Tampang

Kerusakan DAS di Bone Bolango, Alarm Keras bagi Kebijakan Lingkungan

19 Jan 2026 16:15 wib. 69Advertorial
0 0
DLH Bone Bolango
Sumber foto: Google

Dampak sosial dari kerusakan DAS semakin terasa di tingkat masyarakat. Banjir yang datang berulang kali bukan hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu mata pencaharian warga, terutama petani dan pelaku usaha kecil. Lahan pertanian terendam, hasil panen gagal, dan biaya pemulihan pascabencana menjadi beban tambahan bagi keluarga. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan ketahanan pangan dan meningkatkan kerentanan ekonomi masyarakat di daerah rawan bencana.

Tekanan terhadap DAS juga berkaitan erat dengan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan lingkungan. Aktivitas seperti pembukaan lahan tanpa perencanaan, pertambangan galian, hingga pemanfaatan sempadan sungai yang tidak sesuai peruntukan mempercepat laju degradasi lingkungan. Meski regulasi sudah tersedia, tantangan terbesar terletak pada implementasi di lapangan. Tanpa pengawasan yang konsisten dan kesadaran kolektif, kebijakan lingkungan sering kali hanya berhenti di atas kertas.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam merespons kondisi ini melalui perencanaan dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Upaya rehabilitasi DAS, penanaman kembali di kawasan kritis, serta pengendalian alih fungsi lahan perlu dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting agar warga memahami bahwa menjaga DAS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kepentingan bersama untuk masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kesadaran publik terhadap isu lingkungan hidup perlu terus ditingkatkan, terutama terkait hubungan langsung antara kerusakan DAS dan risiko bencana. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan hulu harus dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari pengawasan aktivitas yang merusak hingga penerapan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, akademisi, dan organisasi lingkungan menjadi fondasi penting dalam memulihkan fungsi DAS yang telah terdegradasi.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?