Tampang.com | Mengonsumsi makanan bergizi merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, di tengah manfaat makanan sehat, ancaman mikroplastik yang mencemari lingkungan semakin nyata dan menjadi perhatian besar. Limbah plastik, termasuk mikroplastik, kini mencemari darat dan perairan, merambah ke rantai makanan manusia.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang dapat mengancam kesehatan manusia. Mikroplastik tidak hanya ditemukan dalam tubuh hewan perairan atau kemasan makanan, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam sayuran yang kita konsumsi sehari-hari.
Dr. Meryl "Mimi" Kallman, MD, Clinical & Scientific Lead AsaRen, menjelaskan bahwa sayuran akar seperti wortel dan lobak lebih rentan mengandung mikroplastik, terutama jika ditanam di tanah dengan konsentrasi mikroplastik yang tinggi. Plastik cenderung menumpuk di akar tanaman, menjadikannya titik kritis dalam rantai makanan. Sebaliknya, sayuran berdaun seperti selada dan kol cenderung memiliki kandungan mikroplastik yang lebih rendah. "Memilih makanan berbasis daun bisa menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan mikroplastik," ujar Dr. Mimi dalam wawancaranya dengan CNBC Indonesia.