang kita beli dan kita lakukan di negara ini dikenai pajak.

"Beli air saja kita bayar Ppn kan, bea materai kalau mau kawinan juga bayar pajak," tambah dia.

Lalu juga pajak kendaraan, banyak masyarakat yang mengeluh sudah membayar pajak tapi masih dibatasi dalam melewati ruas jalan.

"Banyak yang bilang juga ke saya, pak saya kan sudah bayar pajak kendaraan, masa motor saya nggak boleh lewat jalur cepat. Tapi kan motor memang aturannya di jalur lambat ya," imbuh dia.

Dia mengatakan tahun lalu penerimaan pajak tercatat Rp 1.283 triliun. Dari Direktorat Jenderal Pajak terkumpul 74%.

"Bisa dibayangkan sebanyak itu dalam setahun, artinya kami harus cari Rp 100 triliun per bulan, sehari Rp 3 triliun kan. Kami kerja 24 jam terus terusan. Saya 26 jam malah, 24 jam kerja 2 jam tidur," tandasnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Upaya Pemprov DKI Jakarta untuk Menurunkan Polusi Udara
12 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Kadis Lingkungan DKI Jakarta, Isnawa Adji menyebut berdasarkan pemantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ...
Wow, Kini Google Mendukung Bahasa Sunda dan Jawa
22 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu perusahaan raksasa teknologi, yakni Google memang dikenal sebagai perusahaan yang banyak berinvestasi dalam dukungannya pada bahasa, ...
Mengapa Tidak Ada yang Bisa Hidup Abadi?
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti di Institute of Molecular Biology (IMB) di Mainz, Jerman, telah melakukan terobosan dalam memahami asal mula proses penuaan. Mereka telah ...
Kim Jong Un Korea Utara Membayar Upeti Pada Ulang Tahun Kelahiran Ayah
16 Februari 2018, by Slesta
Kim Jong Un Korea Utara membuat penampilan publik di televisi pemerintah pada hari Jumat, untuk menandai ulang tahun kelahiran ayah Kim Jong Il, yang meninggal ...
Pesona Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk Garut
1 Januari 2018, by Dika Mustika
Liburan akhir tahun memang sudah mulai akan berakhir (bagi para karyawan). Namun, bagi sebagian anak sekolah ada yang masih memiliki waktu untuk berlibur, juga ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab