Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Penggunaan Pesawat Kepresidenan untuk Kampanye Capres Sejawat menuai Pro-Kontra, Ini Penjelasannya

Penggunaan Pesawat Kepresidenan untuk Kampanye Capres Sejawat menuai Pro-Kontra, Ini Penjelasannya

14 April 2018 | Dibaca : 140x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Penggunaan pesawat kepresidenan Boeing Business Jet (BBJ) RI untuk digunakan kampanye oleh calon presiden petahana, Joko Widodo, menuai pro-kontra. Hari rabu kemarin (11/4), Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa tidak setuju bilamana Jokowi dilarang dalam menggunakan fasilitas negara tersebut untuk keperluan kampanye nanti.

"Selain faktor keamanan, (penggunaan pesawat kepresidenan) juga soal efisiensi. Presiden tidak boleh berhenti melayani masyarakat kendati tengah memasuki masa kampanye," kata Bambang.

Pernyataan Bambang tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua KPU sebelumnya yang mengatakan bahwa kendaraan, pengamanan, dan pesawat melekat pada diri presiden.

"Saya sependapat dengan pernyataan Ketua KPU bahwa kendaraan, pengamanan, dan pesawat itu melekat pada diri presiden," kata ketua DPR RI yang juga politisi Golkar.

Bawaslu: Akan lebih baik jika menyewa pesawat komersial

Hal berbeda disampaikan oleh Mochamad Afifuddin. Afif yang juga merupakan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menyampaikan bahwa calon presiden pejawat lebih baik bila menyewa pesawat komersial. Hal tersebut akan lebih adil bagi semua calon yang berkontestasi.

"Akan lebih baik jika demikian (menyewa pesawat komersial). Itu lebih baik. Sebab toh Pak Jokowi jika dalam perjalanan biasa sering menggunakan pesawat komersial, dan itu biasa saja kan. Jadi jika mau lebih adil ya bagusnya demikian," jelas Afif, hari ini (14/4).

Afif melanjutkan, abhwa Bawaslu maupun KPU sebenarnya masih menunggu rumusan poin fasilitas negara yang bersifat melekat. Hal ini ada dalam peraturan pemerintah (PP) yang mana sedang diselesaikan oleh pemerintah.

"Tergantung PP yang mengaturnya, sebab Bawaslu harus melakukan pekerjaan sesuai peraturan. Kami sendiri belum tahu dalam PP yang dimaksud fasilitas negara yang melekat seperti apa. Sebab, dahulu hanya sampai pada mobil saja karena pesawat kepresidenan kan baru ada pada masa presiden SBY," tuturnya.

Adapun bila nanti PP menyatakan bahwa pesawat kepresidenan dianggap bukan merupakan fasilitas yang melekat, maka tidak boleh digunakan saat kampanye. Sebaliknya, bila hal itu merupakan fasilitas yang melekat, maka dapat digunakan Capres sejawat saat melangsungkan kampanye di berbagai daerah.

"Kalaupun itu nanti melekat, tetap harus dipastikan bahwa pesawat kepresidenan hanya bisa digunakan oleh presiden saja. Tidak boleh ada pihak lain yang sebenarnya tidak memakai fasilitas negara memakai pesawat itu," tegas Afif.

KPU: Hanya Presiden yang boleh, Tim Kampanye Tidak!

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), arief Budiman, menyampaikan bahwa pesawat kepresidenan tidak boleh digunakan untuk membawa terbang tim kampanye capres sejawat. Pesawat tersebut hanya boleh digunakan untuk mengangkut capres pejawat saja saat berlangsung kampanye pemilu 2019 nanti. Dirinya mengingatkan, bahwa hal ini hanya berlaku untuk presiden saja.

"Di situ (UU Nomor 7 Tahun 2017), jelas dibunyikan untuk presiden. Jadi kalau toh ada mobil yang melekat untuk presiden, ya boleh digunakan untuk presiden.Kalau pesawat melekat ke presiden juga hanya untuk presiden, bukan rombongan lainnya ikut-ikut (dalam mobil dan pesawat kepresidenan)," ujar Arief di Kantor Bawaslu, Selasa (10/4).

Jika kemudian ada tim pengaman presiden ataupun Paspampres, hal yang boleh diamankan hanyalah presiden.

"Bukan untuk mengamankan tim kampanye. Jadi harus dipahami itu. Ini kan yang melekat dengan pejabat yang bersangkutan,"ujarnya.

Semua aturan mengenai teknis terkaita fasilitas yang boleh maupun tidak boleh digunakan oleh Capres pejawat akan diatur dalam peraturan KPU (PKPU) mengenai pencalonan Capres-Cawapres. Peraturan ini nantinya merujuk kepada PP tentang kampanye pejabat negara dalam Pemilu.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

dian pelangi
12 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Puisi Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarno Putri yang menyebutkan Ibu Indonesia tidak tau syariat islam, konde lebih baik dari cadar dan ...
Baterai Baru ini Diaktifkan dengan Ludah Anda
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Peneliti di Binghamton University  telah mengembangkan langkah selanjutnya dalam sel bahan bakar mikroba (MFC): baterai yang diaktifkan oleh ludah yang ...
Menulis Bukanlah Sekadar Hobi
13 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Era Digital Menulis Bukan Lagi Sekadar Hobi Zaman sebelum era digital, menulis merupakan suatu profesi yang hanya bisa dilakukan oleh sebagian orang karena ...
Mau Sehat? Yuk Sering Puasa
16 April 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Sebentar lagi kita akan menuju bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan. Di bulan itu kita diwajibkan untuk berpuasa. Mungkin ada yang mengeluh, ada yang ...
Kenang-Kenangan dari Djarot Sebelum Lengser, Banyak PNS di Rotasi
13 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Djarot Saiful Hidayat selaku Gubernur DKI Jakarta telah merotasi sejumlah pejabat dengan total ada 18 pejabat eselon dan 200 pegawai yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab