Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Perubahan Iklim Akibat Manusia Dimulai 11500 Tahun yang Lalu

Perubahan Iklim Akibat Manusia Dimulai 11500 Tahun yang Lalu

21 Agustus 2017 | Dibaca : 807x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebagian besar ilmuwan iklim sepakat bahwa tren pemanasan iklim selama abad yang lalu disebabkan oleh aktivitas manusia. Sebuah studi di Universitas Tel Aviv yang baru telah menemukan indikasi geologi paling awal tentang perubahan iklim yang disebabkan manusia dari 11.500 tahun yang lalu. Dalam sampel inti yang diambil dari Laut Mati, para periset menemukan tingkat erosi di cekungan yang secara dramatis tidak sesuai dengan rezim tektonik dan iklim yang diketahui pada periode yang tercatat.

"Dampak manusia terhadap lingkungan alam sekarang membahayakan seluruh planet ini," kata Prof. Shmuel Marco, Kepala Sekolah Geosains TAU, yang memimpin tim peneliti. "Oleh karena itu penting untuk memahami proses mendasar ini. Penemuan kami memberikan penilaian kuantitatif untuk dimulainya dampak manusia yang signifikan terhadap geologi dan ekosistem Bumi."

Penelitian dilakukan oleh TAU mahasiswa pasca doktoral Dr. Yin Lu dan bekerja sama dengan Prof. Dani Nadel dan Prof. Nicolas Waldman, keduanya dari Universitas Haifa. Proyek ini berlangsung sebagai bagian dari proyek Deep Sea Deep Drilling, yang memanfaatkan inti bor sepanjang 1.500 kaki untuk menyelidiki lembah Laut Mati. Sampel inti memberi tim rekaman sedimen 220.000 tahun terakhir.

Erosi yang baru ditemukan terjadi selama Revolusi Neolitik, transisi budaya manusia yang luas dari berburu dan berkumpul ke pertanian dan pemukiman. Pergeseran tersebut menghasilkan populasi manusia yang tumbuh secara eksponensial.

"Vegetasi alami digantikan oleh tanaman pangan, hewan peliharaan dijinakkan, penggembalaan mengurangi tumbuhan alami, dan penggundulan hutan memberi lebih banyak area untuk merumput," kata Prof. Marco. "Semua ini mengakibatkan erosi permukaan yang intensif dan peningkatan sedimentasi, sesuai yang kami temukan di sampel inti Laut Mati."

Cekungan drainase Laut Mati berfungsi sebagai laboratorium alami untuk memahami bagaimana tingkat sedimentasi di lembah dalam berhubungan dengan perubahan iklim, tektonik, dan dampak buatan manusia terhadap lanskap bumi.

"Kami mencatat kenaikan tajam tiga kali lipat pada pasir halus di Laut Mati akibat banjir musiman," kata Prof. Marco. "Erosi intensif ini tidak sesuai dengan rezim tektonik dan iklim selama Holosen, zaman geologi yang dimulai setelah Pleistosen sekitar 11.700 tahun yang lalu."

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Selama Ramadhan, MUI Larang Lakukan Sweeping Main Hakim Sendiri
27 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menghimbau pada seluruh ormas Islam untuk tidak melakukan sweeping selama Ramadhan. ...
Tips Memanfaatkan Waktu Liburan dengan Bijak Agar Berkesan
31 Maret 2018, by oteli w
Menikmati masa liburan yang panjang tentu akan memberi kamu kebebasan untuk liburan ke tempat-tempat wisata yang mungkin saja belum pernah kamu datangi sebelum ...
Kasus Boss First Travel Hari Ini Divonis Oleh Majelis Hakim, Andika dan Anniesa Akan Ajukan Banding
30 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Hari ini Rabu 20 Mei 2018, Majelis Hakim membacakan vonis atas kasus Boss First Travel yang diduga melakukan penipuan dan pencurian uang pelanggan. Soal vonis ...
Membesarkan Anak Memang Mahal, Berikut Cara Agar Anda Bisa Mengurangi Biayanya
2 Juli 2021, by Admin
Mempunyai seorang anak merupakan suatu anugrah yang selalu diinginkan para orang tua. Namun untuk membesarkan anak tentu membutuhkan biaya yang lebih. Mungkin ...
3 Faktor yang Bikin Gatot Nurmantyo Harus Dihentikan
12 April 2018, by Gatot Swandito
Entah siapa yang mengomandoinya. Tetapi, terlihat sangat begitu jelas jika sejak dua minggu terakhir ini serangan-serangan yang dibidikkan ke arah Gatot ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab