Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Pencarian Korban Tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun Secara Resmi Hari Ini Dihentikan

Pencarian Korban Tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun Secara Resmi Hari Ini Dihentikan

3 Juli 2018 | Dibaca : 381x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Hari ini proses pencarian korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara resmi dihentikan, pada Selasa  3 Juli 2018. Penghentian itu dilakukan setelah melaksanakan proses evakuasi yang sudah berlangsung selama 16 hari. Meskipun begitu, Badan SAR Nasional memastikan bahwa mereka akan tetap memantau situasi lokasi kejadian jika ada perkembangan lebih lanjut.  

Ada pun tujuan pemantauan itu dilakukan untuk persiapan jika nanti ditemukan korban karamnya KM Sinar Bangun yang terapung di permukaan danau. Personel SAR tetap melakukan operasi secara rutin untuk memantau situasi lokasi kejadian.
"Untuk skala nasional resmi kita hentikan hari ini. Tapi personel Basarnas akan tetap ada yang tinggal untuk melakukan operasi rutin", ungkap Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, pada Selasa (3/7/2018).

Budiawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan peralatan berupa kapal dan perahu karet yang juga akan ditinggal di sekitar lokasi Danau Toba untuk bentuk siagap jika terjadi sesuatu. Peralatan tersebut digunakan untuk patroli rutin.

Di hari terakhir proses evakuasi, Tim SAR dan para keluarga kembali melakukan tabur bunga untuk mengenang para korban yang masih belum ditemukan hingga hari ini.

Selain itu, keluarga korban secara simbolik melakukan pemasangan batu pertama pada pembangunan monument KM Sinar Bandung, Monumen yang diinisiasi oleh pemerintah Kabupaten Simalungun yang nantinya menyerupai bentuk kapal dan dituliskan nama-nama korban.

Sampai pada hari terakhir pencarian, korban yang masih dinyatakan hilang mencapai 164 orang, selamat 21 orang dan 3 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sebenarnya saat proses evakuasi, tim gabungan telah menemukan lokasi keberadaan kapal KM Sinar Bangun dimana berada di sekitar kedalaman 450 meter di bawah permukaan Danau Toba. Dengan bantuan alat Remotely Operated Vehicle (ROV), tim juga berhasil merekam beberapa objek yang berasal dari KM Sinar Bangun.

Sayangnya, karena keterbatasan peralatan dan kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya diputuskan bangkai kapal tidak diangkat ke daratan. Keluarga korban juga telah mengikhlaskan para korban setelah terjadinya dialog dengan tim gabungan.   

Sebagai informasi tambahan, kasus karamnya KM Sinar Bangun sejauh ini telah ditetapkan 5 orang tersangka. Di antaranya pemilik sekaligus nakhda kapal, Kadis Perhubungan Samosir, dan 3 petugas Dishub Darat di Pelabuhan Simanindo, Samosir.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Keuntungan Memelihara Ikan Cupang
25 April 2018, by oteli w
Keuntungan Memelihara Ikan Cupang   Ikan cupang termasuk ikan yang kuat karena walaupun termasuk ikan kecil, namun memiliki daya tahan terhadap ...
Phil Jones Kembali Bisa Memperkuat MU saat Menjamu Tottenham Hotspur di Stadion Old Trafford
25 Oktober 2017, by Rachmiamy
Laga bigmatch akan tersaji di Stadion Old Trafford pada hari Sabtu 28 Oktober 2017. Pada pertandingan kali ini, sang tuan rumah Manchester United (MU) akan ...
Terlalu Sering Mengkonsumsi Saus Tomat Ternyata Tidak Baik bagi Kesehatan Anak
13 Agustus 2017, by Rachmiamy
Kurang lengkap rasanya jika memakan ayam goreng atau kentang goreng tanpa saus tomat. Rasanya yang tidak pedas membuat saus tomat sangat digemari, terutama ...
Suksesnya Pengujian Rekayasa Genetika Pada Manusia
30 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tim ilmuwan dari Oregon Health and Science University akhirnya berhasil melakukan rekayasa genetika pertama yang dilakukan pada ...
Pentagon Merilis Video Serangan Niger yang Mematikan
18 Mei 2018, by Slesta
Pentagon merilis video Kamis yang menggambarkan penyergapan yang menewaskan empat tentara AS di Niger pada Oktober lalu. Video 23 menit termasuk rekaman ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview