Ancaman lain yang tak kalah genting adalah abrasi pesisir. Karena lokasi geografisnya yang berbatasan langsung dengan laut Jawa, Jepara sangat rentan terhadap pengikisan daratan oleh ombak dan gelombang laut. Perubahan iklim global semakin memperburuk kondisi ini dengan naiknya permukaan air laut dan intensitas badai yang semakin tinggi. Banyak titik pesisir yang dulunya penuh dengan vegetasi dan menjadi tempat kehidupan nelayan kini mulai terkikis dan menyusut.
Abrasi tidak hanya menghancurkan garis pantai secara fisik, tetapi juga mengancam rumah, lahan pertanian, dan ekosistem pesisir yang produktif. Nelayan yang bergantung pada tingkat keamanan pantai untuk menyandarkan perahu mereka kini harus mencari lokasi lain yang lebih aman. Kehilangan wilayah pesisir juga berdampak pada habitat biota laut, termasuk mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung alami dari gelombang besar sekaligus sebagai penyerap karbon yang efektif.
Upaya penanganan dari pemerintah kabupaten sejauh ini menunjukkan langkah serius, namun masih belum cukup. Berbagai program pengelolaan sampah mulai dari pengadaan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) sampai kampanye reduce plastic telah digalakkan. Akan tetapi, tantangan terbesar bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal perilaku masyarakat. Program-program edukasi lingkungan harus terus digencarkan, khususnya di sekolah-sekolah dan komunitas lokal, agar perubahan perilaku menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Jepara kini tengah mencoba berbagai pendekatan inovatif untuk menangani abrasi. Pembangunan struktur pelindung seperti pemecah gelombang, penanaman mangrove secara masif, dan revegetasi pesisir adalah beberapa langkah nyata yang sudah dijalankan. Swadaya masyarakat pesisir juga terlihat meningkat; kelompok pemuda dan organisasi lingkungan aktif melakukan kegiatan bersih pantai dan penanaman bibit bakau secara berkala.
Namun, solusi jangka panjang memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta sektor swasta. Misalnya, sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas perlu dilengkapi dengan fasilitas pengolahan yang modern dan ramah lingkungan. Edukasi tentang sampah organik, kompos, bank sampah, dan daur ulang harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jepara. Sedangkan untuk isu pesisir, pendekatan ekosistem seperti restorasi mangrove harus dipandang sebagai investasi lingkungan, bukan sekadar proyek sesaat.