Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Perubahan Iklim Akibat Manusia Dimulai 11500 Tahun yang Lalu

Perubahan Iklim Akibat Manusia Dimulai 11500 Tahun yang Lalu

21 Agustus 2017 | Dibaca : 236x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebagian besar ilmuwan iklim sepakat bahwa tren pemanasan iklim selama abad yang lalu disebabkan oleh aktivitas manusia. Sebuah studi di Universitas Tel Aviv yang baru telah menemukan indikasi geologi paling awal tentang perubahan iklim yang disebabkan manusia dari 11.500 tahun yang lalu. Dalam sampel inti yang diambil dari Laut Mati, para periset menemukan tingkat erosi di cekungan yang secara dramatis tidak sesuai dengan rezim tektonik dan iklim yang diketahui pada periode yang tercatat.

"Dampak manusia terhadap lingkungan alam sekarang membahayakan seluruh planet ini," kata Prof. Shmuel Marco, Kepala Sekolah Geosains TAU, yang memimpin tim peneliti. "Oleh karena itu penting untuk memahami proses mendasar ini. Penemuan kami memberikan penilaian kuantitatif untuk dimulainya dampak manusia yang signifikan terhadap geologi dan ekosistem Bumi."

Penelitian dilakukan oleh TAU mahasiswa pasca doktoral Dr. Yin Lu dan bekerja sama dengan Prof. Dani Nadel dan Prof. Nicolas Waldman, keduanya dari Universitas Haifa. Proyek ini berlangsung sebagai bagian dari proyek Deep Sea Deep Drilling, yang memanfaatkan inti bor sepanjang 1.500 kaki untuk menyelidiki lembah Laut Mati. Sampel inti memberi tim rekaman sedimen 220.000 tahun terakhir.

Erosi yang baru ditemukan terjadi selama Revolusi Neolitik, transisi budaya manusia yang luas dari berburu dan berkumpul ke pertanian dan pemukiman. Pergeseran tersebut menghasilkan populasi manusia yang tumbuh secara eksponensial.

"Vegetasi alami digantikan oleh tanaman pangan, hewan peliharaan dijinakkan, penggembalaan mengurangi tumbuhan alami, dan penggundulan hutan memberi lebih banyak area untuk merumput," kata Prof. Marco. "Semua ini mengakibatkan erosi permukaan yang intensif dan peningkatan sedimentasi, sesuai yang kami temukan di sampel inti Laut Mati."

Cekungan drainase Laut Mati berfungsi sebagai laboratorium alami untuk memahami bagaimana tingkat sedimentasi di lembah dalam berhubungan dengan perubahan iklim, tektonik, dan dampak buatan manusia terhadap lanskap bumi.

"Kami mencatat kenaikan tajam tiga kali lipat pada pasir halus di Laut Mati akibat banjir musiman," kata Prof. Marco. "Erosi intensif ini tidak sesuai dengan rezim tektonik dan iklim selama Holosen, zaman geologi yang dimulai setelah Pleistosen sekitar 11.700 tahun yang lalu."

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Perangkat Wearable. Yuk Cari Tahu Apa Saja Yang Bisa Dilakukan Perangkat Canggih Ini!
10 September 2017, by Zeal
tampang - Akhir-akhir ini, salah satu teknologi yang kian digemari masyarakat adalah Perangkat Wearable. Tidak hanya memberikan manfaat yang cukup banyak bagi ...
Jelajah Dunia Imajinasi Lewat Film Horton Hears a Who!
10 Maret 2018, by Dika Mustika
Horton Hears a Who adalah film yang diadaptasi dari buku karya Dr. Seuss. Film ini mungkin bergenre film anak. Namun, jika kita melihat lebih dalam mengenai ...
ayu tingting
19 April 2017, by titin
Siapa sih yang gak kenal dengan artis Ayu Ting Ting yang fenomenal dengan lagunya alamat palsu, janda beranak satu ini kerap digosipkan dengan Raffi ahmad ...
Atasi Kendaraan Mogok Habis Bensin di Kemacetan.. Pertamina Siapkan Satgas Bensin
9 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kementrian Perhubungan dan Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas menjelang arus mudik lebaran 2017. Selain itu, untuk mempermudah para ...
Wajah Dipenuhi Janggut, Wanita Ini Biasa Saja
13 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Di dunia ini, banyak wanita yang sangat peduli dengan penampilan fisik wajah dan tubuhnya. Ada yang membersihkan rambut-rambut di tubuhnya dengan waxing, ada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih