Dampak Penurunan Angka Kelahiran dan Peningkatan Populasi Lansia
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, angka kelahiran negara ini pada tahun 2024 mencapai rekor terendah, yakni 720.988 kelahiran. Angka ini turun lima persen dari tahun sebelumnya dan telah mengalami penurunan selama sembilan tahun berturut-turut. Di sisi lain, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas terus meningkat hingga mencapai 36,25 juta jiwa atau 29,3 persen dari total populasi.
Jika tren ini terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 jumlah lansia akan mencapai 34,8 persen dari populasi Jepang. Dengan semakin sedikitnya pasangan muda yang menikah dan memiliki anak, bisnis yang dulunya mengandalkan pelanggan muda, seperti hotel cinta, mulai kehilangan pasarnya.
Adaptasi Industri: Dari Tempat Romantis ke Pelayanan Akhir Hayat
Perubahan ini mencerminkan bagaimana industri di Jepang menyesuaikan diri dengan demografi yang berubah. Bisnis yang sebelumnya berfokus pada pasangan muda kini beralih ke layanan yang lebih relevan dengan populasi lansia. Rumah duka, misalnya, menjadi industri yang semakin berkembang karena meningkatnya kebutuhan akan layanan pemakaman.
Beralihnya hotel cinta menjadi rumah duka di Saitama bukanlah kasus pertama. Sebelumnya, beberapa bangunan lain juga mengalami transformasi serupa, menyesuaikan diri dengan realitas sosial dan ekonomi negara tersebut.
Reaksi Warganet: Antara Humor dan Kegelisahan