Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

14 September 2017 | Dibaca : 397x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Jika kamu adalah salah satu yang biasa duduk berlama-lama karena tuntutan pekerjaan, hati-hati mulai saat ini. Duduk terlalu lama ternyata berisiko untuk mengembangkan masalah beberapa masalah kesehatan, bahkan hingga kematian dini.

 

Hasil studi terbaru mengungkapkan bahwa orang yang duduk selama 1 hingga 2 jam sekaligus (pada satu waktu), memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk kematian dini dibandingan mereka yang duduk secara berkala.

 

Para periset menggunakan pemantau aktivitas untuk mengukur aktivitas secara tidak objektif selama waktu bangun selama 7 hari pada 7.985 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih di atas usia 45 tahun.

Rata-rata, perilaku tidak menetap menyumbang 77 % jam bangun peserta, setara dengan lebih dari 12 jam per hari.

Selama masa tindak lanjut rata-rata 4 tahun, 340 peserta meninggal. Hal ini menunjukkan risiko kematian dini yang cukup tinggi pada orang-orang yang sering terlalu lama duduk.

Risiko kematian dihitung untuk mereka dengan berbagai jumlah waktu duduk dan berbagai pola menetap. Mereka dengan jumlah waktu duduk yang paling banyak lebih dari 13 jam per hari, dan perilaku sendentari setidaknya 60 sampai 90 menit berturut-turut memiliki peningkatan risiko kematian yang hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu duduk paling sedikit.

Para periset juga menemukan bahwa peserta yang duduk kurang dari 30 menit memiliki risiko kematian terendah. "Kami cenderung menganggap perilaku tetap seperti seberapa banyak kita duduk-duduk setiap hari," kata Keith Diaz, ilmuwan riset asosiasi di Columbia University Medical Center (CUMC) di Amerika Serikat yang dikutip Boldsky, Rabu (13/9/2017).

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa pola menetap-apakah individu menghasilkan waktu yang tidak banyak melakukan peregangan, mungkin berdampak pada kesehatan. Penelitian baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

tahu bandung
12 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Tadi ada orang sombong bangat..! Bawa motor bebek di Kanan Kirinya ada Tong warna biru. Terus di Tong itu ada Tulisan nya "TAHU ...
Yuk Mengenal Sejarah Manusia Modern!
22 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Homo sapiens sapiens (manusia modern) pertama kali berevolusi antara 200.000 SM dan 100.000 SM. Mereka seperti kita, secara fisik, dan memiliki kekuatan otak ...
Hadapi Perancis, Luis Suarez Punya Strategi Khusus Kalahkan Perancis
6 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Performa timnas Uruguay di Piala Dunia 2018 Rusia sedang meningkat. Uruguay yang menjadi juara di Grup A kualifikasi Piala Dunia menjadi juara ...
transformers
29 April 2017, by herline
Masih ingat dengan Autobot Optimus Prime? Pemimpin dari autobot pada film transformers 1, 2, 3? bagi pecinta film robot, film ini telah berhasil membuat kagum ...
3 Potensi Wisata Bahari Sumatera Barat yang Memikat untuk Dilihat
7 Juli 2018, by Maman Soleman
Dengan luas perairan sekitar 75 persen, Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata bahari. Kisah-kisah perjalanan para wisatawan maupun petualang, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab