Tak hanya itu, partisipasi masyarakat kali ini juga terbilang memuaskan, dengan jumlah peserta mencapai 26.392 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11 persen dari target awal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 23.000 orang. Hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap program ini.
Pemerintah Provinsi Jakarta juga telah mengantisipasi kebutuhan khusus dalam program mudik ini. Sebanyak 215 kursi di dalam empat unit bus telah disediakan oleh Baznas untuk para penyandang disabilitas. Inisiatif ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat, yang merupakan salah satu keunggulan dari program mudik gratis tahun ini.
Pramono juga menekankan bahwa program mudik ini tidak mengenakan biaya sepeser pun. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk pungutan liar melalui aplikasi pengaduan resmi Pemprov Jakarta. “Pemerintah Jakarta betul-betul menegaskan bahwa mudik ini adalah anti pungli. Kami didukung oleh Polda, Pangdam, Kejaksaan, dalam upaya melawan pungli,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramono menambahkan bahwa Jakarta tetap menjadi kota yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari nafkah setelah merayakan Lebaran. “Jika ada warga yang ingin bergabung dengan saudara-saudara mereka di Jakarta, kami secara prinsip terbuka dan tidak akan melakukan penertiban sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya.” Ini adalah sebuah pernyataan positif yang menunjukkan komitmen Pemprov untuk menciptakan suasana yang ramah dan inklusif bagi semua warga.