Tutup Iklan
hijab
  
login Register
sistem pendidikan

Penerapan Waktu Belajar 5 Hari Ciptakan Degradasi Sistem Pendidikan Nasional

12 Juni 2017 | Dibaca : 1024x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berencana mengubah waktu sekolah yang semula enam hari menjadi lima hari dengan alokasi waktu delapan jam perhari. Perubahan jam belajar ini merupakan layanan pendidikan yang akan mulai diterapkan tahun ajaran baru.

Susanto, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki anggapan lain dan menilai bila rencana kebijakan perubahan mengenai waktu sekolah ini diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia maka akan terjadi degradasi sistem pendidikan nasional.

“Pemerintah perlu memberikan kebebasan sekolah yang memilih model tersebut untuk memenuhi kelompok masyarakat tertentu. Jangan sampai memaksakan model tersebut untuk semua satuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Susanto.

Tidak semua sekolah cocok dan perlu diterapkan sistem lima hari belajar. Sistem pendidikan nasional saat ini sudah cukup demokratis dengan memberikan kebebasan dengan bersikap mandiri untuk memilih dan menentukan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama murid di sekolah tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan sekolah atau madrasah masing-masing dalam menerapkan sistem pendidikan di sekolahnya.

Kebebasan sekolah atau madrasah untuk melaksanakan sistem pendidikan masing-masing juga tertuang pada Pasal 51 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang berbunyi, “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan perinsip manajemen berbasis sekolah atau madrasah.”

Oleh karena itu, KPAI meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji kembali rencana kebijakan tersebut. Membangun sistem pendidikan harus menyeluruh, perkuat juga sistem layanan pendidikan di sekolah serta keluarga sangat berperan penting karena merupakan sekolah pertama bagi anak, karakter anak dapat dibentuk melalui peran keluarga serta keterlibatan masyarakat setiap hari.

                                                               

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Masih Sariawan? Bahan Alami Ini Bisa Bantu Sembuhkan
16 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Baru-baru ini ada larangan menggunakan obat Albothyl untuk mengobati sariawan. Tentunya yang biasa menggunakan obat ini bingung bagaimana cara ...
Mampu Produksi 2 Hingga 4 Liter Air Liur Setiap Harinya, Apa Fungsinya?
2 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Mungkin Anda adalah tipe orang yang tidak peduli dengan banyak hal dan dengan mudah menerima segala sesuatu yang ada di tubuh Anda tanpa pernah ...
Kemenhub Jamin Semua Dokumen Aman dari Kebakaran Gedung
9 Juli 2018, by oteli w
Kemenhub Jamin Semua Dokumen Aman dari Kebakaran Gedung Gedung Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ...
Inilah 4 Menu Sahur yang Praktis untuk Ramadhan
11 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Bulan Puasa tinggal menghitung hari lagi. Apa saja persiapan yang telah Anda lakukan untuk menghadapi bulan puasa mendatang? Hal penting ...
Dedi Mulyadi : Margamulya Ingin Ia Jadikan Desa Kopi
2 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam upaya memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018 ini. Dedi Mulyadi sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat menyampaikan gagasannya untuk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview