Tampang

5 Dampak Buruk yang Dapat Terjadi Jika Kekurangan Tidur

6 Jun 2018 15:34 wib. 1.114
0 0
5 Dampak Buruk yang Dapat Terjadi Jika Kekurangan Tidur

Tidur memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan manusia. Harus diakui bahwa manusia bukanlah robot yang dapat dipaksa dan terus-terusan bekerja sepanjang waktu tanpa kenal lelah. Sebaliknya manusia adalah makhluk yang memiliki kepekaan terhadap segala rasa. Salah satunya adalah kelelahan. Saat lelah, maka tidak heran jika muncul keinginan Anda untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan aktivitas. Untuk itu, manusia perlu tidur agar tubuh dapat beristrahat dan kembali mendapatkan kesegaran saat bangun.

Pada umumnya setiap orang membutuhkan waktu tidur yang ideal sekitar 6-8 jam setiap hari. Namun, seiring perkembangan zaman yang begitu pesat ini membuat banyak orang mengalami susah tidur saat malam hari. Bahkan ada juga yang rela tidak tidur karena lebih menikmati kesenangan begadang saat malam hari tanpa menyadari bahwa tidur itu memiliki peran yang sangat penting untuk ketahanan stamina tubuh. Karenanya, berikut penjelasan mengenai dampak-dampak buruk yang terjadi ketika Anda kurang tidur.

  • Kurang tidur dapat memicu penyakit serius

Sebagian orang rela tidak tidur sepanjang malam karena kenyamanan begadang. Namun, tahukah Anda bahwa baik yang sengaja tidak tidur ataupun yang menderita insomnia berpeluang besar terkena penyakit serius saat kurang tidur? Ya, ada beberapa penyakit serius yang dapat terjadi ketika Anda kurang tidur yakni gangguan pada jantung, diabetes, obesitas, stroke, bahkan mudah cemas dans tress. Jadi, masih mau begadang sepanjang malam terus-terusan?

  • Mudah sakit dan susah sembuh

Saat Anda memaksakan diri untuk tidak tidur pada malam hari, maka sistem kekebalan tubuh Anda akan melemah. Akibatnya segala penyakit mudah menempel pada tubuh Anda.

  • Menurunnya performa seks
<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%