Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa karena meningkatnya kematian migran

Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa karena meningkatnya kematian migran

6 Juli 2017 | Dibaca : 341x | Penulis : Slesta

6 Juli (UPI) - Kelompok aktivis Amnesty International menyalahkan kebijakan Uni Eropa atas meningkatnya jumlah korban tewas di kalangan migran dalam sebuah laporan pada hari Kamis.

Ribuan migran berusaha meninggalkan Afrika Utara untuk Italia dan tempat-tempat kedatangan lainnya dengan berlayar menyeberangi Laut Mediterania dengan kapal-kapal yang tidak dapat diandalkan yang disediakan oleh penyelundup; Bulan-bulan musim panas adalah yang paling aktif.

Laporan oleh organisasi yang berbasis di London tersebut mengatakan bahwa UE menyerahkan sebagian besar operasi pencarian dan penyelamatan di Laut Mediterania kepada organisasi non-pemerintah, sementara bekerja sama lebih banyak dengan penjaga pantai Libya. Hasilnya adalah kebijakan UE lebih terfokus pada mengganggu praktik penyelundup daripada pada para migran yang diselamatkan.

Laporan tersebut mencatat adanya peningkatan jumlah korban tewas di kalangan migran yang bepergian di Laut Mediterania, dari 0,89 persen dari total pada paruh kedua tahun 2015 menjadi 2,7 persen dari total yang sejauh ini di tahun 2017.

Ada lebih dari 2.000 korban jiwa pada tahun 2017, yang menurut laporan tersebut menjadi kegagalan Uni Eropa untuk "menerapkan operasi kemanusiaan yang memiliki sumber daya yang memadai di dekat perairan teritorial Libya. Sebaliknya, ini berfokus pada penguatan kemampuan penjaga pantai Libya untuk mencegah keberangkatan dan Melakukan interceptions. "

Laporan tersebut juga menuduh adanya kolusi antara penyelundup dan otoritas Libya dan mengutip laporan U.N. bahwa anggota penjaga pantai Libya telah "terlibat langsung dalam tenggelamnya kapal migran menggunakan senjata api."

Amnesty International menyerukan perbaikan dalam prosedur pencarian dan penyelamatan Libya dan pembukaan rute aman tambahan ke Eropa.

 

(UPI.com)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

3 Potensi Wisata Bahari Sumatera Barat yang Memikat untuk Dilihat
7 Juli 2018, by Maman Soleman
Dengan luas perairan sekitar 75 persen, Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata bahari. Kisah-kisah perjalanan para wisatawan maupun petualang, ...
Harry Styles  gandeng banyak Nominasi  di Teen Choice Awards 2017
15 Juli 2017, by Tika
13 Agustus 2017  akan diselenggarakan Teen Choice Awards yang merupakan suatu ajang penghargaan atas prestasi-prestasi besar dalam bidang Film, TV, Musik, ...
Imunisasi Campak dan Rubella, Mengapa Harus Ada di Negeri ini?
19 Agustus 2017, by Zeal
Tulisan ini dibuat untuk menanggapi tulisan yang dimuat di kolom Wacana dalam rubrik Jurnalisme Warga tanggal 17 Agustus 2017. Kampanye imunisasi MR yang ...
Mengejutkan, Inilah 2 Ciri Seseorang Menjelang Ajal
12 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Tidak hanya kehidupan yang terdiri dari berbagai proses yang panjang, perlu Anda ketahui bahwasannya kematian pun ternyata memiliki suatu ...
Staf Gedung Putih Kedua Mengundurkan Diri di Tengah Tuduhan KDRT
13 Februari 2018, by Slesta
Seorang pejabat Gedung Putih kedua mengundurkan diri di tengah tuduhan pelecehan dari mantan istri. Speechwriter David Sorensen mengundurkan diri setelah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab