Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa karena meningkatnya kematian migran

Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa karena meningkatnya kematian migran

6 Juli 2017 | Dibaca : 491x | Penulis : Slesta

6 Juli (UPI) - Kelompok aktivis Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa atas meningkatnya jumlah korban tewas di kalangan migran dalam sebuah laporan pada hari Kamis.

Ribuan migran berusaha meninggalkan Afrika Utara untuk Italia dan tempat-tempat kedatangan lainnya dengan berlayar menyeberangi Laut Mediterania dengan kapal-kapal yang tidak dapat diandalkan yang disediakan oleh penyelundup; Bulan-bulan musim panas adalah yang paling aktif.

Laporan oleh organisasi yang berbasis di London tersebut mengatakan bahwa UE menyerahkan sebagian besar operasi pencarian dan penyelamatan di Laut Mediterania kepada organisasi non-pemerintah, sementara bekerja sama lebih banyak dengan penjaga pantai Libya. Hasilnya adalah kebijakan UE lebih terfokus pada mengganggu praktik penyelundup daripada pada para migran yang diselamatkan.

Laporan tersebut mencatat adanya peningkatan jumlah korban tewas di kalangan migran yang bepergian di Laut Mediterania, dari 0,89 persen dari total pada paruh kedua tahun 2015 menjadi 2,7 persen dari total yang sejauh ini di tahun 2017.

Ada lebih dari 2.000 korban jiwa pada tahun 2017, yang menurut laporan tersebut menjadi kegagalan Uni Eropa untuk "menerapkan operasi kemanusiaan yang memiliki sumber daya yang memadai di dekat perairan teritorial Libya. Sebaliknya, ini berfokus pada penguatan kemampuan penjaga pantai Libya untuk mencegah keberangkatan dan Melakukan interceptions. "

Laporan tersebut juga menuduh adanya kolusi antara penyelundup dan otoritas Libya dan mengutip laporan U.N. bahwa anggota penjaga pantai Libya telah "terlibat langsung dalam tenggelamnya kapal migran menggunakan senjata api."

Amnesty International menyerukan perbaikan dalam prosedur pencarian dan penyelamatan Libya dan pembukaan rute aman tambahan ke Eropa.

 

(UPI.com)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menggemparkan, Jepang Akan Beli Rudal Jarak Jauh. Untuk Apa?
8 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Situasi keamanan dunia saat ini sedang tidak kondusif. Salah satu yang menyatakan bahwa negara mereka sedang dalam situasi tidak kondusif ...
Jangan Keseringan Cuci Muka, Bisa Akibatkan Masalah Baru Pada Kulit
27 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Membersihkan wajah adalah salah satu langkah penting untuk mendapatkan kulit wajah yang tetap bersih dan sehat. Membersihkan itu saat sebelum mengaplikasikan ...
Uji Coba Bom Hidrogen Korut, Ini Penjelasan BATAN
5 September 2017, by Rindang Riyanti
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan bahwa bom hidrogen yang diklaim telah diuji coba oleh Korea Utara termasuk dalam kategori bom yang canggih. Bom ...
Kecewa di Mama 2017 EXO mendapat Banyak Penghargaan di MMA 2017
4 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kekecewaan yang dirasakan member EXO juga sama yang dirasakan para EXO-L pada MAMA 2017. Dimana beredar kabar ada yang memboikot penghargaan yang ...
Heboh Kicauan  Twitter@DitjenPajakRI Tentang Pajak Handphone
19 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sudah menjadi hal yang tidak aneh bahwa media sosial membuat banyak orang melontarkan pendapat (koment) atas semua yang baru dilihat, dibaca dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab