Pendiri Oyo, Ritesh Agarwal, telah mengumumkan rencana untuk menambah modal perusahaan jaringan kamar penginapan tersebut dengan mengucurkan dana investasi dari aset pribadinya.
Menurut laporan dari Tech Crunch, perusahaan investasi milik Agarwal, yang bernama Redsprig Innovation Partners, mengusulkan penanaman modal tambahan senilai US$ 65,1 juta ke Oyo.
Dengan tambahan investasi tersebut, harga perusahaan manajemen hotel tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 60 triliun. Ini juga berarti valuasi Oyo naik dari valuasi pada ronde pendanaan sebelumnya yang juga dipimpin oleh Redsprig.
Pada ronde pendanaan sebelumnya, Redsprig telah mengucurkan US$ 100 juta dari total pendanaan senilai US$ 175 juta pada valuasi perusahaan US$ 2,8 miliar.
Namun, meskipun valuasi terbaru Oyo telah meningkat, valuasi ini masih jauh dari valuasi tertinggi Oyo yang dicapai sebelum pandemi. Total harga saham perusahaan asal India tersebut sempat mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 158 triliun.