Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pemanasan Global, Konversi Habitat Mengurangi Keanekaragaman Hayati, Mendorong Keseragaman

Pemanasan Global, Konversi Habitat Mengurangi Keanekaragaman Hayati, Mendorong Keseragaman

19 Agustus 2017 | Dibaca : 693x | Penulis : Slesta

Alam menjadi homogenisasi, kata periset di University of California, Davis, dalam sebuah penelitian baru.

Penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Global Change Biology, menunjukkan bahwa kombinasi perubahan iklim dan konversi habitat menghambat keanekaragaman hayati dan mendorong keseragaman.

Ketika tim peneliti mengamati campuran spesies tanaman dan burung di hutan Kosta Rika, mereka menemukan spesies tertentu cenderung berkembang di bagian hutan yang lebih lapang, sementara yang lain lebih menyukai bagian yang lebih kering. Di antara areal terbuka, di mana hutan telah dikonversi menjadi lahan pertanian, para periset menemukan spesies ini dengan preferensi untuk tempat kering dimana mahakuasa - berkembang baik di ladang basah maupun kering.

"Di Amerika Tengah dan Selatan, kita melihat area yang luas dikonversi dari hutan asli menjadi pertanian, dan kekeringan menjadi lebih sering," kata penulis studi utama Daniel Karp, asisten profesor biologi konservasi di UC Davis, dalam sebuah rilis berita. "Kedua tekanan global ini mendukung spesies yang sama dan mengancam spesies yang sama. Ini berarti kita mungkin kehilangan keanekaragaman hayati lebih cepat dari yang kita duga saat kita mempelajari perubahan iklim dan konversi habitat secara individual."

Karp dan rekan-rekannya menemukan konversi hutan menjadi lahan pertanian terbukti sangat berbahaya bagi beragam spesies burung tropis, termasuk tanagers, manakins dan woodcreepers. Sementara burung hitam, burung merpati dan burung pipit beradaptasi dengan mudah ke lapangan terbuka.

"Sekarang kita tahu ini, kita tahu apa yang harus dipusatkan dari perspektif konservasi," kata Karp.

Periset berharap dapat mendorong pelestarian kawasan hutan yang ditargetkan, dan meyakinkan petani yang bekerja di areal basah tradisional untuk melestarikan sebagian kecil hutan di lahan mereka.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Otoritas Saudi Mengeluarkan Lisensi Pengemudi Pertama Kepada Wanita
5 Juni 2018, by Slesta
Pihak berwenang di Arab Saudi mengeluarkan SIM pertama kepada seorang wanita pada hari Senin karena proses itu mulai memungkinkan perempuan untuk mengemudi di ...
6 dukungan untuk para hijabers
15 Februari 2018, by Rizal Abdillah
Pasangan ada ya untuk saling menguatkan dan menyemangati, setidaknya itu beberapa manfaat menjalin hubungan. Saat cewek memutuskan untuk berhijab, cowok ...
Pengedar Narkoba di Tanjung Priuk ditangkap Polisi.. Korbannya Anak ABG
18 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Endang Suardi (60) akhirnya ditangkap oleh Anggota Satuan Reskrim Polsek Tanjung Priok di jalan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta ...
Zulkifli Hasan : "Anak Muda Zaman Sekarang tidak Paham Soal Kebangsaan dan Nasionalisme"
21 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zukifli Hasan sangat prihatin tentang generasi muda di jaman sekarang yang kurang ...
Valentino Rossi Turun ke Peringkat Lima Klasemen Sementara MotoGP 2017
25 September 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia Valentino Rossi tampil mengesankan pada seri 14 MotoGP 2017 di Aragon walaupun finis di urutan kelima. Rossi bisa ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab