Tutup Iklan
hijab
  
login Register
  Alat Diagnostik Medis Baru Berbasis Kertas

Alat Diagnostik Medis Baru Berbasis Kertas

24 Agustus 2017 | Dibaca : 482x | Penulis : Rindang Riyanti

Perangkat diagnostik medis baru yang dibuat dari kertas dapat mendeteksi biomarker dan mengidentifikasi penyakit dengan melakukan analisis elektrokimia dengan menggunakan sentuhan pengguna dan membacakan hasil uji kode warna, sehingga memudahkan para ahli untuk mendagnosa.

"Anda bisa menganggap ini laboratorium portabel yang benar-benar terbuat dari kertas, tidak mahal dan bisa dibuang melalui insinerasi," kata Ramses V. Martinez, asisten profesor teknik industri dan biomedis di Universitas Purdue. "Kami berharap perangkat ini akan melayani orang-orang yang tidak terlatih yang berada di desa-desa terpencil atau pangkalan militer untuk menguji berbagai penyakit tanpa memerlukan sumber listrik, air bersih, atau peralatan tambahan."

Perangkat elektrokimia berbasis kertas, atau SPEDs, dirancang untuk diagnostik sensitif di "titik perawatan", atau saat perawatan diberikan kepada pasien, di wilayah di mana masyarakat memiliki akses terbatas terhadap sumber daya atau peralatan medis yang canggih. peralatan.

"SPED murah, ringan, fleksibel dan mudah digunakan," kata Martinez.

Tes diawali dengan menempatkan pinprick darah dalam fitur melingkar pada perangkat, yang berukuran kurang dari dua inci persegi. SPEDs juga mengandung "zona uji self-pipetting" yang dapat dicelupkan ke dalam sampel daripada menggunakan tes tusukan-jari.

Lapisan atas SPED dibuat menggunakan kertas selulosa yang mempunyai saluran yang menyaring sampel darah untuk pengujian. "Saluran mikofluida" ini memungkinkan pengujian akurat yang berubah warna untuk menunjukkan hasil pengujian yang spesifik.

Lapisan bawah SPED adalah "generator triboelektrik," atau TEG, yang menghasilkan arus listrik yang diperlukan untuk menjalankan tes diagnostik hanya dengan menggosok atau menekannya. Para periset juga merancang perangkat genggam murah yang disebut potentiostat, yang mudah dihubungkan ke SPED untuk mengotomatisasi tes diagnostik sehingga bisa dilakukan oleh pengguna yang tidak terlatih. Baterai yang menggerakkan potensiostat dapat diisi ulang dengan menggunakan TEG yang terpasang pada SPEDs.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ingin Asam Lambung Tak Kumat Setelah Minum Kopi? Perhatikan Cara Ini
12 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Dalam mengkonsumsi suatu makanan tentu akan memberikan efek baik atau pun efek buruk. Seperti hal nya mengkonsumsi kopi. Secara langsung, ...
Mitos atau Fakta, Kacang Penyebab Jerawat?
18 September 2017, by herline
Mitos atau Fakta, Kacang Penyebab Jerawat? - Jerawat? Hmm.....pasti sebel ya kalo jerawat udah nemplok di kulit wajah. Problem kulit yang satu ini bikin kita ...
Jangan Terburu-buru Membuang Struk Belanja Anda!
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Saat kita selesai berbelanja, biasanya kita akan diberikan struk belanja. Kebanyakan dari kita justru akan membuang struk belanja tersebut daripada ...
Hasil Pleno KPU Jabar Rindu Unggul, Asyik Legowo dan Kasih Selamat
10 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hasil Pleno KPU Jabar untuk Pemilihan Gubernur ( Pilgub Jabar ) hari Senin Tanggal 9 Juli 2018 kemarin menetapkan pasangan nomor urut 1 yaitu ...
Ajarkan 15 Kebiasaan Baik Ini Pada Buah Hati Sejak Dini
23 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kebiasaan baik perlu diajarkan sejak dini karena tidak akan mudah didapatkan secara instan. Kebiasaan baik ini harus dilatih terus menerus secara ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab