Kelelahan yang berlebihan juga merupakan gejala awal penyakit tiroid yang umum. Penderita hipotiroidisme cenderung merasa lelah dan kurang berenergi, sementara mereka yang mengalami hipertiroidisme mungkin merasakan kegugupan yang berlebihan. Kelelahan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyulitkan seseorang untuk menemukan motivasi dalam menjalani hidup.
Gejala fisik lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah perubahan pada kulit dan rambut. Penderita hipotiroidisme mungkin mengalami kulit yang kering dan rambut yang kasar, sedangkan penderita hipertiroidisme cenderung memiliki kulit yang lembut dan lebih banyak keringat. Rambut rontok juga menjadi masalah yang umum pada kedua jenis penyakit tiroid, tetapi pola dan lokasi kerontokannya bisa berbeda.
Penyakit tiroid juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Penderita hipertiroidisme sering mengalami diare atau frekuensi buang air besar yang meningkat, sementara penderita hipotiroidisme mungkin mengalami sembelit. Perubahan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Gejala yang tak boleh diabaikan lainnya adalah perubahan pada denyut jantung. Hipertiroidisme dapat menyebabkan jantung berdebar-debar atau palpitasi, sedangkan hipotiroidisme bisa menurunkan detak jantung menjadi lebih lambat. Detak jantung yang abnormal bisa menjadi tanda adanya masalah serius dan memerlukan perhatian medis.