Tampang.com | Jepang kembali menjadi sorotan dengan perubahan fungsi sebuah hotel cinta di Prefektur Saitama yang kini beralih menjadi rumah duka. Transformasi ini menimbulkan kehebohan di media sosial, memicu berbagai spekulasi dari warganet. Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan menurunnya angka kelahiran serta bertambahnya populasi lansia di Negeri Sakura.
Dari Hotel Cinta ke Rumah Duka: Sebuah Perubahan yang Mengundang Perhatian
Seorang warganet mengunggah foto hotel cinta yang telah berubah menjadi rumah duka pada Februari lalu. Unggahan ini segera viral, memancing beragam reaksi. Beberapa orang menanggapinya dengan humor, menyebutnya sebagai perjalanan "dari buaian hingga liang lahat." Namun, ada pula yang merasa tidak nyaman dengan perubahan tersebut.
Hotel cinta, yang pertama kali populer di Jepang pada akhir 1960-an, berfungsi sebagai tempat bagi pasangan untuk mendapatkan privasi. Seiring waktu, hotel ini berkembang pesat, menawarkan berbagai konsep unik, mulai dari desain mewah bak hotel bintang lima hingga tema-tema nyentrik seperti luar angkasa dan anime.
Namun, dengan populasi Jepang yang terus menua dan angka kelahiran yang merosot, permintaan terhadap hotel cinta mengalami penurunan. Data dari Badan Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan bahwa jumlah hotel cinta yang terdaftar turun dari 5.670 pada 2016 menjadi 5.183 pada 2020.