Misalnya, studi tentang ilusi optik membantu neurosains memahami bagaimana neuron-neuron di korteks visual bekerja untuk mendeteksi tepi, gerakan, dan kedalaman. Ini juga memberikan petunjuk tentang bagaimana otak kita mengelola data yang tidak sempurna atau ambigu dari lingkungan sekitar. Proses ini mirip dengan bagaimana otak kita menyaring informasi yang tidak relevan agar kita bisa fokus pada apa yang penting. Ilusi optik menunjukkan bahwa "melihat" adalah proses yang sangat aktif, bukan sekadar penerimaan pasif. Otak kita terus-menerus membangun realitas berdasarkan dugaan dan model internal, dan ilusi optik adalah celah di mana model itu terungkap.
Peran Latar Belakang dan Konteks
Faktor lain yang sangat memengaruhi ilusi optik adalah konteks visual. Otak kita tidak melihat objek secara terpisah, melainkan dalam hubungannya dengan sekitarnya. Misalnya, dalam Ilusi Ebbinghaus, dua lingkaran oranye dengan ukuran yang sama akan terlihat berbeda. Lingkaran yang dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran besar akan terlihat lebih kecil, sementara lingkaran yang dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran kecil akan terlihat lebih besar. Latar belakang ini secara tidak sadar memengaruhi persepsi kita terhadap ukuran objek yang ada di tengah.