Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Benarkah Cahaya Kuning Dapat Menembus Kabut?

Benarkah Cahaya Kuning Dapat Menembus Kabut?

1 Juli 2018 | Dibaca : 792x | Penulis : Maman Soleman

Untuk keperluan sehari-hari, para pengemudi cukup puas dengan menggunakan lampu Der Filamen Wolfram. Dengan besar hati mereka mengemudikan kendaraannya di jalan raya. Tetapi apabila melewati daerah Puncak saat berkabut, lampu tersebut tak berguna lagi, karena kabut tak dapat ditembus sinar putih. Maka munculah lampu kabut yang sinarnya kuning menyilaukan.

Nah, mengapa justru sinar kuning yang digunakan sebagai penerangan di daerah yang gelap dan berkabut? Mengapa tidak warna-warna yang lain?

Kita tinjau dulu, bagaimana caranya cahaya itu sampai ke mata kita setelah melalui kabut. Menurut Newton yang kemudian dibenarkan oleh Einstein, kadang-kadang (untuk beberapa hal) cahaya tersebut dapat dianggap sebagai benda-benda kecil.

Sebelum sampai ke mata kita, benda-benda tersebut dalam perjalanannya bertemu dan bertabrakan dengan medium di sekitarnya. Dalam hal ini molekul air dari kabut itu sendiri. Akhirnya cahaya ini menyentuh retina mata yang melalui proses matahari, syaraf dan otak menimbulkan kesan penglihatan. Peristiwa tumbukan itu disebut hamburan (skattering). Dengan menggunakan teori hamburan ini pula dapat diterangkan mengapa langit biru. Kecuali saat terbit dan terbenam.

Melihat butiran-butiran yang menabrak cahaya dalam peristtwa hamburan, dapat dibedakan menjadi tiga macam.

  • Bila butiran-butiran menghambur cahaya kecil (0,001 mikron) misalnya oleh molekul 02, N2. Maka terjadilah warna langit yang biru (memilih salah satu warna pelangi).
  • Bila butiran-butiran sedang besarnya, seperti debu, asap, garam dan sebagainya (yang disebut juga aerosol). Ini juga cenderung memilih satu warna saja (satu macam panjang gelombang).
  • Bila butiran cukup besar, seperti halnya molekul air dari kabut dan hujan, maka peristiwa hamburan ini dapat diterangkan dengan hukum-hukum Optik Geometrik dan oleh karenanya tumbukan jenis ini tidak pilih warna (tidak tergantung panjang gelombang).

Jadi warna pelangi mempunyai kesempatan dan kemampuan sama untuk bertumbukan dengan molekul di kabut. Yang akhirnya diterima mata kita. Dengan kata lain, tidak benar bahwa warna kuning lebih mampu menembus kabut jika dibandingkan dengan warna lain.

Lalu bagaimana sifat-sifat mata kita? Dari hasil penelitian para ahli Optika penglihatan, dapat dibuktikan bahwa dari warna pelangi yang ada, warna kuning 10 kali lebih terang dari warna merah, juga lebih terang dari warna lain. Jadi kabut memang mengurangi cahaya yang sampai ke mata.Pengurangan ini adil untuk semua warna. Karena sebagian warna sudah diserap waktu terjadi tabrakan dengan molekul air kabut, maka diperlukan suatu warna yang paling efektif merangsang syaraf penglihatan, dan warna itu adalah warna kuning.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PSMS Medan dan Martapura FC Puncaki Klasemen Liga 2 Indonesia
11 November 2017, by Admin
Tampang.com - PSMS Medan dan Martapura FC sukses mengawali Babak 8 Besar Liga 2 dengan hasil sempurna. Kedua tim tersebut sama-sama menaklukan lawan-lawan ...
Zinedine Zidane Memberikan Pujian Kepada Karim Benzema Usai Mencetak Satu Gol Ketika Melawan Malaga
26 November 2017, by Rachmiamy
Real Madrid sukses meraih kemenangan ketika menjamu tamunya Malaga pada laga pekan ketiga belas Liga Spanyol 2017/2018. Bermain di hadapan para pendukungnya, ...
Tim Piala Uber Indonesia Gagal ke Semifinal, Menpora Angkat Bicara
25 Mei 2018, by oteli w
Tim Piala Uber Indonesia Gagal ke Semifinal, Menpora Angkat Bicara Tim putri Indonesia kandas di perempat final setelah dikalahkan tuan rumah Thailand ...
Bekerja dengan Teman Ternyata Dapat Meningkatkan Hasil Kerja
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Periset menganalisis hasil dari 26 penelitian berbeda (disebut meta-analisis) dan menemukan bahwa tim yang terdiri dari teman akan tampil lebih baik dalam ...
hormon kemarahan
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tak sedikit orang yang menganggap jika kita lapar maka akan mudah marah, mudah tersinggung dan yang lainnya. Kaitan antara lapar dan emosi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab