Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

14 September 2017 | Dibaca : 347x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Jika kamu adalah salah satu yang biasa duduk berlama-lama karena tuntutan pekerjaan, hati-hati mulai saat ini. Duduk terlalu lama ternyata berisiko untuk mengembangkan masalah beberapa masalah kesehatan, bahkan hingga kematian dini.

 

Hasil studi terbaru mengungkapkan bahwa orang yang duduk selama 1 hingga 2 jam sekaligus (pada satu waktu), memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk kematian dini dibandingan mereka yang duduk secara berkala.

 

Para periset menggunakan pemantau aktivitas untuk mengukur aktivitas secara tidak objektif selama waktu bangun selama 7 hari pada 7.985 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih di atas usia 45 tahun.

Rata-rata, perilaku tidak menetap menyumbang 77 % jam bangun peserta, setara dengan lebih dari 12 jam per hari.

Selama masa tindak lanjut rata-rata 4 tahun, 340 peserta meninggal. Hal ini menunjukkan risiko kematian dini yang cukup tinggi pada orang-orang yang sering terlalu lama duduk.

Risiko kematian dihitung untuk mereka dengan berbagai jumlah waktu duduk dan berbagai pola menetap. Mereka dengan jumlah waktu duduk yang paling banyak lebih dari 13 jam per hari, dan perilaku sendentari setidaknya 60 sampai 90 menit berturut-turut memiliki peningkatan risiko kematian yang hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu duduk paling sedikit.

Para periset juga menemukan bahwa peserta yang duduk kurang dari 30 menit memiliki risiko kematian terendah. "Kami cenderung menganggap perilaku tetap seperti seberapa banyak kita duduk-duduk setiap hari," kata Keith Diaz, ilmuwan riset asosiasi di Columbia University Medical Center (CUMC) di Amerika Serikat yang dikutip Boldsky, Rabu (13/9/2017).

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa pola menetap-apakah individu menghasilkan waktu yang tidak banyak melakukan peregangan, mungkin berdampak pada kesehatan. Penelitian baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Blora, Dua Orang Tewas
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Pohon tumbang kembali memakan korban jiwa. Dua orang tewas saat mengendarai mobil yang melintas di Jalan Cepu-Blora KM 7 Blora Jawa Tengah ketika tiba-tiba ...
Giring Nidji Keluar, Ingin Bubar kah?
2 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Giring Ganesha atau yang lebih dikenal dengan "Giring Nidji", secara resmi telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai vokalis dari ...
Ikuti 5 Aturan Ini, Jika Kamu Serius Mau Turunkan Berat Badan
4 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam segala hal, pasti ada aturan yang mesti dipatuhi. Begitu pula dalam menurunkan berat badan. Terdapat beberapa aturan yang mesti dipatuhi ...
Apakah Kucing Mendengkur Saat Manusia Tidak Berada?
11 Juli 2017, by Slesta
Mengapa kucing mendengkur? Manusia cenderung berpikir bahwa mendengkur adalah tanda kebahagiaan pada seekor kucing dan memang demikian . namun ada beberapa ...
Tips Memilih Pemimpin yang Tepat
6 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Sebentar lagi Masyarakat Indonesia diperhadapkan padan pemilihan kepala daerah hingga kepemilihan Presiden. Sebagai masyarakat pasti ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview