Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Survei Instrat: Kenaikan Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Tak Lepas Dari Mesin Partai

Survei Instrat: Kenaikan Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Tak Lepas Dari Mesin Partai

11 Mei 2018 | Dibaca : 239x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Naiknya elektabilitas pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dinilai tak lepas dari mesin partai yang bergerak sepenuhnya mendukung mereka. Menurut Analis Indonesia Strategic Institute (Instrat) Sidrotul Naim Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi terdongkrak suaranya oleh mesin partai.

“Faktor Partai Golkar dan Partai Demokrat, tidak bisa kita lupakan. Bagaimanapun Dedi Mulyadi ketua DPD Golkar Jawa Barat, artinya dia bisa menggerakan (mesin partai), Demiz juga sudah dikenal sangat lama di publik, 40 tahun lebih dia berkarya,” kata Sidotul di Bandung, Rabu (9/5/2018)

Menurut Sidotul, pilgub Jabar tergolong unik karena mesin partai ada yang menentukan dan ada yang tidak untuk menaikkan elektabilitas calonnya.

Dari hasil survei yang digelar Instrat untuk pemilihan gubernur pada 3-8 Mei 2018 mencatat elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan perolehan 40,5 persen suara.

Disusul Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura) 29 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Partai Gerindra, PKS< dan PAN) 7,7 persen, serta Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) 4,7 persen.

Sidrotul membandingkan dengan elektabilitas partai politik pada survei tersebut. Jika pemilu legislatif digelar har ini ada 5 partai politik yang meraih suara terbesar yakni PDIP 19,2 persen, Golkar 18,2 persen; Partai Gerindra 15,4 persen; serta PKS 5,6 persen.

Sementara lainnya PKB 3,7 persen, Partai Demokrat 3,2 persen, Partai Nasdem 2,8 persen, PPP 2,8 persen, Perindo 2,1 persen, Partai Garuda 1,3 persen, PAN 1,1 persen, Partai Berkarya 1,1 persen, Hanura 0,6 persen, PSI 0,4 persen, PBB dan PKPI masing-masing 0 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan partai politiknya sebesar 21,5 persen, dan golput 1,1 persen.

Sidrotul mengatakan, survei elektabilitas PDIP memang terbesar jika dibandingkan partai politik lainnya, namun tidak terlihat secara signifikan pada elektabilitas kandidat yang diusungnya.

“PDIP ketika pertanyaannya tentang pemilu legislatif, masih tetap tinggi, 19 persen. Butuh penjelasan mengapa tidak ada loyalitas, karena suara ke kandidat masih di bawah 5 persen,” katanya

Begtu juga dengan Partai Gerindra, PKS, dan PAN yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sidrotul mengatakan, kombinasi Partai Gerindra-PKS misalnya hasil elektabilitas hasil survei dan data pemilu 2014 angkanya tidak berubah di kisaran 21 persen. Di survei Instrat, PKS elektabilitasnya turun, sementara Partai Gerindra naik jika dibandingkan dengan hasil pemilu legislatif 2014. “Ketika angka 21 persen itu menjadi kandidat, hasilnya (elektabilitas Sudrajat-Syaikhu) hanya 7,7 persen,” katanya

Sementara pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum satu-satunya pasangan dengan elektabilitas kandidatnya di atas perolehan suara gabungan partai politik pendukungnya.

Sidrotul mengatakan, pilihan gubernur untuk kader partai di Jabar kemungkinan dipengaruhi preferensi pribadi masing-masing pemilih.

“Ada sesuatu sehingga pemilih tidak punya loyalitas, artinya dia tetap loyal ke partai, tapi tidak memilih atau tidak mendukung orang yang didukung partai. Ini fenomena menarik untuk Jabar,” kata dia.

Sidrotul mengatakan, survei yang dilakukan hanya bisa melihat tren saja. “Orang memilih itu personal. Yang bisa kita lihat trennya, yang bisa dikatakan fenomena secara keseluruhan,” kata dia.

Selain itu, survei Instrat juga didapatkan pemilih pemula tidak otomatis memilih pasangan gubernur yang usianya muda.

“Pemilih pemula berdasarkan data, sebarannya merata. Kemarin kita berpikir kalau pemilih muda akan lebih memilih yang muda juga, artinya pada Kang Emil dan Uu, tapi data tidak menunjukkan seperti itu,” kata Sidrotul

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nilai Kebenaran Agama Bisa Mencerahkan Pribadi Politikus/Politisi Namun Agama Jangan Dijadikan Sarana Politik
2 April 2018, by oteli w
Nilai Kebenaran Agama Bisa Mencerahkan Pribadi Politikus/Politisi Namun Agama Jangan Dijadikan Sarana Politik Politikus atau Politisi adalah Seseorang atau ...
Intel Korsel Laporkan Korut Punya Rudal Antarbenua
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Intelijen Korea Selatan melaporkan adanya kemungkinan bahwa tahun ini, Korea Utara (Korut) memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau ...
Meski Imbang, Duel Persib vs Persija diwarnai Ricuh pada Akhir Laga!
22 Juli 2017, by Zeal
Laga panas bergengsi antara Persib Bandung versus Perija Jakarta pada Sabtu (22/7) berakhir dengan skor 1-1. Laga yang dilangsungkan di stadion Gelora Bandung ...
Wanita, Ini 8 Hal yang Buat Pria Yakin untuk Menikahi Kamu
6 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika ingin menuju ke jenjang yang serius alias menikah, membuat pria jatuh cinta saja tak cukup. Kamu perlu meyakinkan dirinya bahwa kamu ...
Tren Make Up "FaceLess" yang Bikin Merinding
20 September 2017, by Rachmiamy
Make up memang selalu memancing para pecinta make up untuk berkreasi dengan alat make up nya. Seperti perancang makeup berbasis Vancouver, Mimi Choi, yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
belireview