Tutup Iklan
hijab
  
login Register
vonis ahok

Tanggapan Media Asing Terkait Vonis Ahok

10 Mei 2017 | Dibaca : 753x | Penulis : herline

Beragam tanggapan dari media Internasional mengenai vonis 2 tahun penjara bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tanggapan yang hampir serupa dari sejumlah media asing bahwa vonis tersebut merupakan ujicoba bagi toleransi beragama dan pluralisme di Indonesia.

Pada harian The Washington Post yang menulis kepala berita "Christian Governor of Jakarta senteced to prison for blasphemy agains Koran.' Yaitu bahwa hakim ketua bahwa kasus Ahok merupakan murni kasus pidana serta menolak ada aspek yang berhubungan dengan politik di dalamnya. Tuduhan blasphemy terhadap Ahok merupakan faktor penentu kekalahannya dalam Pilkada Gurbernur Jakarta pada April lalu.

Sedangkan harian dari Inggris The Guardian menuliskan tentang vonis ahok yang mengejutkan setelah grup Islam garis keras menyerukan agar pejabat beragama Kristen dipenjarakan sebagai akibat dari mengutip ayat Al-Quran. Dan pengadilan dengan secara luas dipandang sebagai ujicoba bagi toleransi kehidupan beragama dan pluralisme di Indonesia.

Harian terkemuka di Amerika Serikat The New York Times dengan kepala berita "Christian Governor Indonesia Found Guilty of Blasphemy Against Islam" menuliskan bahwa pengadilan Jakarta membuktikan bahwa gurbernur beragama Kristen itu bersalah melakukan penodaan agama Islam. Dan Pengadilan menvonis dua tahun penjara, dalam kasus yang dipandang kluas sebagai test bagi toleransi beragama dan kebebasan berbicara. Harian tersebut juga lebih lanjut menulis bahwa penodaan agama atau blasphemy merupakan tindak pidana di Indonesia, negara yang sekular demokrat dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Hukuman ini lebih berat dari tuntutan jaksa dan Ahok menyatakan banding.

Sementara itu versi online Al Jazeera English menulis kepala berita "Jakarta Governor Ahok Found Guilty of Blasphemy." Menulioskan bahwa gubuernur yang akan lengser Basuki "Ahok" Purnama divonis dua tahun penjara, terkait dengan komentarnya yang ia lontarkan pada saat kampanye politik. Lebih lanjut lagi media ini menulis bahwa para penentang Ahok menganggap hukuman ini terlalu ringan, karena hukuman maksimal lima tahun penjara. Sementara itu kelompok pembela hak asasi manusia mengkritik pemerintah Indonesia yang tidak berbuat banyak melindungi minoritas keagamaan. Walaupun begitu Presiden Joko Widodo yang merupakan mitra Ahok menyatakan tidak akan mencampuri peradilan serta menghimbau semua pihak agar menghormati proses hukum.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hobi Minum Soda? 8 Alasan Ini Akan Langsung Buatmu Berhenti Sekarang Juga
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengkonsumsi soda setiap hari mulai menimbulkan malapetaka bagi kesehatan Anda. Berikut daftar alasan paling ...
Prediksi David Villa Tentang Laga Bigmatch Valencia vs Barcelona di Pekan Ketiga Belas Liga Spanyol 2017/2018
23 November 2017, by Rachmiamy
Laga bigmatch akan tersaji di pekan ketiga belas Liga Spanyol 2017/2018. Laga yang akan berlangsung Minggu (26/11/2017) atau Senin dini hari WIB mempertemukan ...
Stress dan Kurang Tidur Bisa menimbulakn Penyakit Kulit yang Berbahaya.
7 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kadang karena terlalu capek dengan urusan pekerjaan bahkan perkerjan kantor numpuk di bawa pulang kerumah sampai malam bekerja terus lupa ...
U.N .: Pameran Seni Korea Utara di UAE Bisa Melanggar Sanksi
12 April 2018, by Slesta
Dewan Keamanan PBB sedang menyelidiki pameran karya seni Korea Utara di Uni Emirat Arab untuk menentukan apakah pertunjukan itu melanggar sanksi ...
Dibajak? Nikita Mirzani Hina Panglima TNI di Twitter Lalu Dipolisikan
5 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Nikita Mirzani kini diterpa masalah baru. Bukan soal skandal, kali ini dirinya dipolisikan lantaran cuitan di akun Twitternya yang dianggap telah menghina ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab