Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
YAICI Ungkap Bahaya SKM Mendatangkan Obesitas pada Anak-anak

YAICI Ungkap Bahaya SKM Mendatangkan Obesitas pada Anak-anak

15 Juli 2018 | Dibaca : 597x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Protes iklan susu kental manis (SKM) yang dinilai bukan susu sebagai pelengkap nutrisi tubuh berbuntut pada survei oleh sebuah yayasan terkait anak-anak yang mengonsumsi SKM setiap hari di Kendari dan Batam sebagian besar memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik, yakni mengalami obesitas (brat badan berlebih). Yang lebih fatalnya lagi, ibu-ibu di sana menganggap anaknya yang gemuk itu ya sehat.

Pernyataan tersebut langsung dipatahkan oleh anggota Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Siti Zalikho Agustina, dalam konferensi pers di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jakarta, pada Kamis (12/7/2018).

Ditambah, Komisioner Bidang Kesehatan dan NAPZA KPAI, Sitti Hikmawatty mengklaim gemuk (karena SKM) di sini sangat tidak sehat. Pasalnya, bahan yang terkandung di dalam SKM mayoritas lebih banyak gulanya ketimbang susu.

Lebih ngerinya lagi, Tina sempat mendengar informasi jika ada anak di Batam yang menghabiskan satu kaleng SKM dalam sehari. Dan para orangtua di Kendari dan Batam malah merasa bangga karena anak-anak mereka gemuk, berkat sering minum SKM.

Dalam surveinya tersebut, YAICI tak langsung menyadar ke korban SKM, melainkan terkait permasalahan gizi buruk yang menjangkit anak-anak di Kendari dan Batam. Di kedua daerah itu, para orang tua (ibu) tidak memberikan nutrisi susu berupa Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hatinya, namun lebih memilih SKM sebagai pengganti ASI.

Bahkan, menurut laporan dari Ketua YAICI, Arif Hidayat, terdapat pula ibu-ibu yang membuatkan anaknya minuman SKM hingga 5 gelas (3 persen) dan 10 gelas (1 persen) dalam sehari.

Berdasarkan hasil survei YAICI, dari 130 ibu menunjukkan data sekitar 56 persen (73 ibu) memberikan SKM 1 gelas per hari kepada anaknya. Di Batam sendiri, dari 75 ibu, sekitar 53 persennya (40 ibu) memberikan SKM 1 gelas per hari.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

The Quest Keeper, Game Ringan Tapi Cukup Berbobot
6 September 2018, by Adi Rizky Purmansyah
Kamu tentu masih ingat dengan Crossy Road. Game ini memang sepertinya mulai menjadi trend setter. Beberapa waktu lalu juga muncul game dengan konsep yang sama ...
Belum Lama Dibentuk, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif Mengundurkan Diri
8 Juni 2018, by oteli w
Belum Lama Dibentuk, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif Mengundurkan Diri Yudi Latif  menyampaikan pernyataan tersebut ...
Izzan jadi Siswa Termuda yang Lolos SBMPTN ITB Walau Sempat Gagal
15 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Belum lama ini telah diumumkan daftar siswa yang lolos SBMPTN 2017. Siapa sangka satu diantara ribuan peserta masih berusia sangat muda 14 ...
5 Benda di Rumah yang Dipercaya bisa Bikin Hoki
29 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Perkembangan dunia yang semakin modern mengalami banyak perubahan signifikan dari waktu ke waktu. Walaupun demikian, namun tetap saja beberapa ...
Jadi Tren, Demi Dapatkan Rumah Murah, Warga Tiongkok Berpura-pura Cerai
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perceraian bukanlah hal yang menyenangkan dan bukan untuk dimainkan. Dengan perceraian justru membuat kita terasa menyedihkan. Namun, sepertinya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview