Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
BI Hentikan PayTren, Begini Tanggapan Yusuf Mansyur

BI Hentikan PayTren, Begini Tanggapan Yusuf Mansyur

7 Oktober 2017 | Dibaca : 622x | Penulis : Rindang Riyanti

Bank Indonesia (BI) telah menghentikan layanan isi ulang sejumlah uang elektronik yang diterbitkan oleh e-commerce. Salah satunya Paytren, atau uang elektronik milik Ustadz Yusuf Mansyur.

Terkait hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa perusahaan e-commerce harus menuruti aturan BI.

"Kalau belum ada izin ya harus ajukan dulu. Tapi jangan dibikin susah ya," kata Rudiantara, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

"Ya penyelenggara harus mengikuti kebijakan BI sebagai policy maker," lanjutnya.

Sementara itu, dalam akun instagram resmi @yusufmansurnew, Yusuf Mansur memposting sebuah foto yang berisi berita terkait penghentian sementara PayTren. Yusuf Mansyur menilai bahwa suspend sementara ini bukanlah sesuatu yang berbahaya.

"Bukan sesuatu yang gawat, malah kabar baik di saat banyak yang buka untuk menipu, untuk membohongi orang. PayTren dan sejumlah nama yang disebut malah datang baik-baik. Baik sengaja melapor atau saat dipanggil untuk pemenuhan tata tertib dan aturan," tulis Yusuf Mansur dalam akun instagramnya, dikutip, Jumat (6/10/2017).

Yusuf menjelaskan, yang ditutup atau dihentikan sementara hanya beberapa layanan saja dan yang terkait uang elektronik. Pihaknya juga menjelaskan, bahwa PayTren memiliki kekhasan usaha yakni semua pengguna bisa jadi pebisnis. Artinya, PayTren membuka lapangan pekerjaan dan usaha, sebanyak jumlah mitra saat ini.

Sebagai informasi, sebelumnya BI telah menghentikan layanan isi ulang uang elektronik milik 4 perusahaan seperti TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, dan yang terbaru BukaDompet milik Bukalapak.

Layanan uang elektronik dari Tokopedia, Tokocash untuk sementara waktu juga tidak dapat digunakan. Terhitung 13 September 2017. Namun, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card masih berfungsi seperti biasa.

Pada laman resmi Bukalapak, fitur top up (tambah saldo) BukaDompet akan dinonaktifkan mulai tanggal 2 Oktober 2017 dikarenakan Bukalapak akan menjalankan proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia.

Sementara itu, untuk Shopee layanan isi ulang atau Top Up Shopeepay tidak tersedia untuk sementara mulai 18 September 2017.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ingin Tingkatkan Produktivitas? Berolahragalah!
29 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu mau meningkatkan produktivitas kamu di tempat kerja, caranya ternyata mudah. Kalian hanya perlu untuk rutin berolahraga. Meski tidak ...
derby milan
6 Oktober 2017, by Rachmiamy
Laga panas akan tersaji Minggu 15 Oktober 2017 di Liga Seri A Italia. Laga tersebut akan menyajikan dua tim besar kota Milan. Laga bertajuk Derby Della ...
Bahaya Bermain Ponsel Saat Hendak Tidur
3 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tidak dapat dipungkiri bahwa kita tidak dapat lepas dari namanya ponsel, saat ini. Kapanpun, dimanapun, seringkali kita memainkan ponsel. Bahkan, ...
Ini 5 Kebiasaan Orang Sukses untuk Lebih Produktif
17 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menurut Tom Corley, penulis buku dari The Daily Success Habits of Wealthy Individuals, mengemukakan bahwa hampir 50% orang sukses memiliki ...
Star Wars Uprising, Aksi Star Wars di Ponsel dengan Karakter yang Berbeda
12 September 2018, by Adi Rizky Purmansyah
Buat kamu fans berat Star Wars, tentunya tahu jika game berjudul Star Wars Uprising telah dirilis. Game ini sesuai rencana sudah dirilis oleh Kabam, yakni ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih