Tampang

Amazon Bakal PHK Ratusan Karyawan

10 Apr 2024 23:34 wib. 200
0 0
Kantor Amazon
Sumber foto: Google

Berita mengenai rencana Amazon untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawannya tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan industri teknologi. Langkah ini diharapkan akan membuat dampak yang signifikan terhadap perusahaan teknologi dan e-commerce raksasa ini. Dilansir dari BBC pada 5 April 2024, keputusan ini diyakini sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri usaha bidang komputasi awan yang semakin ketat. 

Menurut sumber-sumber terpercaya, Amazon diproyeksikan akan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap ratusan karyawannya di berbagai divisi dan departemen dalam waktu dekat. Restrukturisasi ini diduga sebagai upaya Amazon untuk fokus pada bisnis inti mereka, khususnya dalam mengembangkan teknologi komputasi awan yang semakin menjadi kebutuhan utama perusahaan-perusahaan di berbagai industri.

Hal ini tentu menjadi sebuah perhatian serius mengingat Amazon merupakan salah satu perusahaan teknologi dan e-commerce terbesar di dunia. Dengan berbagai layanan dan produknya yang meliputi e-commerce, komputasi awan, media digital, dan lainnya, Amazon memiliki dampak yang signifikan dalam industri teknologi dan e-commerce. Keputusan ini, jika terbukti benar, dapat mengubah lanskap perusahaan ini serta bagaimana perusahaan teknologi lainnya memandang strategi bisnis Amazon.

Dalam situasi ini, banyak pihak yang mengikuti perkembangan Amazon dengan cermat. Tidak hanya karyawan dan mitra bisnis Amazon, namun juga para analis industri dan pesaing bisnisnya. Dampak dari pengurangan besar-besaran karyawan ini tentu akan dirasakan tidak hanya oleh perusahaan itu sendiri, tetapi juga oleh industri teknologi dan e-commerce secara keseluruhan.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%