Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
ranu muda

Tidak Terbukti, Ranu Muda dan 9 Laskar Umat Islam Solo Dibebaskan!

31 Mei 2017 | Dibaca : 1013x | Penulis : Zeal

Kasus yang dikenal dengan kasus Social Kitchen beberapa waktu ini menyita perhatian, khususnya ummat Muslim di Indonesia. Mengapa tidak, pimpinan Laskar Umat Islam Solo (LUIS) ditangkap, padahal mereka bukanlah pelaku dari pengrusakan yang terjadi di Social Kitchen tersebut.

10 orang terdakwa yang merupakan pimpinan LUIS dituntut enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutan yang dibacakan bergantian oleh Jaksa Penuntut (JPU) Umum Slamet Margono, Umar Dani dan Saptandi dalam sidang sebelumnya.

Namun, karena tidak terbukti, hakim menyatakan bahwa 10 terdakwa tersebut divonis bebas. Ke-10 terdakwa yang dibebaskan antara lain Sri Asmoro Eko Nugroho, Kombang Saputro, Edi Lukito, Supramono, Suparno, Purnama Indra, Joko Sutarto, Ranu Muda, Mujiono dan Mulyadi.

Hakim pada Pengadilan Negeri Semarang menyatakan mereka tidak terbukti terlibat dalam kegiatan itu.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan jaksa. Membebaskan para terdakwa dari dakwaan. Mengeluarkan terdakwa dari dalam tahanan," kata Ketua Majelis Hakim Pudji Widodo dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (31/5/2017).

Pudji mengatakan, para terdakwa harus dilepaskan dari tahanan dan harus dipulihkan nama baiknya. Dalam putusannya, hakim menyatakan dakwaan terhadap para terdakwa tidak terbukti, baik dakwaan pertama hingga kelima.

Saat kejadian, para terdakwa ada di lokasi kafe, namun tidak melakukan tindak pidana yang dituduhkan. Saat tiba, para terdakwa mengenakan baju putih, sorban serta membawa surat peringatan resto Social Kitchen melanggar jam operasional.

"Para terdakwa datang memakai baju putih sehingga mudah dikenali. Disana, para terdakwa menunjukkan surat melanggar operasional secara damai," kata hakim.

Berdasarkan fakta persidangan, hakim menilai para terdakwa bukan pelaku pengrusakan. Sejumlah barang di kafe yang rusak seperti sofa, botol miras, serta patung sinterklas juga bukan dilakukan para terdakwa.

Menurut hakim, pelaku sebenarnya adalah para pihak yang datang duluan sebelum rombongan Luis datang. Mereka adalah yang datang mengenakan penutup kepala.

"Rombongan yang memakai helm, jaket, tutup wajah masker itu mendahului terdakwa," ujar Pudjo.

Atas hal ini, para terdakwa menyatakan menerima. Para terdakwa juga sujud syukur di ruang sidang itu. Sementara itu, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengaku masih pikir-pikir.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Anda Sering Bermimpi 5 Hal Ini? Rupanya, Itu Mengungkap Kepribadian Anda, Penasaran?
5 Januari 2018, by Slesta
Tampang.com – Saat berbicara tentang mimpi, banyak orang menafsirkan dan menghubungkan mimpi dengan arti yang terkandung didalamnya. Apakah Anda salah ...
Dipandang Sebelah Mata? Jangan Bersedih Lakukan Hal Ini
17 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Diremehkan memang merupakan pengalaman yang bikin sakit hati. Meski begitu tidak perlu dipikirkan dan  dimasukan ke dalam hati. Anggap ...
Idrus Marham Dilantik Menjadi Menteri Sosial Oleh Presiden Jokowi
17 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hari ini, Rabu 17Januari 2018, Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle jilid III di kabinetnya, yakni dengan melantik Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai ...
Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia, Amerika masih Mendominasi
23 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Menjadi orang terkaya didunia merupakan impian semua orang, namun untuk menjadi orang terkaya di dunia perlu usaha yang keras dan maksimal sehingga ...
Ini Tanda-Tanda Bahwa Ia Serius dengan Kamu
19 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memahami keseriusan dalam hubungan percintaan memang terkadang sulit dipahami. Hal ini karena meskipun telah menjalin kasih dengan waktu yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab