Joko Anwar, seorang sutradara yang dikenal dengan gaya naratif yang kompleks dan atmosfer yang mencekam, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam film Nightmares and Daydreams. Film ini tidak hanya menghadirkan cerita yang menarik, tetapi juga penuh dengan simbolisme yang kaya dan mendalam. Simbolsimbol yang digunakan oleh Joko Anwar berfungsi untuk memperkuat tema, karakterisasi, dan pesan yang ingin disampaikan.
1. Bayangan dan Cermin: Dualitas dan Kenyataan
Bayangan dan cermin adalah dua simbol utama yang sering muncul dalam Nightmares and Daydreams. Bayangan sering kali melambangkan sisi gelap dari diri seseorang, ketakutan, atau rahasia yang tersembunyi. Dalam beberapa adegan, bayangan digunakan untuk menciptakan suasana menakutkan dan menegangkan, menekankan konflik internal yang dialami oleh karakter utama.
Di sisi lain, cermin digunakan sebagai simbol refleksi diri dan kebenaran yang harus dihadapi. Karakter yang melihat ke cermin sering kali dihadapkan dengan realitas yang mereka coba hindari. Cermin menjadi alat untuk mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi di balik permukaan, menggambarkan bagaimana karakter harus berhadapan dengan diri mereka sendiri dan kenyataan yang ada.
2. Rumah Tua: Kenangan dan Trauma Masa Lalu
Rumah tua yang angker adalah setting yang sering muncul dalam film ini, menjadi simbol dari kenangan dan trauma masa lalu yang menghantui karakter utama. Rumah tua ini tidak hanya berfungsi sebagai latar fisik, tetapi juga sebagai metafora untuk pikiran dan perasaan yang terperangkap dalam masa lalu. Setiap ruangan dalam rumah tua tersebut mencerminkan aspekaspek berbeda dari trauma yang dialami oleh karakter, menciptakan suasana yang penuh dengan ketegangan dan misteri.