Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Survei Instrat: Kenaikan Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Tak Lepas Dari Mesin Partai

Survei Instrat: Kenaikan Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Tak Lepas Dari Mesin Partai

11 Mei 2018 | Dibaca : 116x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Naiknya elektabilitas pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dinilai tak lepas dari mesin partai yang bergerak sepenuhnya mendukung mereka. Menurut Analis Indonesia Strategic Institute (Instrat) Sidrotul Naim Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi terdongkrak suaranya oleh mesin partai.

“Faktor Partai Golkar dan Partai Demokrat, tidak bisa kita lupakan. Bagaimanapun Dedi Mulyadi ketua DPD Golkar Jawa Barat, artinya dia bisa menggerakan (mesin partai), Demiz juga sudah dikenal sangat lama di publik, 40 tahun lebih dia berkarya,” kata Sidotul di Bandung, Rabu (9/5/2018)

Menurut Sidotul, pilgub Jabar tergolong unik karena mesin partai ada yang menentukan dan ada yang tidak untuk menaikkan elektabilitas calonnya.

Dari hasil survei yang digelar Instrat untuk pemilihan gubernur pada 3-8 Mei 2018 mencatat elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan perolehan 40,5 persen suara.

Disusul Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura) 29 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Partai Gerindra, PKS< dan PAN) 7,7 persen, serta Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) 4,7 persen.

Sidrotul membandingkan dengan elektabilitas partai politik pada survei tersebut. Jika pemilu legislatif digelar har ini ada 5 partai politik yang meraih suara terbesar yakni PDIP 19,2 persen, Golkar 18,2 persen; Partai Gerindra 15,4 persen; serta PKS 5,6 persen.

Sementara lainnya PKB 3,7 persen, Partai Demokrat 3,2 persen, Partai Nasdem 2,8 persen, PPP 2,8 persen, Perindo 2,1 persen, Partai Garuda 1,3 persen, PAN 1,1 persen, Partai Berkarya 1,1 persen, Hanura 0,6 persen, PSI 0,4 persen, PBB dan PKPI masing-masing 0 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan partai politiknya sebesar 21,5 persen, dan golput 1,1 persen.

Sidrotul mengatakan, survei elektabilitas PDIP memang terbesar jika dibandingkan partai politik lainnya, namun tidak terlihat secara signifikan pada elektabilitas kandidat yang diusungnya.

“PDIP ketika pertanyaannya tentang pemilu legislatif, masih tetap tinggi, 19 persen. Butuh penjelasan mengapa tidak ada loyalitas, karena suara ke kandidat masih di bawah 5 persen,” katanya

Begtu juga dengan Partai Gerindra, PKS, dan PAN yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sidrotul mengatakan, kombinasi Partai Gerindra-PKS misalnya hasil elektabilitas hasil survei dan data pemilu 2014 angkanya tidak berubah di kisaran 21 persen. Di survei Instrat, PKS elektabilitasnya turun, sementara Partai Gerindra naik jika dibandingkan dengan hasil pemilu legislatif 2014. “Ketika angka 21 persen itu menjadi kandidat, hasilnya (elektabilitas Sudrajat-Syaikhu) hanya 7,7 persen,” katanya

Sementara pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum satu-satunya pasangan dengan elektabilitas kandidatnya di atas perolehan suara gabungan partai politik pendukungnya.

Sidrotul mengatakan, pilihan gubernur untuk kader partai di Jabar kemungkinan dipengaruhi preferensi pribadi masing-masing pemilih.

“Ada sesuatu sehingga pemilih tidak punya loyalitas, artinya dia tetap loyal ke partai, tapi tidak memilih atau tidak mendukung orang yang didukung partai. Ini fenomena menarik untuk Jabar,” kata dia.

Sidrotul mengatakan, survei yang dilakukan hanya bisa melihat tren saja. “Orang memilih itu personal. Yang bisa kita lihat trennya, yang bisa dikatakan fenomena secara keseluruhan,” kata dia.

Selain itu, survei Instrat juga didapatkan pemilih pemula tidak otomatis memilih pasangan gubernur yang usianya muda.

“Pemilih pemula berdasarkan data, sebarannya merata. Kemarin kita berpikir kalau pemilih muda akan lebih memilih yang muda juga, artinya pada Kang Emil dan Uu, tapi data tidak menunjukkan seperti itu,” kata Sidrotul

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berteman dengan Emosi Negatifmu Ternyata Membuatmu Lebih Bahagia Lho
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Penelitian yang dilakukan di UC Berkeley dan dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology, menguji keterkaitan antara penerimaan emosional ...
AS berhasil menguji sistem anti-rudal Thaad di Pasifik
12 Juli 2017, by Slesta
Militer AS mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal Thaad yang kontroversial berhasil melesakkan target selama tes di atas Samudra Pasifik. Thaad, atau ...
Masuk Musim Hujan, Cabai dan Bawang Kini Naik Rp 5.000
10 November 2017, by Rindang Riyanti
Musim penghujan biasanya berkaitan erat dengan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di tanah air. Namun tak hanya itu, musim hujan di ...
Olahraga Bersama, Begini Solidnya TNI dan Polri
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Polres Metro Jakarta Pusat bersama TNI Kodim 0501 melaksanakan olahraga bersama di area Monas, Jakarta Pusat. Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan ...
Cabang Anggar Seleksi Atlet Hadapi Asian Games 2018
2 Desember 2017, by Admin
Tampang.com -  Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI)  menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar  dan Test Event Asian ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis