Tampang

Diundang Madam Pang, Erick Thohir Bicara soal Sepakbola Asia Tenggara hingga Bahas Kualitas Wasit

16 Okt 2024 09:08 wib. 107
0 0
Ketum PSSI, Erick Thohir bersama Presiden FAT, Madam Pang
Sumber foto: website

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kami bersaing di lapangan selama 90 menit, namun di luar lapangan kita kembali menjadi sahabat dan saling mendukung satu sama lain," ungkapnya.

Timnas Indonesia sendiri baru saja bertanding melawan China dalam fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertemuan antara kedua tim tersebut berlangsung di Qingdao Youth Football Stadium pada 15 Oktober 2024.

Pertemuan tersebut disambut baik oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan sepakbola di Wilayah Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan komitmen para pemangku kepentingan dalam menciptakan kemajuan yang nyata dalam olahraga sepakbola di kawasan tersebut.

Dalam diskusi antara Erick Thohir, Nualphan Lamsam, dan para petinggi federasi sepakbola Asia Tenggara, juga diperbincangkan upaya-upaya untuk pengembangan infrastruktur sepakbola, pelatihan wasit, peningkatan mutu kompetisi, dan pemberdayaan pemuda dalam dunia sepakbola. Hal ini dilakukan dengan harapan agar kualitas sepakbola di Asia Tenggara dapat terus meningkat dan mampu bersaing di level internasional.

Sepakbola memiliki peran yang sangat penting dalam mempersatukan masyarakat dan memajukan industri olahraga di setiap negara. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret untuk mengembangkan sepakbola di Asia Tenggara merupakan hal yang sangat strategis untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat, terutama bagi generasi muda yang menjadi pilar utama dalam masa depan olahraga sepakbola di kawasan tersebut.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Indonesia Menuju Indonesia Emas atau Cemas? Dengan program pendidikan rakyat seperti sekarang.