Tampang.com | Banyak orang beranggapan bahwa anak manja identik dengan sikap tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku ini bukan sekadar hasil dari terlalu banyak dimanja atau bersikap egois. Justru, ada alasan yang lebih dalam yang sering kali tidak disadari oleh orang tua.
Menurut penelitian dari para ahli parenting sadar (conscious parenting) yang telah mengamati lebih dari 200 anak, sikap manja umumnya berasal dari kebutuhan emosional yang belum terpenuhi, batasan yang tidak konsisten, serta minimnya koneksi antara anak dan orang tua. Berikut lima tanda anak terlalu dimanjakan dan cara efektif mengatasinya.
1. Sulit Menerima Penolakan Anak yang sulit menerima kata "tidak" sering kali bukan hanya karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi juga karena kebingungan akibat batasan yang tidak jelas. Jika aturan sering berubah atau mereka merasa tidak punya kendali atas keputusan yang berpengaruh pada dirinya, anak cenderung memberontak sebagai bentuk protes.
Cara mengatasinya: Alih-alih hanya mengatakan "tidak," coba validasi perasaan mereka dengan berkata, "Mama/Papa tahu kamu masih ingin bermain, tapi sekarang sudah waktunya tidur." Dengan pendekatan ini, anak memahami bahwa aturan dibuat bukan untuk mengontrol mereka, melainkan untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan.
2. Selalu Mencari Perhatian Berlebihan Anak yang terus-menerus mencari perhatian bukan berarti sekadar ingin menjadi pusat perhatian. Bisa jadi, mereka merasa kurang diperhatikan atau tidak yakin dengan posisinya dalam keluarga. Contohnya, anak yang sering menyela percakapan orang tua atau selalu ingin berada dekat dalam situasi sosial.