Tutup Iklan
hijab
  
login Register
sistem pendidikan

Penerapan Waktu Belajar 5 Hari Ciptakan Degradasi Sistem Pendidikan Nasional

12 Juni 2017 | Dibaca : 785x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berencana mengubah waktu sekolah yang semula enam hari menjadi lima hari dengan alokasi waktu delapan jam perhari. Perubahan jam belajar ini merupakan layanan pendidikan yang akan mulai diterapkan tahun ajaran baru.

Susanto, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki anggapan lain dan menilai bila rencana kebijakan perubahan mengenai waktu sekolah ini diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia maka akan terjadi degradasi sistem pendidikan nasional.

“Pemerintah perlu memberikan kebebasan sekolah yang memilih model tersebut untuk memenuhi kelompok masyarakat tertentu. Jangan sampai memaksakan model tersebut untuk semua satuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Susanto.

Tidak semua sekolah cocok dan perlu diterapkan sistem lima hari belajar. Sistem pendidikan nasional saat ini sudah cukup demokratis dengan memberikan kebebasan dengan bersikap mandiri untuk memilih dan menentukan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama murid di sekolah tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan sekolah atau madrasah masing-masing dalam menerapkan sistem pendidikan di sekolahnya.

Kebebasan sekolah atau madrasah untuk melaksanakan sistem pendidikan masing-masing juga tertuang pada Pasal 51 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang berbunyi, “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan perinsip manajemen berbasis sekolah atau madrasah.”

Oleh karena itu, KPAI meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji kembali rencana kebijakan tersebut. Membangun sistem pendidikan harus menyeluruh, perkuat juga sistem layanan pendidikan di sekolah serta keluarga sangat berperan penting karena merupakan sekolah pertama bagi anak, karakter anak dapat dibentuk melalui peran keluarga serta keterlibatan masyarakat setiap hari.

                                                               

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nikmati Nasi Lemak dengan 3 Cara Unik Ini
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu kuliner khas Malaysia, Nasi Lemak memang punya kemiripan dengan Nasi Uduk khas Indonesia. Dibuat dari nasi yang dimasak dengan ...
Bahaya Makan Mie Instan Secara Berlebihan
12 Juni 2018, by oteli w
Bahaya Makan Mie Instan Secara Berlebihan   Mie instan sering kali dijadikan sebagai menu makanan karena alasan enak, murah dan praktis. Tapi ...
5 Negara dengan Hacker Terkuat di Dunia
17 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mendengar kata Hacker pasti banyak orang yang menganggapnya jahat. Yaa memang hacker identik dengan orang yang melakukan kejahatan di dunia ...
Budayakan Seni Pencak Silat Indonesia, Kabupaten Bandung Bentuk Kampung Penca
20 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Sejumlah atlet pencak silat dari beberapa perguruan di Kabupaten Bandung unjuk kabisa sebagai Jawara Kampung Pencak dalam Pasanggiri ...
Sering Stres Karena Masalah Keuangan? Atasi dengan Cara Berikut
9 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Stress merupakan hal yang sangat mengganggu. Banyak hal yang menjadi penyebab stress, salah satunya adalah masalah keuangan. Bagaimana tidak, hampir seluruh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman