Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Rusia Menyebabkan 'kekacauan cyber-space', kata mantan bos GCHQ

Rusia Menyebabkan 'kekacauan cyber-space', kata mantan bos GCHQ

10 Juli 2017 | Dibaca : 278x | Penulis : Slesta

Pemerintah Rusia merupakan ancaman bagi demokrasi, kata mantan direktur GCHQ, Robert Hannigan.
Ada "jumlah yang tidak proporsional dari kekacauan di cyber-space" yang berasal dari negara tersebut, dia mengatakan kepada BBC.
Hannigan mendesak orang untuk "mundur" melawan tingkah laku negara Rusia tersebut, menambahkan beberapa bentuk pembalasan cyber mungkin diperlukan di masa depan.
Sanksi juga bisa dipaksakan untuk menyoroti aktivitas negara Rusia saat ini yang tidak bisa diterima, tambahnya.
"Tentu saja tidak semuanya dijalankan oleh negara Rusia," kata Hannigan kepada program Today BBC Radio.
"Ada tumpang tindih kejahatan dan keadaan, dan sebuah sistem yang sangat korup yang memungkinkan kejahatan berkembang, namun negara Rusia dapat melakukan banyak hal untuk menghentikannya dan tentu saja dapat mengendalikan aktivitas negaranya sendiri."

Hannigan memuji Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel karena "memanggil" aktivitas negara Rusia.
"Saya pikir mulai membicarakannya dengan baik, Macron sendiri mengatakan di depan Putin, pada sebuah konferensi pers, dengan cara yang sangat mencolok, bahwa ini tidak dapat diterima," katanya.


Analisis: Gordon Correra, Koresponden Keamanan BBC


Operasi cyber Rusia menjadi isu utama saat Robert Hannigan 'menjalankan GCHQ.
Spionase cyber Rusia telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun baru-baru ini badan intelijen Barat menyaksikan dengan waspada saat peretas yang beroperasi di luar Rusia tampaknya bersedia melakukan tindakan yang lebih agresif dan berisiko.
Salah satu tanda itu adalah pencabutan saluran TV5 Monde Prancis, dibuat agar terlihat seperti karya hacker yang terkait dengan apa yang disebut Negara Islam namun dilacak ke Rusia.
Hal ini membuat mata-mata Inggris bertanya-tanya apakah Moskow telah menguji kemampuannya yang mengganggu.
GCHQ juga yang pertama menemukan tanda-tanda bahwa Rusia telah menembus Partai Demokrat di AS, dan menginformasikan pihak berwenang di Washington.
Tapi karena operasi Rusia tampaknya menjadi lebih berani, pertanyaan telah berkembang mengenai cara terbaik untuk merespons dan mencegah aktivitas semacam itu.
Dan proses itu telah dipersulit oleh kontroversi di Washington seputar penyelidikan kemungkinan hubungan antara kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump dan Rusia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Orang Optimis Ternyata Suka Konsumsi Sayuran Hijau
12 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu penelitian terbaru menyatakan bahwa orang yang sering mengkonsumsi buah dan sayuran cenderung lebih optimis ketika menghadapi masa ...
Tanpa Kafein! Minuman Ini Juga Bisa Bantu Naikkan Semangat Pagi Kamu
10 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk dapat suntikan semangat, kita biasanya memulai hari dengan mengkonsumsi kopi. Dengan kandungan kafein yang ada pada kopi, maka kita akan ...
bitcoin
24 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak orang mencoba peruntungannya dengan berinvestasi pada mata uang digital terpopuler yakni Bitcoin. Apalagi saat-saat Bitcoin baru mulai ...
5 Tempat Favorit Ngabuburit di Kota Cirebon
31 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh umat muslim. Selain karena pahala ibadah yang berlipat ganda ternyata banyak ...
Wow Kereeen! Kakek Penarik Becak Ini Ikuti Kejuaraan Lari di Chile
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Darmiyanto, seorang kakek pengayuh becak dari Salatiga menjadi pembicaraan karena memiliki kebiasaan lari belasan kilometer setiap harinya. Kabar terbaru ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis