Tampang

Mengapa Kita Bisa Melihat Ilusi Optik?

28 Agu 2025 14:43 wib. 33
0 0
Ilusi Optik
Sumber foto: Canva

Ilusi Kognitif (Cognitive Illusions): Ilusi ini bekerja dengan memanfaatkan asumsi otak tentang dunia. Contoh paling terkenal adalah Ilusi Müller-Lyer, di mana dua garis lurus dengan panjang yang sama terlihat berbeda karena arah panah di ujungnya. Otak kita secara tidak sadar mengaitkan panah ke dalam sebagai sudut ruangan yang jauh, dan panah ke luar sebagai sudut ruangan yang dekat. Otak kemudian mengoreksi persepsi panjangnya, sehingga garis yang terlihat jauh tampak lebih panjang.

Ilusi Fisiologis (Physiological Illusions): Ilusi ini terjadi karena kelelahan pada mata atau stimulasi yang berlebihan. Contohnya adalah afterimage atau bayangan visual. Ketika kita menatap objek berwarna cerah (misalnya, lingkaran hijau) terlalu lama, sel-sel kerucut di retina yang sensitif terhadap warna tersebut akan kelelahan. Ketika kita mengalihkan pandangan ke permukaan putih, sel-sel yang lelah ini tidak merespons secepat sel-sel lain, menciptakan bayangan warna pelengkap (dalam kasus ini, magenta atau merah muda) yang terlihat sejenak.

Ilusi Ambigu (Ambiguous Illusions): Ilusi ini menyajikan dua persepsi yang berbeda secara bergantian. Gambar yang paling ikonik dari jenis ini adalah bejana Rubin (terlihat seperti vas atau dua profil wajah yang saling berhadapan). Otak kita tidak bisa memproses kedua interpretasi ini secara bersamaan, sehingga kita terus-menerus beralih dari satu persepsi ke persepsi lain.

Mengapa Ilusi Optik Penting?

Ilusi optik bukan sekadar hiburan visual. Para ilmuwan menggunakan ilusi optik sebagai alat penting untuk memahami cara kerja otak dan sistem penglihatan manusia. Dengan mempelajari mengapa otak membuat kesalahan tertentu, kita bisa mendapatkan wawasan berharga tentang bagaimana otak memproses informasi, mengenali objek, dan menciptakan realitas visual yang kita alami.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Treadmill vs Sepeda Statis
0 Suka, 0 Komentar, 2 Sep 2017

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?