Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Serunya Ngabuburit di Jalan Baranangsiang Bandung...

Serunya Ngabuburit di Jalan Baranangsiang Bandung...

27 Mei 2018 | Dibaca : 363x | Penulis : Dika Mustika

Bulan Ramadhan memang bulan yang istimewa. Selain istimewa karena pahalanya, bulan ini juga mengundang berbagai keriangan. Nah, salah satu keriangan yang ada di bulan Ramadhan ini adalah ketika berburu takjil alias makanan-minuman untuk berbuka atau membatalkan puasa. Tentunya takjil ini dinikmati setelah berkumandangnya adzan magrib ya.

Pada bulan Ramadhan ini, kalau kita lihat di kiri kanan jalan, banyak yang jadi penjual takjil musiman. Yang asalnya berjualan bubur ayam, di bulan Ramadhan ini ‘menjelma’ menjadi penjual kolak, juga masih banyak penjual lainnya yang kini berubah menjadi penjual takjil musiman. Nah, hal menarik ini lah yang aku jumpai kemarin di Jalan Baranangsiang Bandung. Jalan yang menghubungkan antara Pasar Kosambi dengan Jalan Sunda ini membuatku kaget kemarin. Jalan yang biasanya, ya biasa saja tanpa ada yang istimewa, kemarin berubah! Banyak penjual takjil di sana yang berjualan dengan rapinya. Berjalan di jalan itu kemarin, berasa ada di sebuah car free day! Kiri kanan jalan dipenuhi oleh penjual takjil, mulai dari kolak, es kelapa muda, es cendol, gorengan, sosis panggang, tutut, cilor (cilok-telur), bakso, dan ada makanan lainnya juga. Menariknya takjil yang dijual di sini sungguh banyak penjualnya! Orang-orang yang tinggal di daerah situ sangat menikmati berada di luar rumah, entah untuk berjualan, membeli, atau sekedar ngabuburit saja. Mengapa jalanan ini bagaikan mirip car free day? Selain kiri kanan jalan penuh dengan penjual, di sini ada semacam panggung kecil ajang berekspresi tampaknya. Ketika aku lewat, sedang ada seorang pemuda yang sedang menyanyi di panggung tersebut.

Nah, bukan hanya penjual takjil dan panggung saja lho yang ada di situ. Aku juga melihat ada 2 delman yang mengangkut anak-anak keliling jalan.  Terbayang, betapa banyaknya keriangan yang ada di Jalan Baranangsiang menjelang berbuka puasa. Mulai dari anak-anak, remaja, teteh-teteh, aa-aa, tante-tante, om-om, ibu-ibu, bapak-bapak, semua berkumpul di luar rumah dengan penuh keriangan. Oh, iya selain penjual takjil, panggung, dan delman keliling, tentunya ada mesjid yang sedang bersiap-siap menyelenggarakan berbuka bersama kemarin. Kulihat ada sekumpulan remaja yang sedang menyiapkan takjil di halaman mesjid. Dan ada juga sekelompok anak yang hendak mendaftar untuk ikut berbuka di mesjid tersebut. Ramadhan bisa menyatukan masyarakat dengan keistimewaannya. Dengan adzan magrib, ngabuburit, berbuka bersama, masyarakat jadi berkumpul dan semakin erat silaturahminya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengapa Banyak Orang Obesitas yang Tetap Sehat?
7 November 2017, by Rindang Riyanti
Salah satu paradoks yang dipahami dalam studi tentang obesitas adalah bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan dan memecah lemak pada tingkat tinggi ...
Indonesia Tersingkir Dari Perebutan Medali Emas Sepak Bola Sea Games 2017
26 Agustus 2017, by Rachmiamy
Pertandingan semi final cabang sepak bola Sea Games 2017 antara Malaysia vs Indonesia berlangsung di Stadion Shah Alam Selangor Malaysia. Pertandingan berjalan ...
Berkat Drone yang Jatuh, Pria Miskin Asal Ghana Ini Berhasil Naik Haji
23 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Al-Hassan Abdullah, seorang pria yang serba kekurangan akhirnya berhasil mewujudkan cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji.   Hal itu ...
Sudah Enak jadi Polisi Malah Pingin Berubah Jadi "Wonder Women"
21 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Ya kembali manusia tidak pernah puas dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita, sudah diberikan kemuliaan menjadi seorang polisi penegak hukum ...
Baikkah Sikap Diam Ketika Menjalin Hubungan?
19 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi sebagian orang, sikap diam dalam hubungan cinta menjadi hal yang buruk. Hal ini karena ia merasa tak dipedulikan oleh pasangannya. Oleh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab