Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Trump Memperpanjang Sanksi yang Diberlakukan Obama Terhadap Libya

Trump Memperpanjang Sanksi yang Diberlakukan Obama Terhadap Libya

10 Februari 2018 | Dibaca : 934x | Penulis : Slesta

Presiden Donald Trump pada hari Jumat memperpanjang keadaan darurat yang memberlakukan sanksi sepihak terhadap Libya, sebuah tindakan yang diperintahkan oleh mantan Presiden Barack Obama hampir tujuh tahun yang lalu.

Sanksi tersebut diterapkan untuk menangani apa yang dianggap Obama sebagai ancaman terhadap keamanan nasional A.S. yang diajukan oleh pemimpin Libya Moammar Gadhafi.

Sanksi tersebut juga dimaksudkan untuk menghukum Tripoli atas tindakan kekerasan rezim Gadhafi terhadap warganya, sekaligus melindungi aset milik orang-orang Libya.

Dalam pesannya Jumat, Trump mengatakan bahwa pemerintah dan rekan Gadhafi melakukan tindakan ekstrem terhadap rakyat Libya, "termasuk menggunakan senjata perang, tentara bayaran, dan kekerasan nakal terhadap warga sipil tak bersenjata."

"Keadaan sebelumnya, serangan berkepanjangan terhadap warga sipil, dan meningkatnya jumlah orang Libya yang mencari perlindungan di negara lain menyebabkan kemunduran keamanan Libya dan menimbulkan risiko serius terhadap stabilitasnya," kata Trump. "Situasi di Libya terus menimbulkan ancaman yang luar biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat."

Obama mengambil tindakan melawan Tripoli sekitar seminggu setelah dimulainya perang sipil Libya pada Februari 2011, sebuah pemberontakan yang menyebabkan pemindahan Gadhafi dari kekuasaan dan kematian delapan bulan kemudian. Alasan di balik tatanan darurat adalah ketidakstabilan yang terjadi di negara Afrika Utara menimbulkan ancaman bagi kepentingan A.S.

Perang sipil 2011 berakhir dengan kematian Gaddafi - namun perang saudara kedua, dimulai pada bulan Mei 2014, berlanjut sampai hari ini.

Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa tindakan lanjutan diperlukan untuk melindungi pengalihan aset atau pelanggaran lainnya oleh anggota keluarga Gadhafi, rekan mereka dan orang lain "yang menghalangi rekonsiliasi nasional Libya."

Perpanjangan sanksi, yang akan berakhir 25 Februari, sekarang akan berakhir pada tanggal yang sama di tahun 2019.

Obama memperpanjang sanksi beberapa kali saat menjabat.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Valentino Rossi Kembali Membalap Di MotoGP Aragon
21 September 2017, by Rachmiamy
Pembalap asal Italia Valentino Rossi dipastikan akan kembali membalap di Sirkuit Aragon pada hari Minggu 24 September 2017. Rossi tidak mengikuti seri ke 13 ...
Bekukan Isi Ulang Uang Elektronik, Gubernur BI: Jangan Sampai Membahayakan Konsumen
7 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Layanan isi ulang uang elektronik (e-money) dari beberapa bisnis e-commerce dibekukan sementara. PayTren milik Yusuf Mansyur pun tak lolos dari pembekuan. ...
djarot
21 Juni 2017, by Tonton Taufik
Tampang.com - Jakarta, di depan kader PDIP, Djarot menyatakan bahwa pemenang pilkada DKI 2017 adalah pasangan Basuki Tjahya Purnama (Ahok) dan ...
Wisata Kekinian 2020 Jogjakarta dengan Spot Foto Menarik
13 September 2020, by Admin
Jogjakarta sebagai salah satu destinasi wisata favorit para wisatwan memang tidak pernah ada habisnya. Dimulai dari wisata alam, kuliner hingga edukasi dab ...
Hah! Cuci Muka Saat Mandi Ga Boleh?
19 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menurut para ahli, ternyata mencuci muka saat mandi tidak disarankan. MD Co-Director Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery di ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview