Perubahan fungsi ini memicu berbagai reaksi di media sosial. Ada yang melihatnya sebagai tanda zaman, di mana Jepang harus beradaptasi dengan tantangan demografi yang dihadapi. Namun, tidak sedikit yang merasa perubahan ini ironis dan bahkan agak menyeramkan. Beberapa komentar dari warganet menyebutkan, "Saya tidak ingin pemakaman saya diadakan di bekas hotel cinta," sementara yang lain bercanda bahwa seseorang mungkin saja "memulai dan mengakhiri hidup di tempat yang sama."
Masa Depan Hotel Cinta dan Industri Terkait
Dengan populasi yang semakin menua, industri di Jepang diperkirakan akan terus mengalami perubahan. Hotel cinta yang masih bertahan mungkin akan mulai menawarkan layanan berbeda atau bahkan mengubah konsep mereka secara keseluruhan. Sementara itu, bisnis yang berhubungan dengan populasi lansia, seperti rumah duka dan layanan perawatan lanjut usia, diperkirakan akan terus berkembang.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan sosial dan ekonomi dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis yang sebelumnya tampak tidak terkait satu sama lain. Jepang kini berada di persimpangan jalan, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keseimbangan antara tradisi, kebutuhan sosial, dan realitas demografi yang berubah.