Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

Waspada, Duduk Terlalu Lama Ternyata Berisiko Pada Kematian Dini

14 September 2017 | Dibaca : 176x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Jika kamu adalah salah satu yang biasa duduk berlama-lama karena tuntutan pekerjaan, hati-hati mulai saat ini. Duduk terlalu lama ternyata berisiko untuk mengembangkan masalah beberapa masalah kesehatan, bahkan hingga kematian dini.

 

Hasil studi terbaru mengungkapkan bahwa orang yang duduk selama 1 hingga 2 jam sekaligus (pada satu waktu), memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk kematian dini dibandingan mereka yang duduk secara berkala.

 

Para periset menggunakan pemantau aktivitas untuk mengukur aktivitas secara tidak objektif selama waktu bangun selama 7 hari pada 7.985 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih di atas usia 45 tahun.

Rata-rata, perilaku tidak menetap menyumbang 77 % jam bangun peserta, setara dengan lebih dari 12 jam per hari.

Selama masa tindak lanjut rata-rata 4 tahun, 340 peserta meninggal. Hal ini menunjukkan risiko kematian dini yang cukup tinggi pada orang-orang yang sering terlalu lama duduk.

Risiko kematian dihitung untuk mereka dengan berbagai jumlah waktu duduk dan berbagai pola menetap. Mereka dengan jumlah waktu duduk yang paling banyak lebih dari 13 jam per hari, dan perilaku sendentari setidaknya 60 sampai 90 menit berturut-turut memiliki peningkatan risiko kematian yang hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu duduk paling sedikit.

Para periset juga menemukan bahwa peserta yang duduk kurang dari 30 menit memiliki risiko kematian terendah. "Kami cenderung menganggap perilaku tetap seperti seberapa banyak kita duduk-duduk setiap hari," kata Keith Diaz, ilmuwan riset asosiasi di Columbia University Medical Center (CUMC) di Amerika Serikat yang dikutip Boldsky, Rabu (13/9/2017).

Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa pola menetap-apakah individu menghasilkan waktu yang tidak banyak melakukan peregangan, mungkin berdampak pada kesehatan. Penelitian baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Via Vallen Bakal jadi Tim Sukses Gus Ipul Siap Goyang Jatim
23 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pasangan calon Gubernur Jawa Timur 2018, Saifullah Yusuf - Puti Guntur dan Khofifah Indar Parawangsa - Emil Dardak sudah mempersiapkan strategi ...
4 Tips Perawatan untuk Kulit Cerah
13 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap wanita menginginkan kulit yang cerah dan bercahaya bukan ? Namun, sangat sulit untuk mewujudkannya karena banyak faktor yang bisa ...
Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon Bakal Dicabut?
3 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Tidak diketahui secara pasti asal-usul bagaimana terjadinya proses dianugerahkannya gelar Sri Paduka Raja kepada Fadli Zon oleh Puri ...
Kerja Keras Sudah, Tapi Begini Begini Saja? Kamu Harus Mengetahui Penyebabnya!
17 Juli 2017, by Slesta
Seseorang dapat dikatakan kaya jika ia berada dalam kondisi dimana ia dapat memenuhi kebutuhan mendasar dan kebutuhan penunjang pada saat ini maupun untuk masa ...
Perang antara Via Vallen dan Asisten Ayu Ting – ting
9 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Diberitakan sebuah akun gosip Lambe Turah  mengunggah bukti surat somasi dari pihak Via Vallen kepada Asisten Ayu Ting ting. Yang diunggah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview