Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Cerdaskan tentang Penarikan Pajak, Dirjen Pajak Berikan Kuliah Umum di Fisip UI

Cerdaskan tentang Penarikan Pajak, Dirjen Pajak Berikan Kuliah Umum di Fisip UI

16 Oktober 2017 | Dibaca : 939x | Penulis : Rindang Riyanti

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menjelaskan mengenai penarikan pajak dalam kuliah umumnya di FISIP UI. 

Di Indonesia, pajak dibutuhkan untuk pembangunan negara. Anggaran pendapatan belanja negara (APBN) mengandalkan pajak. Ken menjelaskan bahwa di Indonesia sudah dilakukan sejak dulu.

"Dulu orang Indonesia itu paling pelit bayar pajak, jadi penarikan memang harus sesuai dengan Undang-undang," kata Ken di Kuliah umum di FISIP UI, Depok, Sabtu (14/10/2017).

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa kontribusi pajak yang masuk ke kas negara digunakan untuk pembangunan negara secara gotong royong.

Selain itu, penerimaan pajak bisa dilakukan dari mana saja.

"Banyak orang yang menanyakan ke saya, pak kenapa handphone (HP) dikenakan pajak? Masak saya pakai HP saja kena pajak. Padahal kan semua orang pasti bayar pajak mulai dari PPn sampai PPh," tambah dia.

Dia menjelaskan, semua warga negara pasti bayar pajak. Mulai dari membeli air mineral sampai beli materai. Semua hal yang kita beli dan kita lakukan di negara ini dikenai pajak.

"Beli air saja kita bayar Ppn kan, bea materai kalau mau kawinan juga bayar pajak," tambah dia.

Lalu juga pajak kendaraan, banyak masyarakat yang mengeluh sudah membayar pajak tapi masih dibatasi dalam melewati ruas jalan.

"Banyak yang bilang juga ke saya, pak saya kan sudah bayar pajak kendaraan, masa motor saya nggak boleh lewat jalur cepat. Tapi kan motor memang aturannya di jalur lambat ya," imbuh dia.

Dia mengatakan tahun lalu penerimaan pajak tercatat Rp 1.283 triliun. Dari Direktorat Jenderal Pajak terkumpul 74%.

"Bisa dibayangkan sebanyak itu dalam setahun, artinya kami harus cari Rp 100 triliun per bulan, sehari Rp 3 triliun kan. Kami kerja 24 jam terus terusan. Saya 26 jam malah, 24 jam kerja 2 jam tidur," tandasnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dikeroyok 8 Orang, Kopassus Ganteng Bikin Babak Belur Pengeroyok
27 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Seorang anggota Kopassus ganteng berpangkat Sertu, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana, dikeroyok 8 orang pemuda yang sedang mabuk di jalan Tanjung Sari ...
Inilah Penyebab Proyek KA Cepat Jakarta – Bandung Tak Berprogres
1 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Proyek KA Jakarta – Bandung dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu dibenarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Proyek ...
Aliran Es yang Sensitif Telah Menghabiskan Gletser Greenland Selama 45.000 Tahun
15 Mei 2018, by Slesta
Selama 45.000 tahun terakhir, aliran drainase yang tipis, membentang lebih dari 370 mil melalui lapisan es dan gletser Greenland, telah lebih sempit daripada ...
Korban Gempa Iran Melonjak Menjadi Lebih dari 350 Orang
13 November 2017, by Slesta
Sedikitnya 350 orang telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka di dekat perbatasan Iran-Irak setelah wilayah tersebut diguncang gempa berskala 7.3, kata pihak ...
Cina: Kebijakan Korea Utara 'Konsisten' dengan Denuklirisasi
19 Mei 2018, by Slesta
Penarikan Korea Utara dari pertunangan persahabatan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan tidak mengubah kebijakan Korea Utara China, kementerian luar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab